Toyota Impor BBM untuk Uji Mobil Standar Euro4

Oyama -Lagi-lagi kualitas bahan bakar yang tidak bagus, membuat pabrikan seperti Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) harus mendatangkan bahan bakar dari luar negeri. Itu dilakukan demi bisa menguji kendaraan Euro4 yang akan diekspor ke negara lain.

Seperti yang diakui Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono.

“Pemerintah (Indonesia-Red) kan sudah memiliki rencana untuk bisa mengurangi emisi. Itu sudah bagus, mau di 2020 ya ayo. Kita sudah siap untuk melahirkan teknologi kendaraan ramah lingkungan,” ujar Warih di ajang kampanye keamanan dan kendaraan ramah lingkungan yang digelar Toyota se-Asia Pasific di Jepang.

“Sebenarnya kendaraan Euro4 kita (Toyota) sudah punya (diproduksi di Indonesia-Red), tapi bahan bakarnya (yang menjadi permasalahan). Kalau kita ngetes kendaraan Euro4 saja, itu bahan bakarnya kami impor,” tambahnya.

Hal inilah yang membuat Toyota sangat berharap agar kehadiran bahan bakar Euro4 benar-benar terwujud di Indonesia.

“Kapan bisa penerapan Euro4? Kalau bisa secepatnya, sekarang kan eranya fuel efficient vehicle. Vehicle-nya sudah ada semua, seperti hybrid dan lain-lain, tapi kan hybrid itu harus ada petanya (dari pemerintah-Red), kalau tidak ada maka akan sangat mahal. Makanya ada campur tangan pemerintah untuk mewujudkannya (jalan di jalanan Indonesia-Red),” katanya.

“Sehingga kalau sudah ada road map-nya dari pemerintah, manufacturing bisa mengikutinya dan mempersiapkan semuanya. Kita juga perlu persiapan, misalnya untuk Euro4, sudah diketuk 2 tahun-2 tahun. Ya kita harus siap. CNG? Itu ada juga persiapannya seperti kit-nya. Karena ini akan melibatkan vendor dan semuanya harus dipersiapkan,” tambahnya.

M Luthfi Andika – detikOto

Kepedulian Toyota Terhadap Lingkungan Sudah Dilakukan Sejak 1968

Oyama -Saat ini banyak pabrikan yang benar-benar menyatakan akan melahirkan kendaraan ramah lingkungan dengan energi alternatif. Namun tahu tidak, Toyota sudah melakukannya sejak 1968.

Seperti yang disampaikan Toyota dalam ajang Toyota Technology Media Trip, yang berfokus pada pengenalan teknologi kendaraan ramah lingkungan dan keamanan milik Toyota.

Dikatakan, penelitian Toyota tentang kendaraan ramah lingkungan dimulai sejak tahun 1968, ketika Toyota melakukan pengembangan sistem hybrid. Penelitian ini akhirnya berujung pada peluncuran produksi massal pertama di dunia dengan nama Toyota Prius pada tahun 1997.

Instruktur Toyota menjelaskan, Toyota Hybrid Synergy Drive adalah fitur canggih di mobil hybrid Toyota, sebuah sistem pintar yang bisa mengganti dengan mulus antara motor listrik dan mesin bensin, atau menjalankan kombinasi keduanya, tergantung kondisi mengemudi.

“Hari ini kita akan menguji berbagai teknologi sistem keamanan terbaik, pada mobil ramah lingkungan hybrid seperti Toyota Prius,” tambah instruktur Toyota, di Higashi-Fuji RnD Centre, Jepang.

Toyota menyadari bahwa penggunaan kendaraan ramah lingkungan perlu ditingkatkan sebagai proporsi dari semua kendaraan yang dijual, supaya mobil ramah lingkungan bisa berkontribusi kepada lingkungan.

Demi mempromosikan konsep ini, Toyota menawarkan perluasan barisan kendaraan hybrid secara berkelanjutan di setiap pangsa kendaraan dari mobil penumpang kompak ke SUV dan kendaraan komersial.

Dikatakan hingga Mei 2016, Toyota sudah menjual 9 juta kendaraan Hybrid. Sebagai pengganti kendaraan konvensional, sistem hybrid Toyota sudah secara kolektif menyimpan 67 juta ton CO2, dan 25 juta kiloliter bensin. Itu akan mengambil wilayah hutan hujan tropis sebesar 22,000 km2 untuk menyerap CO2 yang telah disimpan.

Toyota juga menyadari bahwa untuk meningkatkan popularitas hybrid, hybrid harus dapat diandalkan seperti kendaraan konvensional. Untuk menyelesaikan ini, Toyota menempatkan perhatian besar pada baterai hybrid yang digunakan untuk menggerakan komponen motor listrik dari kendaraan tersebut.

Baterainya dibuat oleh Primearth EV Energy, sebuah perusahaan yang melakukan berbagai tes lab untuk daya tahan dan keandalan pada baterai untuk memastikan kualitas.

Teknologi hybrid adalah teknologi dasar untuk kendaraan yang menggunakan sumber energi alternatif seperti Plug-In Hybrid, Electric Vehicles dan Fuel Cell Vehicles yang Toyota sudah kembangkan sejalan dengan pendekatan Toyota untuk menawarkan kendaraan dengan sumber energi yang beragam.

M Luthfi Andika – detikOto

 

share