Mobil Bunyi Gluduk Saat Lewat Jalan Bergelombang? Jangan Abaikan Komponen Ini
Diterbitkan28 Sep 2026
Mobil Bunyi Gluduk Saat Lewat Jalan Bergelombang? Jangan Abaikan Komponen Ini
Suara gluduk saat melewati jalan bergelombang biasanya berasal dari area bawah kendaraan ketika komponen suspensi dan kemudi bergerak mengikuti kondisi jalan. Bunyi dapat menjadi tanda adanya celah berlebih, karet peredam yang melemah, sambungan longgar, atau komponen suspensi yang mulai kehilangan kemampuan meredam gerakan.
Pada jalan rata mobil mungkin terasa normal, tetapi bunyi muncul ketika melewati paving block, jalan bergelombang, sambungan jembatan, atau lubang kecil berulang. Pola tersebut dapat membantu mempersempit komponen yang perlu diperiksa.
Komponen yang Perlu Diperiksa
Jika muncul suara gluduk saat melewati permukaan tidak rata, beberapa bagian yang perlu diperiksa antara lain:
- Link stabilizer atau bushing stabilizer: dapat menimbulkan ketukan cepat dan berulang ketika roda kanan dan kiri bergerak tidak bersamaan.
- Bushing lower arm: karet yang retak atau kehilangan elastisitas dapat membuat gerakan lower arm lebih bebas.
- Ball joint atau tie rod: keausan sambungan dapat menimbulkan free play dan bunyi saat roda bergerak.
- Shock absorber atau upper mounting: kemampuan redam yang menurun atau dudukan yang aus dapat menimbulkan bunyi.
- Baut dan dudukan kaki-kaki: sambungan yang kurang kencang juga dapat menghasilkan suara serupa.
Jika bunyi muncul setiap kali melewati jalan tidak rata, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih awal sebelum muncul gejala lain seperti setir tidak stabil atau kendaraan terasa sulit dikendalikan.
Mengapa Bunyi Gluduk Lebih Jelas di Jalan Bergelombang?
Suspensi memungkinkan roda bergerak naik dan turun agar tetap mengikuti permukaan jalan. Shock absorber mengontrol gerakan tersebut, sementara bushing dan joint menjaga posisi komponen tetap sesuai jalurnya.
Di jalan rata, gerakan suspensi relatif kecil sehingga celah pada komponen tertentu mungkin belum menghasilkan suara.
Ketika melewati jalan bergelombang, suspensi bergerak cepat dan berulang. Komponen yang memiliki kelonggaran dapat berpindah di dalam celah tersebut dan menghasilkan benturan kecil yang terdengar sebagai suara “gluduk”. Karena itu, jenis permukaan jalan ketika bunyi muncul menjadi informasi penting saat diagnosis.
1. Link Stabilizer Bisa Menimbulkan Ketukan Cepat
Link stabilizer menghubungkan stabilizer bar dengan suspensi. Ketika sambungannya aus, free play dapat muncul. Pada jalan bergelombang, roda kanan dan kiri bergerak dengan posisi berbeda sehingga stabilizer menerima gerakan puntir. Link yang longgar dapat menghasilkan ketukan berulang, terutama pada kecepatan rendah hingga sedang. Bunyi terkadang berkurang ketika melewati polisi tidur secara lurus karena kedua roda bergerak hampir bersamaan.
2. Bushing Lower Arm yang Aus
Lower arm membantu menjaga posisi roda terhadap bodi kendaraan dan menggunakan bushing sebagai peredam sekaligus pembatas gerakan.
Seiring waktu, bushing dapat retak, mengeras, sobek, atau terlepas sebagian dari rumahnya.
Jika sudah aus, lower arm dapat bergerak lebih jauh dari posisi normal ketika roda menghantam gelombang. Gerakan tersebut dapat menghasilkan bunyi gluduk.
Pada kondisi tertentu, pengemudi juga dapat merasakan perubahan ketika mengerem atau berakselerasi karena posisi roda sedikit berubah.
3. Ball Joint dan Tie Rod yang Memiliki Free Play
Ball joint memungkinkan suspensi dan roda bergerak, sedangkan tie rod meneruskan gerakan sistem kemudi ke roda. Jika sambungan mengalami keausan, free play dapat muncul. Awalnya mungkin hanya terdengar bunyi, tetapi ketika keausan bertambah, respons kemudi juga dapat berubah.
Petunjuk awal yang bisa diperhatikan:
- Gluduk cepat di jalan bergelombang → link stabilizer atau bushing stabilizer.
- Gluduk lebih berat ketika roda masuk lubang → lower arm, ball joint, atau mounting.
- Bunyi disertai setir kurang presisi → tie rod atau ball joint.
- Bunyi disertai mobil memantul → shock absorber.
- Bunyi muncul setelah servis kaki-kaki → periksa kembali baut dan dudukan.
Gejala tersebut bukan diagnosis final karena satu bunyi dapat berasal dari beberapa komponen.
4. Shock Absorber Lemah Tidak Selalu Bocor
Shock absorber dapat kehilangan kemampuan redam meskipun tidak terlihat mengalami kebocoran oli. Jika daya redam menurun, roda dan bodi bergerak naik-turun lebih lama setelah melewati permukaan tidak rata. Komponen suspensi lainnya juga menerima gerakan yang lebih besar.
Perhatikan perilaku mobil setelah melewati polisi tidur dengan kecepatan rendah. Jika bodi masih memantul beberapa kali sebelum stabil, shock absorber perlu diperiksa.
Sumber bunyi juga dapat berasal dari upper mounting, karet dudukan, bearing mounting, atau sambungan shock absorber, bukan hanya shock absorber itu sendiri.
5. Bushing Stabilizer yang Aus
Bushing stabilizer berfungsi menjepit stabilizer bar sekaligus memungkinkan gerakan tertentu. Jika karet aus dan ruang di dalamnya membesar, batang stabilizer dapat bergerak lebih bebas. Di jalan rata bunyinya mungkin hampir tidak terdengar, tetapi pada jalan bergelombang dapat muncul ketukan berulang.
Karena itu, bunyi kaki-kaki tidak selalu berarti komponen besar harus diganti. Sumbernya dapat berasal dari bushing atau sambungan yang relatif sederhana.
6. Upper Mounting Shock Absorber
Pada beberapa kendaraan, terutama yang menggunakan suspensi MacPherson strut, bagian atas shock absorber terhubung ke bodi melalui mounting.
Karet mounting yang retak atau bearing yang longgar dapat menghasilkan bunyi ketika suspensi bekerja cepat. Bunyi biasanya terasa berasal dari area atas roda atau dekat spatbor.
Pemeriksaan dapat dilakukan melalui inspeksi visual, pengecekan kelonggaran, dan test drive.
7. Baut atau Dudukan yang Longgar
Baut pengikat juga perlu diperiksa, terutama jika kendaraan baru menjalani pekerjaan kaki-kaki. Kelolongan pada dudukan shock absorber, stabilizer, lower arm, subframe, atau komponen kemudi dapat menghasilkan bunyi seperti komponen rusak.
Pengencangan harus mengikuti torque specification kendaraan. Mengencangkan baut secara sembarangan tidak dianjurkan karena setiap sambungan memiliki spesifikasi masing-masing.
Pola Bunyi Bisa Membantu Diagnosis
Saat membawa mobil ke bengkel, jangan hanya mengatakan “kaki-kaki bunyi”. Berikan informasi yang lebih spesifik, misalnya:
“Bunyinya dari depan kiri, muncul sekitar 20–40 km/jam saat melewati paving block, tetapi hampir tidak terdengar di jalan rata.”
Perhatikan:
- Lokasi bunyi: depan atau belakang, kiri atau kanan.
- Jenis permukaan: paving block, gelombang kecil, lubang, atau sambungan jalan.
- Kondisi kendaraan: saat mengerem, berakselerasi, menikung, atau berjalan lurus.
- Gejala tambahan: setir bergetar, mobil memantul, atau arah kendaraan berubah.
Jika memungkinkan, lakukan test drive bersama teknisi karena bunyi kaki-kaki terkadang sulit direproduksi ketika mobil hanya berada di atas lift.
Kesimpulan
Suara gluduk saat melewati jalan bergelombang sebaiknya tidak diabaikan. Bunyi tersebut dapat menunjukkan adanya kelonggaran, keausan, atau masalah pada komponen suspensi dan kemudi.
Link stabilizer, bushing stabilizer, lower arm, ball joint, tie rod, shock absorber, upper mounting, serta baut dan dudukan merupakan beberapa bagian yang perlu diperiksa.
Jangan menentukan komponen yang rusak hanya berdasarkan suara. Catat kapan bunyi muncul, dari mana sumbernya, dan apakah disertai perubahan pada setir, kestabilan, atau keausan ban.
Pemeriksaan sejak awal dapat membantu menemukan sumber masalah sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih besar dan memengaruhi kenyamanan maupun kendali kendaraan.
Hubungi Kami
Butuh informasi tentang kendaraan, servis, atau produk Toyota? Hubungi Sales Auto2000 Soekarno-Hatta Bandung untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai produk dan layanan Toyota.
Vincent Salim – Sales Auto2000 Soekarno-Hatta
PT Astra International – Toyota Sales Operation
Promo Terkait
Lihat semuaArtikel Lainnya
Lihat semuaShare With:

AUTO2000 DIGIROOM
Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang terbesar di seluruh Indonesia.







