LOKASIMU

Memilih lokasi Anda membantu kami memberikan harga yang akurat, ketersediaan stok, dan menemukan cabang terdekat untuk Anda.

Penyebab Power Steering Terasa Berat

Fungsi utama power steering pada mobil yakni agar pengemudi bisa lebih ringan memutar setir dan menggerakkan roda. Ketika memutar setir mulai terasa berat, hal ini menandakan ada komponen yang bermasalah. Power steering sendiri ada dua jenis yakni Hydraulic Power Steering (HPS) dan Electric Power Steering (EPS). Power steering bekerja dengan menggunakan cairan guna menciptakan tekanan pada roda untuk berubah arah. Secara garis besar, setidaknya ada empat penyebab yang membuat power steering terasa berat:

Rack Steer Rusak

Sebagai bagian dari rack dan pinion, bagian ini bekerja sama dengan sistem power steering. Penggunaan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan rack steer rusak atau aus.

BACA JUGA : Seat Belt penting namun kadang terlupakan

Tekanan udara ban rendah

Beratnya power steering ketika diputar bisa saja karena tekanan udara ban yang terlalu rendah. “Tekanan udara yang rendah juga berpengaruh. Karena ban masih satu sistem dengan power steering. Kalau kurang angin, kerja power steering jadi semakin besar”

Cairan power steering berkurang

Cairan power steering berguna untuk memberikan tekanan terhadap piston di dalam rack dan pinion. Jika cairan tersebut kurang, maka tekanan yang diberikan pada piston juga akan berkurang. Pada power steering jenis HPS, bocornya cairan power steering sering menjadi penyebab yang membuat power steering rusak. Cairan power steering letaknya di sekitar silinder reservoir, dekat salah satu ujung power steering belt. Pemilik mobil disarankan mempertahankan cairan pada tingkat atau level yang tepat. Cairan power steering biasanya berwarna merah tua, segera lakukan penggantian jika warna cairan berubah menjadi gelap. “Sementara pada EPS, bisa dibilang lebih less maintenance,”.

BACA JUGA : Tips Membersihkan Steer Mobil agar lebih awet

Power steering belt rusak

Bagian ini turut membuat putaran setir menjadi ringan. Power steering belt memiliki fungsi yang sama seperti belt lainnya di mobil, yakni untuk memulai dan berhenti melakukan putaran. Belt ini terbuat dari karet dan cukup rentan. Jika bel tersebut kendur, bisa jadi hal ini menyebabkan power steering menjadi berat.

Lakukan perawatan berkala setiap 6 bulan atau 10.000 km sekali agar kendaraan selalu dalam kondisi yang prima hanya di Auto2000 Pandeglang.

(Arif Krisna K)

Auto2000

Share this article
More News
toyota innova trd
Ini Dia Varian Baru Kijang Innova!
Toyota Kijang Innova TRD Sportivo Limited resmi meluncur hari ini tepat dengan perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2020. Sesuai namanya, Kijang Innova ini memiliki berbagai kelengkapan dan dijual secara eksklusif.
thumb3.jpg
Resmi Meluncur! Toyota Hilux Kini Semakin Gagah dan Canggih
Toyota New Hilux resmi meluncur dengan harga Rp 429.750.000 untuk tipe 2.4 E (4x4) DSL MT. Mobil komersial satu ini kini semakin tampan dan gagah dengan beberapa perubahan di eksterior.
thumb2.jpg
Cara Menghilangkan Bau di Mobil Menggunakan 5 Benda Sederhana
Siapa yang tidak kesal mendapati kabin mobil bau tak sedap? Sebenarnya, bau pada mobil bisa terjadi kapan saja, baik yang sering atau jarang dipakai. Ada banyak penyebab mobil berbau apek, pertama tentu bersumber dari masalah kebersihan.
New Project (7).jpg
Tips Membersihkan Interior Mobil Agar Terhindar dari Virus
Saat ini, virus COVID-19 masih menjadi pandemi global, tak terkecuali di Indonesia. Bagi AutoFamily yang menggunakan mobil untuk kegiatan sehari-hari, penting juga untuk membersihkan interior mobil secara rutin.
Tanya TasiaBackground Lazy GIF