Prinsip Kerja dan Fungsi Solenoid Valve

Diterbitkan13 Ags 2025

Solenoid valve adalah salah satu komponen yang ada pada mobil bertransmisi otomatis. Komponen berjenis valve atau katup ini bekerja dengan tenaga elektromekanik.


Artinya, solenoid valve memadukan proses listrik dengan mekanis. Untuk mengetahui prinsip kerja dan fungsi solenoid valve itu sendiri, simak uraian berikut ini.


Sebenarnya Apa Gunanya dan Bagaimana Cara Kerja Solenoid Valve?

Solenoid valve atau katup solenoid merupakan komponen penting pada mobil bertransmisi otomatis yang berada di bagian body valve.


Fungsi solenoid secara khusus bertugas dalam mengontrol aliran fluida, baik oli transmisi maupun aliran cairan atau gas, agar tetap stabil sesuai kebutuhan.


Cara kerja solenoid valve bisa dibilang unik karena menggabungkan energi listrik dan mekanik.


Saat dialiri arus listrik, kumparan solenoid akan menghasilkan medan magnet yang menggerakkan plunger untuk membuka atau menutup saluran.


Proses inilah yang memastikan aliran fluida dalam sistem transmisi tetap lancar sehingga perpindahan gigi berjalan mulus.


Secara umum terdapat dua jenis katup solenoid, yakni tipe satu kabel yang terhubung ke ignition dan tipe dua kabel yang juga terhubung ke massa.


Seluruh kinerja komponen solenoid valve dikendalikan oleh komputer mesin yang membaca kondisi kendaraan dan sistem yang terkait, termasuk tekanan oli dan posisi transmisi.


Ketika medan magnet terbentuk di dalam kumparan, katup akan bergerak untuk mengatur aliran atau bahkan menghentikan aliran sesuai instruksi.


Prinsip ini tidak hanya digunakan pada sistem transmisi, tetapi juga dapat diterapkan pada sistem pendingin dan kontrol hidrolik di berbagai jenis kendaraan.


Dengan kinerja yang presisi, solenoid valve berfungsi menjaga performa tetap optimal, efisiensi bahan bakar, dan memastikan kenyamanan berkendara tidak terganggu.


CEK PENAWARAN TERBAIK TOYOTA SIENTA DI SINI!

Memahami Fungsi Solenoid Valve pada Sistem Transmisi Mobil

Dari pembahasan sebelumnya, dapat dipahami bahwa fungsi solenoid valve sangat berkaitan dengan sistem transmisi mobil, khususnya pada transmisi otomatis. Secara umum, solenoid valve berfungsi sebagai katup solenoid yang dikendalikan oleh arus listrik untuk mengontrol aliran fluida di dalam sistem.


Pada mobil, solenoid valve bertugas mengatur aliran oli hidrolik di sekitar body valve. Saat arus listrik mengalir ke coil atau kumparan, akan terbentuk medan magnet (magnet yang dihasilkan) yang menarik plunger. Gerakan ini membuat katup berubah posisi untuk membuka atau menutup saluran, sehingga tekanan tetap sesuai kebutuhan.


Sebaliknya, ketika arus listrik dihentikan, medan magnet menghilang dan spring mendorong plunger kembali ke posisi awal. Pada kondisi ini, valve dapat kembali menutup atau terbuka (tergantung tipe seperti normally open atau normally closed) untuk menghentikan aliran atau membiarkan aliran fluida kembali mengalir.


Proses inilah yang menjelaskan kerja solenoid valve: mengubah sinyal listrik menjadi gerakan mekanis untuk mengontrol aliran cairan atau gas, baik berupa oli hidrolik, aliran udara, hingga cairan lain pada sistem kendaraan. Jika tekanan tidak terkontrol, perpindahan gigi transmisi bisa terasa kasar dan berpotensi merusak komponen transmisi otomatis mobil.


Selain pada transmisi, prinsip fungsi solenoid juga digunakan pada sistem lain seperti suplai bahan bakar, pendinginan mesin, hingga aplikasi hidrolik dan pneumatic di dunia industri.


Apa Saja Komponen Solenoid Valve yang Perlu Dipahami?

Sebuah solenoid valve memiliki beberapa komponen utama yang bekerja sebagai satu kesatuan untuk mengontrol aliran fluida secara presisi. Setiap komponen berperan penting dalam memastikan fungsi solenoid valve berjalan optimal pada mobil maupun mesin lainnya.


1. Port

Port adalah saluran utama tempat aliran cairan atau gas masuk dan keluar. Melalui port, fluida diarahkan sesuai kebutuhan sistem—apakah untuk membuka, menutup, atau menghentikan aliran.


Saat katup terbuka, fluida akan mengalir bebas. Sebaliknya, ketika valve menutup, port akan menghentikan aliran. Posisi dan jumlah port biasanya menyesuaikan jenis solenoid valve dan jenis katup yang digunakan pada sistem hidrolik atau transmisi kendaraan.


2. Spring

Spring atau pegas berfungsi menjaga posisi plunger saat solenoid tidak aktif. Ketika listrik dihentikan, spring akan mengembalikan plunger ke posisi awal sehingga katup kembali menutup atau terbuka sesuai desain.


Tekanan spring membantu mengatur aliran fluida dengan stabil, terutama pada sistem transmisi otomatis yang membutuhkan kontrol tekanan tinggi dan presisi.


3. Konektor Coil

Konektor coil menghubungkan solenoid dengan sumber listrik. Saat dialiri arus listrik, kumparan menghasilkan medan magnet yang cukup kuat untuk menggerakkan plunger.


Inilah inti dari fungsi solenoid, mengubah energi listrik menjadi gerakan mekanis untuk mengontrol aliran fluida. Konektor coil dirancang tahan panas dan getaran mesin agar tetap bekerja konsisten di berbagai kondisi kendaraan.


4. Badan Katup (Valve Body)

Badan katup adalah struktur utama tempat seluruh komponen terpasang. Bagian ini umumnya terbuat dari bahan logam khusus yang tahan tekanan, suhu tinggi, dan korosi.


Di dalam valve body terdapat jalur yang berfungsi mengatur dan mengarahkan aliran fluida. Presisi desain body sangat menentukan performa katup solenoid, baik pada transmisi, sistem bahan bakar, maupun aplikasi hidrolik lainnya.


5. Plunger

Plunger merupakan komponen bergerak yang langsung dipengaruhi oleh medan magnet dari coil. Saat solenoid aktif, magnet menarik plunger sehingga katup berpindah posisi untuk membuka atau menutup aliran.


Ketika arus dihentikan, spring mendorong plunger kembali. Pergerakan plunger inilah yang menentukan kelancaran perpindahan gigi transmisi otomatis serta kemampuan sistem dalam mengontrol aliran cairan dan tekanan hidrolik secara akurat.


Bagaimana Cara Merawat Solenoid Valve?

Lalu, bagaimana cara merawat solenoid valve?


Mengingat betapa pentingnya fungsi solenoid valve pada mobil bertransmisi otomatis, Anda pun harus merawatnya dengan baik.


Tidak perlu khawatir, komponen satu ini tidak memerlukan perawatan khusus yang rumit.


Kuncinya adalah berkendara dengan baik dan sesuai petunjuk dalam buku manual.


Penggunaan mobil yang tepat akan membantu merawat solenoid valve.

Hindari mengemudi dengan sembarangan.


Lalu pastikan Anda membawa mobil ke bengkel Auto2000 untuk diservis secara berkala.


Pasalnya komponen yang selalu terjaga kondisinya akan memastikan keseluruhan kerja mobil dapat optimal.


Bisa disimpulkan bahwa fungsi solenoid valve adalah untuk mengatur laju aliran oli pada body valve sehingga perpindahan gigi pada sistem transmisi otomatis bisa berlangsung dengan lancar.


Mengingat pentingnya peran komponen solenoid ini pada mobil transmisi otomatis, sebaiknya Anda melakukan perawatan mesin secara rutin.


Kunjungi Auto2000 Digiroom sekarang juga untuk melakukan booking service secara online!


Dapatkan juga berbagai Promo Dealer Mobil Toyota terbaru untuk berbagai jenis layanan purna jual Auto2000.

Informasi dalam konten artikel ini dapat mengalami perubahan dan perbedaan, menyesuaikan dengan perkembangan, situasi, strategi bisnis, kemajuan teknologi dan kebijakan tertentu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Share With:

digiroom logo

AUTO2000 DIGIROOM

Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang terbesar di seluruh Indonesia.