LOKASIMU

Memilih lokasi Anda membantu kami memberikan harga yang akurat, ketersediaan stok, dan menemukan cabang terdekat untuk Anda.

Standard Chartered & Astra Teken Perjanjian Jual Beli Saham PermataBank Dengan Bangkok Bank

JAKARTA: Standard Chartered PLC (Standard Chartered) dan PT Astra International Tbk
(Astra) pada hari Kamis (12/12) menandatangani perjanjian pembelian saham bersyarat
untuk menjual saham mereka, masing-masing sebesar 44,56% di PT Bank Permata Tbk
(PermataBank) kepada Bangkok Bank Public Company Limited (Bangkok Bank).

Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto (kedua kiri), Wakil Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro (kiri), Presiden Bangkok Bank Chartsiri Sophonpanich (kedua kanan) dan Group Head Corporate Development Standard Chartered David Churchman (kanan) menandatangani perjanjian jual beli saham pada acara signing ceremony di Jakarta (12/12).

 

Penyelesaian transaksi tersebut bergantung pada terpenuhinya persyaratan-persyaratan
tertentu, termasuk diperolehnya persetujuan pemegang saham Bangkok Bank dan
persetujuan-persetujuan yang dipersyaratkan oleh peraturan yang berlaku di Indonesia dan
Thailand, yang diharapkan dapat selesai sebelum akhir tahun 2020.

Bangkok Bank sepakat mengakuisisi 89,12% saham PermataBank dari Penjual secara
tunai. Nilai akuisisi tersebut adalah 1,77 kali dari nilai buku per laporan keuangan terakhir
PermataBank sebelum penyelesaian transaksi. Jika mengacu pada nilai buku PermataBank
per 30 September 2019, total dana yang akan diterima Penjual sekitar US$2,6 miliar (Rp37
triliun), atau setara dengan harga Rp1.498 per saham PermataBank.

Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto (ketiga kiri) didampingi Wakil Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro (kedua kiri), Direktur Astra Suparno Djasmin (kiri) bersama Presiden Bangkok Bank Chartsiri Sophonpanich (ketiga kanan), Group Head Corporate Development Standard Chartered David Churchman (kedua kanan) dan Regional Head, Retail Banking, ASEAN & South Asia Standard Chartered Sebastian Arcuri (kanan) berbincang seusai menandatangani perjanjian jual beli saham pada acara signing ceremony di Jakarta (12/12).

 

Group Chief Executive Standard Chartered Bill Winters mengatakan, “Pelepasan saham di
PermataBank memungkinkan kami untuk fokus pada bisnis yang kami miliki sepenuhnya di
pasar Indonesia yang besar dan strategis ini; dan selanjutnya kami akan menggunakan
modal yang ada untuk diinvestasikan kembali atau dikembalikan kepada pemegang saham.Transaksi ini juga menunjukkan fokus kami dalam mengeksekusi dengan cepat prioritas-
prioritas strategi baru yang kami umumkan pada awal tahun ini.”

Presiden Direktur Astra Prijono Sugiarto mengatakan, “Astra secara berkala meninjau
strategi portofolio investasinya dan mengambil keputusan dengan memperhatikan
kepentingan terbaik seluruh pemangku kepentingan. Keputusan kami terkait PermataBank
telah mempertimbangkan kinerja PermataBank yang membaik, prospek positif industri jasa
keuangan di Indonesia dan strategi kami untuk fokus memperkuat posisi Astra sebagai
penyedia jasa keuangan di segmen ritel di Indonesia.” Prijono juga mengatakan, “Bangkok
Bank merupakan salah satu bank terbesar di Thailand dan well-capitalised. Hubungan bisnis
yang ada saat ini antara Grup Astra dan PermataBank akan berjalan seperti biasa dan kami
akan menjajaki kerja sama bisnis lainnya.”

J.P. Morgan bertindak sebagai penasihat keuangan Astra and Standard Chartered.
Link Penting:

Mohon dapat mengunduh keterbukaan informasi Standard Chartered sesuai peraturan
pencatatan di Bursa Efek London:

https://www.londonstockexchange.com/exchange/news/market-news/market-news-
detail/STAN/14346198.html

Auto2000

Share this article
Tanya Tasia