Toyota i-Road, Konsep Mobil Listrik Mungil untuk Mobilitas Kota

Diterbitkan18 Sep 2026

Kemacetan, keterbatasan area parkir, dan kebutuhan mobilitas jarak pendek menjadi tantangan yang semakin penting di kawasan perkotaan. Toyota pernah mengeksplorasi solusi untuk persoalan tersebut melalui Toyota i-Road, sebuah kendaraan konsep bertenaga listrik dengan desain tiga roda yang menawarkan perpaduan karakter mobil dan sepeda motor.


Diperkenalkan secara global pada Geneva Motor Show 2013, Toyota i-Road dirancang sebagai personal mobility vehicle untuk perjalanan jarak pendek di lingkungan perkotaan. Konsep ini menarik perhatian karena memiliki kabin tertutup seperti mobil, tetapi dimensinya sangat ramping dan mekanisme berkendaranya memungkinkan bodi kendaraan miring saat menikung.


Apa Itu Toyota i-Road?

Toyota i-Road merupakan concept vehicle atau kendaraan konsep yang dikembangkan Toyota untuk mengeksplorasi bentuk mobilitas perkotaan baru. Toyota menyebutnya sebagai ultra-compact two-seat electric vehicle dengan karakteristik yang menggabungkan kemudahan penggunaan sepeda motor dan kenyamanan serta stabilitas kendaraan roda empat.


Konsep tersebut dibuat untuk perjalanan jarak pendek di perkotaan. Ukurannya yang kecil ditujukan untuk membantu kendaraan bergerak di ruang jalan yang terbatas sekaligus membutuhkan area parkir yang lebih sedikit dibandingkan mobil konvensional.


Toyota juga mengembangkan i-Road dalam konteks mobilitas perkotaan yang lebih luas. Pada tahap demonstrasi, kendaraan ini digunakan dalam pengujian sistem transportasi perkotaan Ha di Toyota City, Jepang, serta proyek car sharing kendaraan listrik ultra-kompak di Grenoble, Prancis.


Dengan demikian, Toyota i-Road sebaiknya dipahami sebagai eksperimen Toyota terhadap konsep personal mobility, bukan sebagai model produksi yang tersedia di pasar Indonesia.


Dimensi Toyota i-Road Sangat Kompak

Salah satu karakter paling mudah dikenali dari Toyota i-Road adalah dimensinya. Versi konsep yang diperkenalkan Toyota pada 2013 memiliki panjang 2.350 mm, lebar 850 mm, tinggi 1.445 mm, dan wheelbase 1.700 mm. Bobot kosongnya tercatat sekitar 300 kg.


Lebarnya yang hanya 850 mm menjadi salah satu aspek penting dari desain i-Road. Toyota menyebut ukuran tersebut memungkinkan kendaraan memiliki kemampuan manuver yang sangat baik di lingkungan perkotaan. Ukurannya juga dirancang agar kebutuhan ruang parkirnya jauh lebih kecil dibandingkan mobil konvensional.


Untuk memberikan gambaran, kendaraan ini memiliki panjang sekitar 2,35 meter dengan lebar kurang dari satu meter. Proporsi tersebut membuat i-Road terlihat lebih dekat dengan kendaraan roda dua dari sisi footprint, meskipun konstruksinya memiliki kabin tertutup dan dua tempat duduk.


Mengapa Toyota i-Road Memakai Tiga Roda?

Toyota i-Road menggunakan konfigurasi tiga roda dengan dua roda di depan dan satu roda di belakang. Namun, daya tarik utamanya bukan sekadar jumlah roda, melainkan teknologi yang memungkinkan bodi kendaraan miring saat berbelok.


Toyota mengembangkan sistem yang disebut Active Lean System. Sistem ini secara otomatis mengatur kemiringan bodi kendaraan berdasarkan kondisi ketika kendaraan menikung. Pada konsep tersebut, roda depan kiri dan kanan dapat bergerak naik atau turun untuk mengoptimalkan sudut kemiringan bodi.


Bagaimana Mekanisme Leaning Bekerja?

Pada kendaraan roda dua, pengendara biasanya mengatur keseimbangan ketika kendaraan dimiringkan saat menikung. Toyota i-Road mengambil pendekatan berbeda karena proses tersebut dibantu oleh sistem kendaraan.


Active Lean System secara otomatis mengontrol kemiringan kendaraan sehingga pengemudi tidak perlu menjaga keseimbangan bodi seperti ketika mengendarai sepeda motor. Toyota merancang teknologi ini untuk menghasilkan rasa berkendara yang berbeda dari mobil maupun sepeda motor konvensional.


Teknologi tersebut menjadi bagian penting dari konsep i-Road karena memungkinkan Toyota mempertahankan bodi yang sangat ramping tanpa menjadikannya kendaraan roda dua.


Toyota i-Road Menggunakan Tenaga Listrik

Sebagai kendaraan konsep yang dikembangkan untuk mobilitas perkotaan, Toyota i-Road menggunakan electric powertrain berbasis baterai lithium-ion. Versi konsep yang diperkenalkan pada 2013 menggunakan dua motor listrik dengan output masing-masing 2 kW. Toyota mencantumkan kecepatan maksimum 45 km/jam dan target jarak tempuh sekitar 50 km dalam satu kali pengisian berdasarkan pengujian pada kecepatan konstan 30 km/jam.


Penggunaan motor listrik sesuai dengan tujuan i-Road sebagai kendaraan untuk perjalanan pendek di lingkungan perkotaan. Selain karakter berkendara yang senyap, Toyota menyebut kendaraan ini tidak menghasilkan emisi gas buang ketika beroperasi.


Spesifikasi tersebut perlu dilihat dalam konteksnya sebagai spesifikasi kendaraan konsep tahun 2013, bukan sebagai standar teknologi kendaraan Toyota masa kini.


Kabin Tertutup untuk Penggunaan di Perkotaan

Meski memiliki ukuran dan konfigurasi roda yang menyerupai kendaraan roda dua, Toyota i-Road mempunyai kabin tertutup. Kendaraan ini dilengkapi atap dan pintu sehingga penggunanya terlindungi dari kondisi cuaca selama perjalanan.


Konsepnya menyediakan dua tempat duduk yang disusun secara tandem, yaitu satu di depan dan satu di belakang. Konfigurasi ini membantu mempertahankan bodi kendaraan tetap ramping dibandingkan desain dua kursi berdampingan.


Karakter tersebut menunjukkan pendekatan Toyota yang cukup berbeda. i-Road mencoba mempertahankan kepraktisan kendaraan yang ramping, tetapi memberikan lingkungan berkendara yang lebih tertutup seperti mobil.


Siapa yang Menjadi Target Toyota i-Road?

Toyota i-Road sejak awal diarahkan untuk kebutuhan mobilitas jarak pendek di perkotaan. Kendaraan ini bukan dirancang sebagai pengganti mobil keluarga untuk perjalanan jauh, melainkan sebagai salah satu pilihan personal mobility dalam lingkungan perkotaan.


Karakter i-Road dapat dikaitkan dengan beberapa kebutuhan berikut:


Perjalanan Pendek di Dalam Kota

Dimensi dan kecepatan maksimum kendaraan menunjukkan fokus pada perjalanan perkotaan dengan jarak relatif pendek. Konsep ini relevan dengan kebutuhan seperti perjalanan dari area permukiman menuju pusat aktivitas atau perjalanan lanjutan setelah menggunakan transportasi umum.


Area dengan Keterbatasan Parkir

Lebar bodi yang hanya 850 mm membuat i-Road membutuhkan ruang yang jauh lebih kecil dibandingkan mobil konvensional. Toyota bahkan menyebut kendaraan ini dapat menggunakan sekitar setengah hingga seperempat ruang parkir mobil biasa, bergantung pada konfigurasi area parkir.


Sistem Mobilitas Bersama

Pengembangan i-Road juga berkaitan dengan konsep car sharing. Toyota mengujinya dalam sistem Ha di Toyota City dan proyek kendaraan listrik ultra-kompak di Grenoble. Hal ini memperlihatkan bahwa i-Road sejak awal dipikirkan sebagai bagian dari ekosistem mobilitas perkotaan, bukan sekadar kendaraan pribadi.


Apa Bedanya Toyota i-Road dengan Mobil dan Motor?

Toyota i-Road menarik karena posisinya berada di antara karakter kendaraan roda empat dan roda dua.


Dibandingkan mobil konvensional, i-Road memiliki bodi yang jauh lebih kecil dan ramping. Kapasitasnya juga hanya dua orang dengan posisi duduk tandem, sehingga fokusnya lebih kepada mobilitas personal daripada membawa keluarga atau banyak barang.


Sementara itu, dibandingkan sepeda motor, i-Road memiliki kabin tertutup, atap, pintu, serta sistem Active Lean yang mengatur kemiringan kendaraan secara otomatis. Pengemudi juga tidak perlu mempertahankan keseimbangan kendaraan seperti pada sepeda motor.


Karena itu, Toyota tidak sekadar membuat versi kecil dari mobil atau sepeda motor. i-Road merupakan upaya untuk mengeksplorasi kategori mobilitas tersendiri yang memanfaatkan keunggulan dari kedua jenis kendaraan tersebut.


Mengapa Toyota Mengembangkan i-Road?

Pengembangan Toyota i-Road berkaitan erat dengan perubahan kebutuhan mobilitas di perkotaan. Kota menghadapi persoalan seperti kepadatan lalu lintas, keterbatasan ruang parkir, serta kebutuhan perjalanan pendek yang terkadang tidak membutuhkan kendaraan berukuran besar.


Toyota menyebut i-Road sebagai bagian dari upaya mengeksplorasi mobilitas perkotaan yang lebih ringkas dan rendah emisi. Melalui pengujian di Toyota City dan Grenoble, Toyota juga dapat mempelajari bagaimana kendaraan ultra-kompak dapat digunakan dalam sistem transportasi dan car sharing.


Dari perspektif teknologi, i-Road juga menjadi contoh bagaimana elektrifikasi dapat dikombinasikan dengan desain kendaraan yang berbeda dari mobil konvensional. Sistem tiga roda dan Active Lean System memperlihatkan bahwa elektrifikasi tidak harus selalu diterapkan pada bentuk kendaraan yang sama dengan mobil saat ini.


Key Takeaways

  • Toyota i-Road merupakan kendaraan konsep listrik tiga roda yang dikembangkan untuk mengeksplorasi solusi mobilitas perkotaan jarak pendek.
  • i-Road memiliki dimensi sangat kompak, dengan lebar sekitar 850 mm, sehingga dirancang untuk memudahkan manuver dan mengurangi kebutuhan ruang parkir.
  • Kendaraan ini menggunakan Active Lean System yang memungkinkan bodi miring secara otomatis saat menikung, menggabungkan karakter kendaraan roda dua dengan kabin tertutup.
  • Sebagai kendaraan konsep, i-Road menggunakan tenaga listrik berbasis baterai lithium-ion dan pada versi konsep 2013 memiliki kecepatan maksimum 45 km/jam serta target jarak tempuh sekitar 50 km.
  • Toyota mengembangkan dan menguji i-Road untuk berbagai kebutuhan mobilitas perkotaan dan car sharing, termasuk di Toyota City, Jepang, dan Grenoble, Prancis.
  • Toyota i-Road bukan model produksi yang tersedia untuk dibeli di Indonesia melalui Auto2000, melainkan bagian dari eksperimen Toyota terhadap konsep mobilitas masa depan.


Toyota i-Road dan Visi Mobilitas Masa Depan

Toyota i-Road memang tidak berkembang menjadi model Toyota massal yang dijual kepada konsumen Indonesia. Nilai penting kendaraan ini berada pada eksperimen terhadap bagaimana sebuah kendaraan dapat dirancang berdasarkan kebutuhan mobilitas kota.


Konsep seperti i-Road memperlihatkan bahwa masa depan mobilitas dapat mencakup berbagai bentuk kendaraan sesuai kebutuhan perjalanan. Kendaraan berukuran besar tetap memiliki peran untuk perjalanan keluarga dan jarak jauh, sementara kendaraan ultra-kompak dapat menjadi bagian dari solusi perjalanan pendek atau konektivitas dengan transportasi umum.


Dengan pendekatan tersebut, Toyota i-Road dapat dilihat sebagai salah satu eksperimen Toyota dalam mengeksplorasi hubungan antara kendaraan listrik, desain kompak, teknologi keseimbangan, dan sistem transportasi perkotaan.


Toyota i-Road merupakan kendaraan konsep, sehingga bukan model Toyota yang tersedia untuk dibeli di Indonesia melalui Auto2000.

Jika Anda tertarik melihat pilihan Toyota yang memang tersedia untuk pasar Indonesia saat ini, Anda dapat mengeksplorasi mobil baru Toyota di Auto2000 sekarang juga!

Share With:

digiroom logo

AUTO2000 DIGIROOM

Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang terbesar di seluruh Indonesia.