Cek Tekanan Udara Ban, Jangan Cuma Andalkan Mata"/>

LOKASIMU

Memilih lokasi Anda membantu kami memberikan harga yang akurat, ketersediaan stok, dan menemukan cabang terdekat untuk Anda.

Cek Tekanan Udara Ban, Jangan Cuma Andalkan Mata

Auto2000.co.id – Seperti diketahui, kurangnya tekanan udara menjadi musuh utama penyebab ban mobil berusia pendek. Bahkan di antaranya menjadi penyebab kecelakaan.

Hampir rata-rata kerusakan ban disebabkan minimnya kepedulian pemilik mobil dalam memperhatikan tekanan udara, bahkan ada yang hanya menerka-nerka dan main asal tambah tanpa mengecek kembali tekanan ban.

Padahal, setiap mobil sudah disertakan tabel ukuran tekanan udara yang letaknya di pilar pintu pengemudi. Tabel tersebut berguna sebagai panduan untuk menambah tekanan angin agar tidak kurang.

Menurut Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna, banyak orang yang masih melakukan pengisian melebihi dari ukuran tekanan udara yang direkomendasikan pabrikan.

BACA JUGA : Bikin Kagum, Ini Beda New Avanza dan New Veloz Dari Pendahulunya

Misal ukuran yang direkomendasikan 29 psi pada bagian depan dan 26 psi untuk bagian belakang, tapi saat sudah diisi dengan kasat mata bentuk ban akan terlihat seperti kurang tekanan angin atau kempis.

“Kondisi itu sebenarnya sudah fix, tapi karena orang melihat dari kasat mata seperti kurang, lalu ditambahkan lagi sampai benar-benar bentuk ban terlihat padat,” ulas Suparna.

“Hal tersebut akan membuat mobil saat dikendarai menjadi tidak nyaman, seperti kaki-kaki yang terlalu keras. Acuan yang tepat itu ya sesuai yang disarankan,” ujarnya

Suparna menjelaskan memang pada dasarnya banyak hal yang dipertimbangkan untuk menentukan tekanan udara yang tepat, mulai dari profil ban, beban bawaan kendaraan, sampai daya gulir ketika dikendarai.

BACA JUGA : Ini Fitur Auto2000 Mobile Yang Dipakai Motivator Terkenal Merry Riana

Namun sebisa mungkin pengendara tidak hanya mengandalkan dari visual atau kasat mata saja, tapi diukur secara pasti menggunakan tire pressure gauge.

Kelebihan udara tidak akan berdampak separah kekurangan udara. Tapi selain tidak nyaman untuk digunakan, ada kemungkinan ban menjadi cepat rusak seperti degradasi pada telapak tengah yang terjadi akibat titik pijak terfokus pada bagian tengah saja.

“Kalau secara teori, kekurangan udara dampaknya lebih parah, karena bisa membuat ban pecah dan rusak saat dikendarai,” ulas Suparna lagi.

“Sementara kalau kelebihan justru tidak, karena ada proses pemuaian, tapi saat tekanan udara lebih biasanya permukaan akan cepat aus, selain itu pengendalian mobil juga cenderung liar karena tingginya tekanan udara saat menyentuh aspal,” ujarnya.

Auto2000

Share this article
Tanya Tasia