Ganti Satu Ban Saja Boleh atau Tidak? Ini yang Harus Dicek agar Mobil Tetap Stabil

Diterbitkan5 Okt 2026

Ganti Satu Ban Saja Boleh atau Tidak? Ini yang Harus Dicek agar Mobil Tetap Stabil

Mengganti satu ban pada satu poros memang bisa dilakukan dalam kondisi tertentu, misalnya ketika satu ban mengalami bocor parah, sobek, benjol, atau kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Namun, keputusan ini tidak cukup hanya berdasarkan kondisi ban pasangannya yang masih terlihat bagus.

Perbedaan ukuran, konstruksi, kedalaman tapak, tekanan, dan karakter grip antara ban kiri dan kanan dapat memengaruhi kestabilan mobil saat berakselerasi, mengerem, maupun melewati jalan basah.


Cek 5 Hal Sebelum Mengganti Satu Ban

Jika hanya satu ban yang diganti, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan ukuran, load index, dan speed rating sesuai spesifikasi kendaraan.
  • Sebaiknya gunakan merek, model, konstruksi, dan pola tapak yang sama dengan ban pasangannya.
  • Bandingkan kedalaman tapak ban baru dan ban lama. Perbedaan yang terlalu besar perlu dihindari.
  • Atur tekanan kedua ban sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan, bukan angka maksimum pada dinding ban.
  • Jika ban pasangannya sudah cukup aus, pertimbangkan mengganti dua ban sekaligus pada satu poros.

Intinya, dua ban dalam satu poros sebaiknya memiliki karakter kerja yang cukup seimbang.


Mengapa Kondisi Dua Ban Harus Serupa?

Dua roda pada satu poros bekerja sebagai pasangan saat mobil melaju, menikung, dan mengerem. Jika satu ban memiliki tapak jauh lebih dalam daripada pasangannya, karakter grip dan kemampuan membuang air dapat berbeda.

Sebagai contoh, ban lama dengan kedalaman tapak 3 mm dipasangkan dengan ban baru sekitar 8 mm. Perbedaan ini mungkin tidak terasa saat berkendara pelan di jalan kering, tetapi dapat lebih berpengaruh ketika pengereman mendadak atau melewati genangan.

Selain ukuran seperti 205/55 R16, perhatikan juga load index dan speed rating. Angka dan huruf tersebut menentukan kemampuan ban membawa beban dan bekerja pada kecepatan tertentu. Karena itu, spesifikasi kendaraan tetap menjadi acuan utama.


Kedalaman Tapak Juga Memengaruhi Diameter Ban

Ban baru memiliki tapak yang lebih tebal sehingga diameter aktualnya sedikit berbeda dari ban yang sudah aus. Misalnya, perbedaan kedalaman tapak sekitar 4 mm dapat menghasilkan perbedaan diameter keseluruhan sekitar 8 mm.

Perbedaan diameter membuat jumlah putaran roda berpotensi berbeda. Pada kendaraan dengan ABS, traction control, stability control, atau sistem AWD tertentu, kecepatan putaran roda dipantau oleh sensor.

Perbedaan kecil belum tentu langsung menimbulkan masalah, tetapi semakin besar perbedaannya, semakin penting untuk mengikuti batas yang ditentukan pabrikan. Pada kendaraan AWD atau 4WD tertentu, toleransinya bahkan dapat lebih ketat.


Merek Sama Belum Tentu Cukup

Menggunakan merek yang sama tidak otomatis membuat dua ban memiliki karakter identik. Satu produsen dapat memiliki berbagai model dengan pola tapak, kompon, kekakuan sidewall, dan karakter pengereman yang berbeda.

Karena itu, jika model ban lama masih tersedia, menggunakan merek dan model yang sama biasanya lebih ideal daripada hanya menyamakan ukuran.


Kapan Satu Ban Saja Masih Bisa Diganti?

Penggantian satu ban masih dapat dipertimbangkan jika ban pasangannya masih dalam kondisi baik dan tingkat keausannya relatif dekat. Jangan hanya melihat ketebalan tapak dengan mata. Gunakan tread depth gauge dan ukur beberapa titik pada bagian dalam, tengah, serta luar tapak.

Sebagai gambaran, perbedaan 7 mm pada ban lama dengan 8 mm pada ban baru masih relatif dekat. Sementara perbedaan 3 mm dengan 8 mm sudah jauh lebih besar sehingga mengganti sepasang ban lebih layak dipertimbangkan.

Angka tersebut hanya ilustrasi, bukan batas universal. Untuk kendaraan AWD, ikuti toleransi perbedaan tread depth atau circumference yang tercantum dalam manual kendaraan.


Mengapa Jalan Basah Membuat Perbedaan Lebih Penting?

Saat hujan, alur tapak membantu mengalirkan air dari area kontak ban dengan jalan. Ban yang lebih aus memiliki volume alur yang lebih kecil dibandingkan ban baru.

Jika satu sisi menggunakan ban baru dan sisi lainnya jauh lebih aus, kemampuan kedua ban mempertahankan grip di atas jalan basah dapat berbeda. Karena itu, keseimbangan kondisi ban bukan hanya soal penampilan, tetapi juga konsistensi grip kiri dan kanan ketika kondisi jalan menjadi kritis.


Cari Penyebab Ban Lama Rusak

Jika hanya satu ban yang mengalami masalah, cari tahu juga penyebab kerusakannya. Jika kerusakan disebabkan benda tajam atau benturan, penyebabnya mungkin jelas.

Namun, jika terjadi keausan tidak merata, penggantian ban saja belum tentu menyelesaikan masalah. Periksa kemungkinan:

  • Alignment tidak tepat, seperti toe atau camber yang tidak sesuai.
  • Tekanan ban tidak sesuai, yang dapat menyebabkan pola keausan tertentu.
  • Komponen suspensi bermasalah, seperti shock absorber yang sudah lemah.
  • Pelek bengkok, terutama setelah benturan keras atau melewati lubang.

Jika penyebab keausan tidak diperbaiki, ban baru dapat kembali mengalami masalah yang sama.


Jika Dua Ban Diganti, Sebaiknya di Mana?

Ketika dua ban baru dipasang, banyak produsen ban merekomendasikan menempatkannya pada poros belakang agar grip belakang tetap lebih baik dan risiko oversteer dapat dikurangi.

Namun, penggantian satu ban berbeda. Fokus utamanya adalah memastikan ban baru kompatibel dengan ban pasangannya.

Jika perbedaan kondisi kedua ban terlalu besar, mengganti dua ban sekaligus pada satu poros sering menjadi pilihan yang lebih tepat. Untuk kendaraan tertentu, terutama AWD, selalu ikuti rekomendasi produsen kendaraan.


Setelah Ban Baru Dipasang

Pemasangan ban baru sebaiknya dilanjutkan dengan balancing pada roda tersebut. Setelah digunakan, perhatikan apakah muncul getaran pada kecepatan tertentu, setir terasa menarik ke satu sisi, atau terdapat suara yang sebelumnya tidak ada.

Tekanan ban juga perlu diperiksa ketika ban dalam kondisi dingin dan disesuaikan dengan rekomendasi kendaraan. Informasi tersebut biasanya terdapat pada area pintu atau pilar pengemudi, tutup tangki pada model tertentu, atau buku manual.

Mengganti satu ban memang memungkinkan, tetapi bukan berarti selalu menjadi pilihan terbaik. Jika ban pasangan memiliki tingkat keausan, spesifikasi, atau karakter yang terlalu berbeda, mengganti dua ban sekaligus pada satu poros dapat membantu menjaga kestabilan dan konsistensi grip kendaraan.


Hubungi Kami

Butuh informasi tentang kendaraan, servis, atau produk Toyota? Hubungi Sales Auto2000 Soekarno-Hatta Bandung untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai produk dan layanan Toyota.


Olivia Maureen – Sales Auto2000 Soekarno-Hatta


PT Astra International – Toyota Sales Operation

Share With:

digiroom logo

AUTO2000 DIGIROOM

Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang terbesar di seluruh Indonesia.