LOKASIMU

Memilih lokasi Anda membantu kami memberikan harga yang akurat, ketersediaan stok, dan menemukan cabang terdekat untuk Anda.

Sudah Tahu Fungsi Fitur Defogger? Ini Penjelasannya


Auto2000.co.id – Masih banyak pemilik mobil yang belum tahu fitur yang tersedia di mobil keluaran terbaru. Padahal, ada yang cukup bermanfaat sehingga perlu diketahui fungsi dan cara kerjanya, sehingga bisa memaksimalkan fitur tersebut.

Salah satunya, yaitu defogger atau bahasa sederhananya fitur penangkal embun. Secara umum, fitur tersebut tersedia di mobil dan ditempatkan di kaca belakang dengan bentuk garis-garis horizontal.

Sesuai namanya, yaitu menangkal embun terutama ketika turun hujan dan AC tetap menyala, pengemudi di dalam mobil tetap bisa melihat pandangan ke luar, karena defogger bisa menghilangkan embun.

“Fitur tersebut sudah tersedia hampir di semua model mobil Toyota yang dipasarkan di Indonesia. Fungsinya sederhana, tetapi sangat membantu untuk visibilitas pengendara,” kata Deni Adrian, Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong.

BACA JUGA : Jangan Pakai Oli Transmisi Matik Biasa Untuk Matik CVT, Ini Alasannya

Proses terjadinya pengembunan pada kaca karena adanya perbedaan suhu antara di dalam kabin dan di sekeliling bodi mobil alias lingkungan sekitar.

Berkat defogger, permukaan kaca menjadi panas, sehingga tidak akan timbul embun dan pengendara tetap bisa melihat jalan ke depan atau ke belakang dengan jelas.
Selain tampilan eksterior dengan bentuk garis berwarna cokelat, mobil yang memiliki fitur ini juga bisa dilihat dari sisi interior.

BACA JUGA : Benarkah Ban Mobil Cepat Panas dan Gampang Meletus di Jalan Tol?

Di bagian dasbor, pemilik mobil bisa melihat dari pilihan tombol bergambar persegi panjang yang dipotong oleh tiga anak panah. Tombol ini umumnya diletakkan tidak jauh dari tombol AC.

Perlu diingat, seiring waktu fitur tersebut juga sewaktu-waktu bisa rusak. Oleh sebab itu menurut Deni tidak ada salahnya ketika melakukan servis berkala di Auto2000 minta kepada teknisi untuk melakukan pengecekan.

​​​​​​​“Khawatir tidak berfungsi, sehingga perlu di cek setiap 20.000 km atau selebihnya, untuk memastikan saja bahwa fitur tersebut masih berfungsi secara normal,” tutup Deni.

Share this article
Tanya Tasia