Mengenal Perbedaan DOHC dan SOHC pada Mesin Mobil

Diterbitkan9 Okt 2026

Perbedaan DOHC dan SOHC terletak pada jumlah camshaft atau noken as yang mengatur kerja katup di kepala silinder. Perbedaan konstruksi ini memengaruhi desain mesin, potensi performa, dan kebutuhan perawatannya. Sebelum memilih mobil, pahami cara kerja kedua teknologi tersebut agar Anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan berkendara.


Apa Itu Mesin SOHC dan DOHC?

SOHC dan DOHC merupakan dua jenis sistem penggerak katup pada mesin pembakaran internal. Keduanya mengatur waktu buka-tutup katup dalam silinder mesin agar udara atau campuran udara dan bahan bakar dapat masuk ke ruang bakar, sementara gas hasil pembakaran dapat keluar melalui saluran pembuangan.


Untuk memahami perbedaan dari SOHC dan DOHC, AutoFamily perlu mengetahui pengertian, cara kerja, serta karakteristik setiap sistem. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sesuai kebutuhan kendaraan.


1. Pengertian SOHC (Single Overhead Camshaft)

SOHC adalah singkatan dari Single Overhead Camshaft, yaitu sistem penggerak katup yang menggunakan satu camshaft di kepala silinder mesin. Pengertian SOHC merujuk pada konfigurasi dengan satu poros nok yang mengendalikan pembukaan dan penutupan katup melalui mekanisme penggerak tertentu, seperti rocker arm atau pelatuk katup.


Dalam sistem ini, camshaft memiliki tonjolan nok yang mendorong mekanisme katup sesuai urutan kerja mesin. Katup masuk berfungsi sebagai jalur masuk udara atau campuran udara dan bahan bakar ke ruang bakar mesin. Sementara itu, katup buang membuka untuk mengeluarkan gas hasil pembakaran setelah proses pembakaran menghasilkan tenaga.


Kerja SOHC mengandalkan satu poros nok untuk menggerakkan katup masuk dan katup buang. Meskipun menggunakan satu camshaft, desain kepala silinder dan mekanisme penggeraknya tetap menentukan jumlah katup yang dapat digunakan serta karakter performa mesin.


SOHC menawarkan konstruksi yang relatif sederhana karena jumlah poros nok yang digunakan lebih sedikit. Dalam desain yang sesuai, konfigurasi ini dapat membantu menghasilkan mesin lebih ringan, mengurangi kompleksitas mekanis, dan menekan biaya produksi maupun perawatan. Namun, bobot serta biaya aktual tetap bergantung pada keseluruhan rancangan mesin.


Pada mesin kendaraan untuk penggunaan harian, SOHC dapat memenuhi kebutuhan tenaga dan efisiensi tanpa memerlukan konstruksi kepala silinder yang terlalu kompleks. Karena itu, pemilihan sistem SOHC sering berkaitan dengan target biaya, kebutuhan performa, dan karakter kendaraan yang ingin dikembangkan produsen.


2. Pengertian DOHC (Double Overhead Camshaft)

DOHC adalah singkatan dari Double Overhead Camshaft. Mesin DOHC adalah mesin yang menggunakan dua camshaft atau poros nok pada setiap kepala silinder. Pada konfigurasi yang umum, satu poros mengatur katup masuk (intake), sedangkan poros lainnya mengatur katup buang (exhaust). Dengan pembagian tugas tersebut, produsen memiliki keleluasaan lebih besar dalam merancang sistem katup dalam mesin.


Katup masuk pada mesin DOHC berfungsi sebagai jalur untuk memasukkan udara atau campuran udara dan bahan bakar ke ruang bakar. Setelah pembakaran menghasilkan tenaga, katup buang membuka untuk mengalirkan gas hasil pembakaran menuju saluran pembuangan. Kedua kelompok katup bekerja sesuai urutan dan waktu yang telah ditentukan oleh mekanisme mesin.


Salah satu konfigurasi yang umum ditemukan pada DOHC ialah empat katup per silinder, terdiri atas dua katup masuk dan dua katup buang. Susunan ini dapat mendukung aliran gas yang lebih baik ketika dirancang dengan tepat. Namun, DOHC tidak selalu berarti mesin memiliki empat katup per silinder karena jumlah katup bergantung pada desain masing-masing mesin.


Pengaturan waktu katup pada sistem kerja DOHC dapat dirancang secara fleksibel untuk menyesuaikan kebutuhan mesin pada berbagai putaran. Produsen juga dapat memadukannya dengan teknologi variable valve timing (VVT), yang mengubah waktu pembukaan katup sesuai kondisi kerja mesin. Kombinasi tersebut berpotensi meningkatkan respons mesin, tenaga, dan efisiensi bahan bakar.


Dibandingkan dengan SOHC, teknologi DOHC cenderung memiliki konstruksi kepala silinder dan mekanisme penggerak katup yang lebih kompleks. Sistem ini juga dapat membutuhkan lebih banyak komponen dan ruang pemasangan. Meski begitu, DOHC dapat memberikan keleluasaan dalam pengembangan performa, terutama pada mesin yang membutuhkan aliran udara optimal dan pengaturan katup yang lebih presisi.


Pada mobil modern, DOHC banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan performa dan efisiensi secara bersamaan. Meski demikian, tenaga yang dihasilkan mesin DOHC tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah camshaft. Kapasitas mesin, desain saluran masuk dan buang, sistem bahan bakar, kompresi, serta pengaturan elektronik turut memengaruhi hasil akhirnya.


Perbedaan Mesin DOHC dan SOHC dari Cara Kerjanya

Untuk memahami perbedaan mesin SOHC vs DOHC, Anda perlu melihat cara camshaft mengendalikan aliran udara dan gas hasil pembakaran. Jumlah camshaft menentukan rancangan mekanisme katup, tetapi tidak secara otomatis menentukan seluruh karakter mesin.


1. Jumlah Camshaft dan Sistem Penggerak Katup

Mesin SOHC memakai satu camshaft untuk menggerakkan katup, sedangkan mesin DOHC menggunakan dua camshaft. Pada DOHC, pemisahan pengaturan katup masuk dan katup buang memberi keleluasaan lebih besar dalam merancang profil camshaft. Inilah yang menjadi perbedaan mendasar antar keduanya.


Kedua sistem tetap membutuhkan mekanisme penggerak katup yang sesuai dengan konstruksinya. Jadi, perbedaan utama bukan sekadar jumlah poros, melainkan bagaimana desain tersebut mendukung kebutuhan kerja mesin.


2. Jumlah Katup dalam Silinder Mesin

Mesin SOHC dapat menggunakan dua atau empat katup per silinder, bergantung pada desainnya. Sementara itu, mesin DOHC sering menggunakan empat katup per silinder, yakni dua katup masuk dan dua katup buang.


Konfigurasi tersebut membantu aliran udara menuju ruang bakar dan pembuangan gas hasil pembakaran. Namun, jumlah katup tidak hanya ditentukan oleh jenis camshaft karena desain kepala silinder dan mekanisme katup turut berperan.


3. Pengaturan Katup Masuk dan Katup Buang

Katup masuk mengatur aliran udara, atau campuran udara dan bahan bakar pada mesin yang menggunakannya, menuju ruang bakar. Sebaliknya, katup buang membuka jalur keluarnya gas hasil pembakaran setelah proses pembakaran berlangsung.


Pada mesin DOHC, kedua kelompok katup tersebut umumnya memiliki camshaft masing-masing. Pada mesin SOHC, satu camshaft dapat mengendalikan kedua kelompok katup melalui susunan mekanis yang dirancang sesuai kebutuhan mesin.


Mana yang Lebih Unggul, DOHC vs SOHC?

Tidak ada jawaban mutlak bahwa DOHC selalu lebih baik daripada SOHC. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan berdasarkan karakter kendaraan, kebutuhan pengemudi, serta teknologi mesin yang digunakan.


1. Performa Mesin dan Tenaga

DOHC menawarkan keleluasaan dalam mengatur pergerakan katup, terutama ketika mesin beroperasi pada putaran tinggi. Dengan desain yang tepat, konfigurasi ini dapat mendukung aliran udara yang lebih baik dan membantu mesin menghasilkan tenaga lebih besar.


Meski begitu, performa mesin juga bergantung pada kapasitas silinder, sistem pemasukan udara, sistem bahan bakar, rasio kompresi, dan pengaturan elektronik. Mesin SOHC dengan rancangan yang baik tetap mampu memberikan respons dan tenaga yang sesuai untuk penggunaan harian.


2. Torsi dan Putaran Mesin

Torsi menunjukkan kemampuan mesin menghasilkan gaya putar, sedangkan RPM atau revolutions per minute menunjukkan jumlah putaran mesin setiap menit. Karakter keduanya dipengaruhi oleh rancangan mesin secara keseluruhan, termasuk profil camshaft dan pengaturan waktu katup.


DOHC dapat mendukung performa pada putaran tinggi, tetapi hal tersebut tidak berarti setiap mesin DOHC memiliki torsi lebih besar. Untuk penggunaan sehari-hari, perhatikan rentang putaran ketika mesin menghasilkan torsi yang dibutuhkan, terutama saat menghadapi kemacetan, tanjakan, atau membawa penumpang.


3. Efisiensi dan Konsumsi Bahan Bakar

Efisiensi mesin tidak hanya ditentukan oleh jumlah camshaft. Teknologi SOHC maupun DOHC dapat menghasilkan konsumsi bahan bakar yang irit apabila desain mesin, pengaturan pembakaran, dan sistem pendukungnya bekerja secara optimal.


Sistem DOHC dengan pengaturan katup variabel dapat membantu menyesuaikan kerja katup terhadap kondisi berkendara. Namun, konsumsi bahan bakar aktual tetap dipengaruhi oleh bobot kendaraan, transmisi, kondisi jalan, serta gaya mengemudi.


4. Perawatan dan Biaya Kepemilikan

Mesin SOHC cenderung memiliki konstruksi yang lebih sederhana sehingga beberapa pekerjaan servis dapat membutuhkan komponen dan proses yang lebih sedikit. Namun, biaya perawatan aktual bergantung pada desain mesin, ketersediaan suku cadang, dan jadwal servis kendaraan.


Mesin DOHC juga dapat dirawat dengan baik selama pemilik mengikuti rekomendasi pabrikan. Pastikan oli mesin, sistem pendingin, dan komponen penggerak camshaft diperiksa sesuai jadwal agar kinerja mesin tetap terjaga.


Bagaimana Memilih Mobil dengan Mesin SOHC atau DOHC?

Pemilihan antara SOHC dan DOHC sebaiknya mengikuti kebutuhan penggunaan kendaraan, bukan hanya jumlah camshaft. Pertimbangkan beberapa hal berikut sebelum menentukan mobil yang akan dibeli.


1. Sesuaikan dengan Kebutuhan Berkendara

Jika kendaraan lebih sering digunakan untuk perjalanan harian di perkotaan, prioritaskan kenyamanan, efisiensi bahan bakar, dan biaya kepemilikan. Untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh atau pengemudi yang mengutamakan respons tenaga, perhatikan karakter performa mesin pada berbagai putaran.


2. Periksa Spesifikasi Mesin Secara Menyeluruh

Jangan berhenti pada informasi SOHC atau DOHC di lembar spesifikasi. Bandingkan kapasitas mesin, tenaga, torsi, jenis transmisi, fitur keselamatan, dan konsumsi bahan bakar agar Anda memperoleh gambaran yang lebih lengkap.


3. Pertimbangkan Teknologi Kendaraan

Teknologi mesin terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan mobil modern. Selain konfigurasi camshaft, perhatikan teknologi injeksi, pengaturan katup variabel, sistem hibrida, dan fitur lain yang mendukung efisiensi serta kenyamanan.


Temukan Mobil Dengan Performa Mumpuni di Auto2000

Rekomendasi mobil dengan DOHC apa saja yang bisa AutoFamily pilih? Tentunya cukup banyak. Toyota memiliki barisan pilihan mobil dengan mesin bawaan DOHC yang pasti mampu bekerja dengan optimal, misalnya New Avanza untuk kelas MPV


AutoFamily akan merasakan tenaga optimal selama mengendarainya. Untuk membeli mobil Toyota dengan mesin DOHC, AutoFamily tidak perlu kebingungan.


Sekarang semuanya bisa dilakukan lebih mudah dengan booking service online, temukan cabang Auto200 terdekat Anda. Sebagai showroom digital dari Auto2000, AutoFamily dapat memilih mobil yang paling cocok untuk dimiliki pada saat ini. Tunggu apalagi, ayo segera kunjungi Auto2000 Digiroom.

Share With:

digiroom logo

AUTO2000 DIGIROOM

Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang terbesar di seluruh Indonesia.