Beda EV dan PHEV? Kenali Perbedaan Mobil Listrik Murni dan Plug-in Hybrid
Diterbitkan27 Jul 2026
Perkembangan kendaraan elektrifikasi membuat pilihan mobil ramah lingkungan semakin beragam, termasuk EV dan PHEV. Bagi AutoFamily yang sedang mempertimbangkan mobil elektrifikasi, memahami beda EV dan PHEV menjadi hal penting agar dapat memilih kendaraan sesuai kebutuhan berkendara sehari-hari.
Kedua jenis kendaraan tersebut sama-sama menggunakan tenaga listrik untuk membantu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Namun, terdapat perbedaan mendasar pada sumber tenaga, sistem penggerak, hingga cara pengisian daya baterai. Simak penjelasannya di bawah ini.
Apa Itu EV?
Electric Vehicle (EV) merupakan kendaraan yang seluruh tenaganya berasal dari energi listrik yang tersimpan dalam baterai. Mobil jenis ini tidak menggunakan mesin pembakaran internal sehingga tidak membutuhkan bahan bakar bensin maupun solar untuk bergerak.
EV menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama. Ketika baterai memiliki daya yang cukup, energi listrik akan dialirkan menuju motor untuk menghasilkan tenaga yang menggerakkan roda kendaraan.
Beberapa karakteristik utama EV antara lain:
- Menggunakan baterai sebagai satu-satunya sumber energi.
- Tidak memiliki mesin pembakaran internal.
- Pengisian daya dilakukan melalui stasiun pengisian kendaraan listrik atau sumber listrik rumah.
- Menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.
Baca Juga: Mari Mengenal Mobil Hybrid dan Keunggulannya
Apa Itu PHEV?
Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) merupakan kendaraan hybrid yang menggabungkan dua sumber tenaga, yaitu motor listrik dan mesin pembakaran internal berbahan bakar bensin.
Berbeda dari hybrid konvensional, mobil PHEV memiliki baterai berkapasitas lebih besar yang dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal. Ketika daya baterai tersedia, kendaraan dapat berjalan menggunakan tenaga listrik sebelum mesin bensin digunakan.
Beberapa karakteristik utama PHEV meliputi:
- Menggunakan kombinasi motor listrik dan mesin bensin.
- Baterai dapat diisi melalui sumber listrik eksternal.
- Tetap dapat menggunakan bahan bakar ketika daya baterai listrik berkurang.
- Memiliki fleksibilitas lebih tinggi untuk perjalanan jarak jauh.
PHEV menjadi solusi bagi pengguna yang ingin merasakan pengalaman berkendara listrik tetapi masih membutuhkan dukungan mesin bensin untuk perjalanan tertentu.
Apa Saja Perbedaan EV dan PHEV?
Meskipun sama-sama menggunakan teknologi elektrifikasi, EV dan PHEV memiliki beberapa perbedaan penting yang perlu AutoFamily ketahui.
1. Perbedaan Sumber Tenaga
Perbedaan paling utama antara EV dan PHEV terletak pada sumber energi yang digunakan.
EV sepenuhnya mengandalkan energi listrik dari baterai. Artinya, kendaraan hanya dapat bergerak apabila baterai memiliki daya yang cukup.
Sementara itu, PHEV menggunakan dua sumber tenaga sekaligus. Kendaraan dapat menggunakan motor listrik untuk perjalanan tertentu dan beralih ke mesin bensin ketika diperlukan.
2. Perbedaan Sistem Penggerak
EV menggunakan motor listrik sebagai satu-satunya penggerak kendaraan. Sistem ini membuat komponen mekanis lebih sederhana karena tidak membutuhkan transmisi dan mesin pembakaran seperti kendaraan konvensional.
PHEV memiliki sistem penggerak yang lebih kompleks karena menggabungkan motor listrik dan mesin bensin. Kedua sistem tersebut dapat bekerja secara bergantian maupun bersama untuk menghasilkan tenaga yang optimal.
3. Perbedaan Pengisian Baterai
EV harus melakukan pengisian ulang baterai menggunakan sumber listrik, baik melalui fasilitas pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) maupun charger di rumah.
Pada PHEV, baterai juga dapat diisi menggunakan sumber listrik eksternal. Namun, kendaraan tetap dapat berjalan menggunakan bahan bakar ketika kapasitas baterai listrik sudah menurun.
Hal ini membuat PHEV memiliki alternatif penggunaan yang lebih fleksibel, terutama untuk perjalanan jauh.
4. Perbedaan Jarak Tempuh
Jarak tempuh EV bergantung sepenuhnya pada kapasitas baterai dan kondisi penggunaan kendaraan. Apabila baterai habis, kendaraan perlu melakukan pengisian ulang sebelum dapat digunakan kembali.
PHEV memiliki tambahan sumber tenaga dari mesin bensin sehingga jarak tempuhnya dapat lebih panjang. Ketika baterai listrik habis, kendaraan masih dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bahan bakar.
5. Perbedaan Pengalaman Berkendara
EV menawarkan pengalaman berkendara yang lebih senyap karena hanya menggunakan motor listrik. Respons akselerasi juga terasa lebih cepat karena tenaga listrik dapat disalurkan secara langsung.
PHEV memberikan pengalaman berkendara yang menggabungkan karakter mobil listrik dan kendaraan konvensional. Anda dapat menikmati mode berkendara listrik untuk perjalanan tertentu sekaligus tetap memiliki dukungan mesin bensin.
Baca Juga: Kenapa Hybrid Lebih Praktis dari EV? Ini Jawaban Toyota
Kelebihan EV dan PHEV
Setiap jenis kendaraan elektrifikasi memiliki keunggulan masing-masing sesuai kebutuhan pengguna.
Kelebihan EV
- Tidak menghasilkan emisi gas buang dari mesin pembakaran.
- Biaya energi dapat lebih efisien dibandingkan penggunaan bahan bakar konvensional.
- Suara mesin lebih senyap saat berkendara.
- Memiliki komponen mesin yang lebih sederhana.
Kelebihan PHEV
- Memiliki fleksibilitas penggunaan karena tersedia motor listrik dan mesin bensin.
- Tidak sepenuhnya bergantung pada infrastruktur pengisian daya.
- Cocok untuk penggunaan dalam kota maupun perjalanan jarak jauh.
- Memberikan pilihan berkendara listrik maupun hybrid sesuai kondisi.
Pilih EV atau PHEV Sesuai Kebutuhan Berkendara
Memilih antara EV dan PHEV perlu disesuaikan dengan kebiasaan berkendara sehari-hari. EV dapat menjadi pilihan bagi AutoFamily yang sering melakukan perjalanan dalam kota dan memiliki akses mudah ke fasilitas pengisian daya.
Sementara itu, PHEV dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan kendaraan elektrifikasi dengan fleksibilitas lebih tinggi, terutama bagi yang masih sering melakukan perjalanan jarak jauh.
Selain mempertimbangkan teknologi kendaraan, penting juga memperhatikan kebutuhan perawatan, ketersediaan layanan purnajual, serta dukungan ekosistem kendaraan elektrifikasi.
Key Takeaways
- EV menggunakan tenaga listrik sepenuhnya dari baterai tanpa mesin pembakaran internal, sedangkan PHEV menggabungkan motor listrik dan mesin bensin.
- Pengisian daya EV hanya dilakukan melalui sumber listrik, sementara PHEV dapat menggunakan listrik maupun bahan bakar.
- EV lebih cocok untuk perjalanan dengan akses pengisian daya yang memadai, sedangkan PHEV menawarkan fleksibilitas penggunaan lebih tinggi.
- Perbedaan utama EV dan PHEV terletak pada sistem penggerak, kapasitas baterai, serta ketergantungan terhadap bahan bakar.
- Memahami karakteristik EV dan PHEV membantu Anda memilih kendaraan elektrifikasi yang sesuai kebutuhan.
DAPATKAN LAYANAN PURNAJUAL TERBAIK UNTUK MOBIL TOYOTA ANDA DI AUTO2000 DIGIROOM!
Dapatkan Informasi Lengkap Mobil Toyota di Auto2000!
Memahami beda EV dan PHEV membantu AutoFamily menentukan jenis kendaraan elektrifikasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari. Setiap teknologi memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing yang dapat memberikan pengalaman berkendara berbeda.
Toyota menghadirkan berbagai pilihan mobil elektrifikasi, mulai dari mobil listrik seperti bZ4X hingga mobil hybrid yang dirancang untuk memberikan efisiensi dan kenyamanan dalam perjalanan.
Kunjungi Auto2000 Digiroom untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai mobil Toyota, atau lakukan konsultasi langsung di bengkel Auto2000 terdekat untuk mengetahui pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Informasi dalam konten artikel ini dapat mengalami perubahan dan perbedaan, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, spesifikasi kendaraan, kebijakan, serta ketentuan dari pihak terkait tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Promo Terkait
Lihat semuaArtikel Lainnya
Lihat semuaShare With:

AUTO2000 DIGIROOM
Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang terbesar di seluruh Indonesia.







