LOKASIMU

Memilih lokasi Anda membantu kami memberikan harga yang akurat, ketersediaan stok, dan menemukan cabang terdekat untuk Anda.

Bedah Teknologi Turbo Variabel Toyota Fortuner Diesel 2019

Auto2000.co.id – Toyota Fortuner Diesel 2019 mengandalkan mesin diesel 2.393 cc 4 silinder DOHC berkode 2KD-GTV yang mengaplikasikan teknologi VNT Intercooler dan common-rail.

Dapur pacu diesel punya volume 2.393 cc 4-silinder dengan teknologi turbo variabel VNT Intercooler menciptakan semburan daya 149,6 PS di 3.400 rpm dan torsi dahsyat 40,8 kgm di putaran mesin serendah 1.600 – 2.000 rpm.

Bersinergi dengan transmisi manual 6-speed dan otomatis 6-speed, mengemudikan Fortuner diesel membuat adrenalin mudah terpacu lantaran torsinya yang mengesankan dan tanpa jeda.

Keunggulan tersebut tak lepas dari teknologi Variable Nozzle Turbocharger (VNT) dan intercooler yang ditanamkan ke Toyota Fortuner diesel.

BACA JUGA : Mudah dan Nyaman, Ini Sebab Anda Harus Ngobrol Dengan Tasia

Turbo canggih yang disematkan pada Fortuner diesel dapat berputar mengikuti situasi, kondisi dan kebutuhan tenaga mesin sehingga meminimalkan potensi turbo lag.

Turbo lag adalah kondisi dimana mesin belum bisa menghasilkan torsi lantaran putaran turbo belum cukup kuat untuk memampatkan udara ke dalam ruang bakar. Itulah yang membuat mesin turbo tradisional terasa lemah di putaran bawah.

Nah, teknologi turbo variabel seperti VNT mengurangi risiko tersebut dan memperbesar tingkat kepadatan udara yang dikompresi ke dalam silinder.

Prinsip kerja turbo VNT mirip pompa. Embusan gas buang dimanfaatkan untuk memutar turbin yang satu poros dengan arah berlawanan.

BACA JUGA : Ini 3 Senjata Andalan Auto2000 di Era Digital Zaman Now, Nomor 3 Paling Cantik

Artinya, kalau turbin digerakkan oleh gas buang, propeler justru menyedot udara ke dalam mesin. Semakin kencang embusan angin, turbin dan propeler berputar tambah cepat. Udara yang disedot juga makin banyak.

Karena diputar oleh tekanan gas buang, terjadi keterlambatan kerja turbin, khususnya pada putaran rendah. Lebih khusus lagi, terjadi pada turbin dengan sudut sirip-sirip i”paten” alias tetap (dipasang mati).

Padahal kecepatan putaran turbin juga tergantung pada sudut sirip-sirip tersebut. Nah pada turbo VNT, sudut sirip bisa berubah. Perubahan disesuaikan pula dengan kecepatan embusan gas buang.

Hasilnya, keterlambatan pada putaran rendah bisa dikurangi atau kerja turbo makin mantap dari putaran rendah sampai tinggi. Perubahan sudut sirip turbin diatur oleh Engine Control Unit (ECU) berdasarkan putaran mesin.

BACA JUGA : SUV Tabrak Truk di Tol Trans Jawa, Benarkah Karena Serangan Microsleep?

Dengan ini, keterlambatan (lag) bisa dikurangi, juga mencegah terjadinya tekanan berlebihan (putaran sirip yang terlalu tinggi) yang dihasilkan turbocharger.

Sementara itu, intercooler bertugas mendinginkan udara yang disedot dan dimampatkan oleh turbocharger. Pendinginan diperlukan agar massa udara yang sampai ke ruang bakar lebih banyak, densitas udara lebih tinggi, khususnya oksigen.

Makin banyak masa udara atau oksigen yang bisa disedot dan kemudian dimampatkan oleh piston, kemampuan menghasilkan energi juga semakin besar.

Selain itu, mesin diesel modern menggunakan sistem akumulator tekanan bahan bakar yang disebut common rail. Selanjutnya, bahan bakar disemprotkan ke ruang bakar oleh injektor yang dikontrol secara elektronik.

Kerja injektor – menentukan jumlah dan waktu bahan bakar disemprotkan – diatur oleh komputer mesin atau ECU. Nah, kombinasi itulah yang digunakan meningkatkan kerja mesin diesel modern Toyota Fortuner diesel.

Auto2000

Share this article
Tanya Tasia