LOKASIMU

Memilih lokasi Anda membantu kami memberikan harga yang akurat, ketersediaan stok, dan menemukan cabang terdekat untuk Anda.

Apa itu Aquaplaning Yang Bikin Mobil Kecelakaan Terbalik di Jalan Tol?

Auto2000.co.id

Tersiar video sebuah SUV mengalami kecelakaan dan terbalik di jalan tol. Dugaan awal adalah SUV tersebut mengalami aquaplaning atau hydroplaning dan lepas kendali hingga terbalik.
Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan aquaplaning atau hydroplaning tersebut?
Seperti diketahui bersama, saat ini sudah masuk musim hujan dan setiap saat hujan lebat siap mendera perjalanan Anda menggunakan mobil Toyota kesayangan.
Saking lebatnya hujan, atau karena sistem drainase jalan yang tidak optimal dan perbedaan kontur jalan, muncul genangan di atas permukaan jalan.
BACA JUGA : Viral! Ada Petani Beli Toyota Rush Pakai Uang Logam Receh Rp 40 Juta

Aquaplaning adalah kondisi ban mobil yang kehilangan penapakan (traksi) pada permukaan jalan saat melintasi genangan air di permukaan jalan.
Genangan air yang terbentuk tidak perlu terlalu tinggi untuk menyebabkan aquaplaning. Yang penting, ada lapisan pemisah antara jalan dan ban mobil sehingga ban kehilangan kontak sesaat.
Pada dasarnya, permukaan ban mobil selalu dapat menapak permukaan jalan karena adanya bobot mobil. Namun begitu, setiap mobil memiliki bagian kolong yang dialiri oleh angin saat bergerak maju.
Ibarat pesawat terbang, angin yang mengalir di kolong mobil itu akan menimbulkan daya angkat seiring bertambahnya kecepatan kendaraan.
BACA JUGA : Sambut Tahun Baru Imlek, Auto2000 Punya Banyak Program Promo Memikat

Tidak sampai membuat mobil Anda ‘terbang’ tapi cukup untuk membuat ban kesulitan menapak jalan dan terasa seperti melayang. Kondisi ini lebih terasa di mobil besar seperti MPV dan SUV.
Di lain sisi, air memiliki nilai viskositas (kekentalan) sehingga membutuhkan waktu untuk mengalir atau berpindah tempat sekalipun mendapatkan tekanan dari bobot mobil yang sedang melaju.
Jika mobil Anda sedang berlari dengan kecepatan tertentu, sebagian air yang tidak sempat dipindahkan oleh alur yang dibentuk oleh telapak ban akan tetap tertahan di bawah ban sehingga membentuk lapisan tipis.
Walau tipis, kondisi itu cukup untuk menahan telapak ban mobil untuk tidak menyentuh permukaan jalan. Saat inilah ban mobil Anda kehilangan traksi.
Nah, seringkali pengemudi tidak waspada hingga timbul kecelakaan lantaran kejadiannya hanya sepersekian detik saja. Analogi sederhananya seperti saat Anda terpeleset ubin licin.
BACA JUGA : Waspadalah, Ini Sebab dan Cara Mengatasi Aquaplaning
​​​​​​​
Pernahkah Anda sadar bahwa ubin itu licin sampai akhirnya terpeleset? Hampir pasti Anda tidak menyadarinya.
Kondisi serupa berlaku ketika mobil Anda terkena aquaplaning. Tipisnya lapisan air membuat Anda tidak sadar akan potensi bahaya sehingga relatif kurang waspada. Apalagi saat itu mobil sedang dipacu kencang.
Beda ketika Anda melihat ada genangan air cukup tinggi di jalan. Anda pasti berupaya melakukan antisipasi, entah dengan mengurangi kecepatan atau melakukan manuver menghindar.
Aquaplaning terjadi begitu cepat sehingga Anda tidak sadar dan salah melakukan antisipasi. Bila sudah terjadi, nyawa Anda, penumpang, dan pengguna jalan lain jadi taruhannya.
Lantas, apa yang harus Anda lakukan ketika mobil mengalami aquaplaning? Ikuti lanjutan dari konten ini.

Share this article
Tanya Tasia