Kenali Viskositas Oli untuk Menjaga Performa Mesin

Diterbitkan11 Jun 2025

Viskositas oli menjadi informasi penting mengenai pelumas di dalam kendaraan bermotor. Namun tidak dapat dimungkiri bahwa banyak pengemudi hanya melihat oli mobil sebagai cairan pelumas mesin saja. Padahal ada berbagai manfaat lainnya yang bisa didapat dengan memahami viskositas oli mesin. Penasaran lebih jauh tentang hal ini? Simak rangkumannya di bawah ini bersama Auto2000.


Mengenal Viskositas Oli

Apa itu viskositas? Viskositas oli adalah nilai kekentalan oli mesin. Nilai yang digunakan di dalamnya berdasarkan angka, sehingga makin besar angka yang tertera memberikan arti bahwa kekentalan oli jauh lebih tinggi.


Kekentalan oli memang wajib diperhatikan. Mengapa demikian? Setiap mesin memiliki spesifikasi berbeda-beda. Dengan kondisi ini, maka diperlukan cairan pelumas paling tepat.


Perlu diketahui bahwa oli mengalir tidak hanya menjadi pelumas bagian mesin saja agar dapat bekerja maksimal. Masih ada berbagai fungsi ekstra dari oli terhadap performa mesin mobil. Dimulai dari mencegah karat hingga mampu menjaga suhu mesin lebih baik.


Sayangnya, banyak orang yang tidak mau memperhatikan viskositas dari oli mobil sendiri. Mereka malah fokus dengan membeli oli yang memiliki iklan menarik. Padahal bisa saja ada kesalahan viskositas dari oli yang dibeli.


Ya, kesalahan paling umum dari urusan oli adalah membeli pelumas pengganti yang memiliki viskositas berbeda ketika dibandingkan bawaan standar.

Walau tidak sepenuhnya merugikan, tetapi tetap saja tidak sama dengan bawaan oli standar mobil tersebut.


TEMUKAN HARGA FORTUNER TERBARU DI AUTO2000


Tingkat Kekentalan Oli

Oli yang saat ini beredar di pasaran memiliki dua jenis tingkat kekentalan:


1. Kekentalan Tetap

Kekentalan tetap atau single-grade adalah oli yang memiliki nilai kekentalan yang tetap. Nilai tersebut tetap bertahan dalam kondisi suhu tinggi ataupun rendah. Oli single-grade sering ditemukan dalam oli transmisi mobil.


2. Kekentalan Dinamis

Kekentalan dinamis dikenal pula dengan sebutan multi-grade. Jenis ini memiliki nilai kekentalan yang berbeda ketika di suhu tinggi dan rendah. Biasanya oli kekentalan dinamis digunakan untuk mesin.


Baca Juga: Cara Merawat Lampu Interior Mobil Agar Tahan Lama


Faktor yang Memengaruhi Viskositas Oli

Tingkat viskositas oli tidak bersifat konstan dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari karakteristik internal fluida itu sendiri maupun dari kondisi eksternal. Berikut faktor-faktor utama yang memengaruhi viskositas oli:


1. Koefisien Kekentalan Fluida

Setiap jenis oli memiliki koefisien kekentalan yang berbeda. Koefisien ini menggambarkan seberapa besar tahanan fluida terhadap aliran. Oli dengan koefisien kekentalan tinggi akan terasa lebih kental dan lambat mengalir, terutama saat suhu rendah.


2. Massa Jenis Fluida (Densitas)

Massa jenis berpengaruh terhadap gaya gesek antar molekul dalam fluida. Oli dengan massa jenis lebih tinggi cenderung memiliki viskositas yang juga lebih tinggi, karena partikel fluida lebih padat dan pergerakannya lebih terbatas.


3. Ukuran dan Bentuk Partikel Fluida

Partikel-partikel mikroskopis yang ada dalam oli, termasuk senyawa aditif, dapat memengaruhi viskositas. Bentuk dan ukuran partikel ini menentukan seberapa mudah fluida mengalir. Partikel besar atau tidak teratur bisa meningkatkan kekentalan oli.


4. Suhu

Suhu adalah faktor eksternal paling signifikan dalam memengaruhi viskositas. Pada suhu rendah, oli akan menjadi lebih kental karena pergerakan molekul melambat. Sebaliknya, pada suhu tinggi, oli akan menjadi lebih encer karena molekul bergerak lebih cepat dan lebih bebas.


5. Aditif dalam Oli

Oli modern umumnya mengandung aditif seperti viscosity index improver untuk menjaga kestabilan viskositas dalam berbagai suhu. Aditif ini memungkinkan oli tetap bekerja optimal, baik saat mesin baru dinyalakan maupun saat sudah mencapai suhu operasional tinggi.


Cara Membaca Viskositas Oli

Memilih oli yang tepat tidak bisa dilakukan secara asal, karena setiap jenis mesin memiliki kebutuhan viskositas yang berbeda tergantung bahan, performa, dan lingkungan penggunaannya. Oleh karena itu, memahami cara membaca viskositas oli menjadi hal yang penting untuk menjaga ketahanan, efisiensi, dan umur panjang mesin. Kekentalan oli biasanya diukur dengan standar SAE (Society of Automotive Engineers). Berikut fungsi dan cara membaca SAE serta kodenya:


Fungsi SAE dan Cara Membaca Kodenya

Sebagai contoh, kode SAE seperti 10W-40 memberikan informasi penting tentang tingkat kekentalan oli pada suhu dingin dan panas. Angka di depan huruf “W” (yang berarti Winter) menunjukkan seberapa mudah oli cair mengalir saat suhu rendah, misalnya saat mesin pertama kali dihidupkan di pagi hari.


Semakin kecil angkanya, semakin rendah ketebalan oli, sehingga lebih cepat melumasi bagian mesin. Sedangkan angka 40 di belakang menunjukkan bahwa oli tersebut cukup kental untuk melindungi mesin saat suhu tinggi, di mana tegangan, geser, dan tekanan antar komponen meningkat drastis.


Perbedaan ini disebabkan oleh sifat oli yang berubah tergantung suhu, dan pemahaman yang tepat terhadap satuan ini akan membantu Anda memilih oli yang sesuai kebutuhan, agar mesin tetap awet dan bekerja optimal dalam berbagai kondisi, baik saat dingin, panas, atau menghadapi beban berat dan gas tinggi.


Kriteria Oli yang Baik untuk Kendaraan

Agar dapat menjalankan fungsinya secara optimal, oli yang digunakan pada mesin kendaraan harus memenuhi beberapa kriteria penting. Pemilihan oli sebaiknya disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan dan kebutuhan mesin, termasuk tingkat viskositas yang direkomendasikan oleh pabrikan.


1. Memiliki Kekentalan yang Seimbang

Oli dengan viskositas yang tepat diperlukan untuk melapisi dan melindungi komponen mesin yang saling bergesekan. Oli yang terlalu encer dapat membuat lapisan pelumas kurang optimal pada kondisi tertentu, sedangkan oli yang lebih kental dapat meningkatkan hambatan aliran jika tidak sesuai dengan spesifikasi mesin.


2. Mudah Mengalir Saat Mesin Dingin

Saat mesin baru dinyalakan, oli harus tetap dapat mengalir dengan lancar untuk menjangkau berbagai komponen mesin. Kemampuan oli mesin mengalir pada kondisi dingin membantu memastikan pelumasan tersedia sejak awal sebelum mesin mencapai suhu kerja ideal.


3. Mampu Membentuk Lapisan Pelindung yang Kuat

Oli yang baik harus mampu membentuk lapisan pelumas yang stabil di antara permukaan logam yang saling bergesekan. Lapisan tersebut membantu mengurangi gesekan dan melindungi komponen dari keausan berlebih selama mesin bekerja.


4. Tahan terhadap Oksidasi pada Suhu Tinggi

Ketika mesin pada suhu tinggi, oli lebih rentan mengalami oksidasi yang dapat menurunkan kualitas pelumas. Oli berkualitas perlu memiliki ketahanan terhadap oksidasi agar tetap mampu melindungi komponen dan mempertahankan kinerja pelumas selama digunakan.


5. Mengandung Detergen dan Dispersan yang Efektif

Oli mesin biasanya dilengkapi berbagai aditif, termasuk detergen dan dispersan. Detergen membantu membersihkan deposit, sedangkan dispersan membantu menjaga partikel kotoran tetap tersuspensi sehingga tidak mudah mengendap dan membentuk lumpur.


Lalu, mana yang lebih baik, oli yang encer atau oli yang lebih kental? Jawabannya bergantung pada kebutuhan mesin dan spesifikasi yang ditetapkan oleh pabrikan. Viskositas yang tepat dapat membantu menjaga perlindungan mesin sekaligus meningkatkan efisiensi bahan bakar.


Oli dengan viskositas rendah dapat membantu mengurangi hambatan aliran dan menjaga pelumasan tetap optimal pada kondisi tertentu. Namun, pemilihan oli tidak cukup hanya berdasarkan apakah cairannya encer atau kental karena karakteristik mesin, kondisi penggunaan, dan rekomendasi pabrikan juga perlu dipertimbangkan.


Sebaliknya, oli dengan viskositas lebih tinggi dapat memberikan lapisan pelumas yang sesuai untuk kebutuhan mesin tertentu, terutama ketika kendaraan beroperasi pada beban atau temperatur tinggi. Karena itu, jangan langsung memilih oli yang lebih kental hanya karena kendaraan sudah berusia tua. Pastikan tingkat viskositasnya tetap sesuai dengan spesifikasi kendaraan.


Dengan memilih viskositas yang tepat, oli dapat memberikan perlindungan optimal pada berbagai kondisi kerja mesin, termasuk saat mesin baru dinyalakan hingga bekerja pada temperatur tinggi.


Baca Juga: 7 Tanda Mobil Toyota Anda Perlu Spooring dan Balancing


Ganti Oli Mobil Anda dan Nikmati Promonya di Bengkel Auto2000

Itulah penjelasan lengkap mengenai viskositas oli. AutoFamily jangan sampai lupa untuk memperhatikan viskositas dari cairan pelumas yang digunakan. Selain itu, ganti oli secara berkala agar kondisi mesin mobil tetap prima bersama Auto2000.


Ingin mengetahui informasi lebih lengkap tentang layanan bengkel resmi Auto2000? Kunjungi Dealer Toyota sekarang juga dan dapatkan berbagai Promo Dealer Mobil Toyota terbaru untuk berbagai jenis layanan purna jual Auto2000. Anda bisa jadwalkan kunjungan di sini.


Informasi dalam konten artikel ini dapat mengalami perubahan dan perbedaan, menyesuaian dengan perkembangan, situasi, strategi bisnis, kemajuan teknologi dan kebijakan tertentu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Share With:

digiroom logo

AUTO2000 DIGIROOM

Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang terbesar di seluruh Indonesia.