Mobil Jarang Dipakai Belum Tentu Lebih Awet, Ini Penjelasannya"/>

LOKASIMU

Memilih lokasi Anda membantu kami memberikan harga yang akurat, ketersediaan stok, dan menemukan cabang terdekat untuk Anda.

Mobil Jarang Dipakai Belum Tentu Lebih Awet, Ini Penjelasannya


Auto2000.co.id – Mobil merupakan transportasi pribadi yang bisa diandalkan sehari-hari. Tapi, kepadatan jalan kerap mendorong pemilik mobil untuk tidak menggunakannya dan memilih transportasi lain sebagai alternatif.
​​​​​​​
Situasi tersebut membuat mobil Anda lebih sering “mengandang” di garasi rumah. Dalam beberapa kasus, banyak pemilik yang yang berasumsi bahwa mobil yang jarang digunakan otomatis akan bebas dari masalah dan tak membutuhkan perawatan.

Namun, ternyata pendapat tersebut tidak tepat. Menurut Kepala Bengkel Auto2000 Bekasi Barat Sapta Agung Nugraha, bila mobil jarang digunakan belum tentu bebas masalah, malah justru sebaliknya.

“Mau dipakai setiap hari atau jarang, seharusnya tidak ada perbedaan dalam hal perawatan,” ucap Sapta.

BACA JUGA : Mau Booking Service Auto2000 Pakai Whatsapp? Yuks Tasia Bantu

“Justru anggapan seperti lebih awet dan lain-lain itu salah, karena bila tidak dibarengi dengan pengecekan dan perawatan juga otomatis mobil yang diam akan lebih bermasalah,” lanjutnya.

Sapta menjelaskan, ada beberapa hal yang biasanya menjadi penyakit bagi mobil yang jarang digunakan. Pertama masalah pada aki atau baterai yang besar kemungkinan menjadi lemah.

Kondisi ini terjadi akibat tidak adanya siklus pengisian ulang yang biasa otomatis terjadi saat mesin hidup atau saat berjalan.

Kedua, kerusakan juga bisa menyerang pada kaki-kaki kendaraan, dalam hal ini ban. Akibat terlalu lama berdiam membuat tekanan udara ban bisa berkurang hingga akhirnya mengempis.

BACA JUGA : Benarkah Ban Mobil Cepat Panas dan Gampang Meletus di Jalan Tol?

Bahkan besar kemungkinan juga bisa menyerang bearing roda karena beban hanya terjadi di satu titik saja, tidak ada rotasi atau pergantian tumpuan pada permukaan ban.
“Bila memang mobil jarang digunakan, minimal rajin untuk memanaskan mobil paling tidak dua hari sekali,” jelasnya lagi.

“Panaskan selama 15 menit untuk agar alternator bisa mengisi kembali daya pada aki, bila ingin lebih maksimal memanaskan mobil baiknya sambil berjalan agar roda ikut bergerak,” katanya.

Tidak kalah penting juga untuk mengecek kondisi oli mesin, karena bila mobil sudah lama didiamkan otomatis akan membuat oli mengendap di bawah.

Kondisi ini sangat bisa berbahaya karena tanpa adanya suplai oli yang beredar pada komponen bisa saja membuat gesekan antar komponen akan terjadi bila mobil telalu lama didiamkan.
Share this article
Tanya Tasia