Mengenal Thermostat Mobil: Cara Kerja, Tanda Kerusakan dan Tips Perawatannya
Diterbitkan26 Des 2024
Thermostat adalah komponen penting dalam mesin mobil. Elemen ini terletak di bagian sistem pendinginan mesin kendaraan mobil, yang bertanggung jawab dalam pengaturan suhu.Thermostat dapat memutuskan atau menyambungkan arus listrik ke sistem pemanas maupun sistem pendingin pada mobil ketika komponen ini mulai mendeteksi adanya perubahan suhu.
Namun, sayangnya masih banyak dari AutoFamily yang terkadang menyepelekan fungsi thermostat sehingga berani membuka penutupnya, atau bahkan mencopotnya dari mesin. Oleh karena itu, mari pahami bersama betapa krusialnya fungsi thermostat pada mobil kesayangan Anda!
Mengenal Bentuk Komponen Thermostat
Thermostat adalah komponen kecil yang letaknya ada di dalam mesin mobil. Bentuknya mirip selongsong dengan bagian berulir yang mengitarinya.
Umumnya, thermostat berwarna keemasan di bagian yang panjang, serta warna perak pada bagian ulirnya. Ukurannya kecil, namun memiliki fungsi penting dalam sistem pendinginan mesin.
Satu buah thermostat terdiri dari beberapa bagian penting yang mendukung fungsinya agar optimal. Bagian yang dimaksud adalah wax seal, pegas (spring), valve, dan control hole.
- Wax seal bertugas mengatur pembukaan bagian tutup thermostat.
- Pegas untuk mengembalikan posisi katup ke posisi menutup.
- Valve memiliki bagian pelat yang berfungsi sebagai pintu air.
- Control hole berperan untuk mengatur jumlah air dalam water jacket.
Secara umum, itulah komponen penyusun dari thermostat. Namun, Anda juga perlu mengetahui bahwa ada berbagai jenis termostat lainnya yang digunakan pada mobil seperti termostat strip bimetal dan termostat elektronik.
Baca juga: 3 Efek Thermostat Radiator Lepas Pada Mobil Anda
Fungsi Thermostat untuk Mendeteksi Perubahan Suhu
Karena thermostat adalah bagian dari sistem pendinginan mesin mobil, maka tanggung jawab komponen ini sudah pasti tidak jauh dari pengaturan suhu mesin kendaraan.
Thermostat mengatur sirkulasi cairan pendingin mesin dari radiator agar tetap berada di suhu ideal serta tidak overheat. Di dalam thermostat ini sendiri terdapat komponen yang mampu mendeteksi perubahan suhu. Dengan demikian, thermostat dapat menyesuaikan perubahan suhu yang terjadi pada mobil.
Komponen ini akan menjaga suhu mobil tetap berada di antara 80-92 derajat Celcius karena pada suhu tersebut, mesin menghasilkan pembakaran maksimal dan efisien dalam pemakaian bahan bakar.
Dalam usahanya menjaga suhu mesin kendaraan, thermostat akan menutup saluran air pendingin dari mesin ke radiator saat suhu air masih rendah.
Kemudian, ia akan membuka saluran tersebut saat suhu air pendingin sudah tinggi. Sebagai informasi, air pendingin inilah yang membantu thermostat menjaga suhu mesin.
Baca juga: Salah Pilih Pewangi Kabin, AC Bisa Rusak!
Jenis Thermostat Mobil
Thermostat mobil terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Thermostat Tanpa Katup Bypass
Jenis ini hanya mengalirkan cairan pendingin ke radiator setelah mesin mencapai suhu tertentu dan katup utama terbuka. Desainnya lebih sederhana dan sering ditemukan pada sistem pendingin konvensional. Namun, kekurangannya adalah waktu pemanasan mesin bisa lebih lambat karena tidak ada aliran bypass.
2. Thermostat Dengan Katup Bypass
Thermostat ini memiliki katup tambahan yang memungkinkan cairan pendingin bersirkulasi meski katup utama tertutup. Hal ini membantu mesin mencapai suhu kerja lebih cepat sekaligus mencegah tekanan berlebih dalam sistem. Jenis ini biasanya digunakan pada kendaraan modern untuk meningkatkan efisiensi pendinginan.
Cara Kerja Thermostat dalam Mesin Kendaraan
Di dalam mesin mobil, thermostat bekerja sebagai salah satu komponen pengatur aliran cairan pada sistem pendinginan agar suhu tetap stabil.
Saat mesin masih dingin, katup utama pada thermostat berada dalam posisi tertutup, sehingga cairan pendingin tidak langsung mengalir ke radiator. Pada kondisi ini, cairan hanya bersirkulasi melalui jalur katup bypass, membantu panas terkumpul lebih cepat hingga suhu mesin naik mendekati rentang kerja.
Proses ini membuat kerja mesin lebih efisien karena menjaga suhu berada dalam kondisi yang sesuai untuk pembakaran. Ketika suhu mendekati titik kerja sekitar 80–92 derajat Celcius, thermostat akan membuka secara bertahap.
Bukaan katup ini memungkinkan cairan pendingin mengalir dari mesin menuju radiator, lalu kembali lagi setelah didinginkan untuk mendinginkan mesin secara terus-menerus.
Inilah inti dari kerja thermostat, yaitu mengatur sirkulasi cairan pendingin berdasarkan perubahan suhu agar menjaga suhu mesin tetap stabil di berbagai kondisi berkendara, tanpa mengganggu ritme kerja sistem pendinginan secara keseluruhan.
Baca juga: Mesin Mobil Cepat Panas? Cari Tahu Penyebabnya!
Apa Ciri-ciri Thermostat Rusak?
Thermostat yang mengalami kerusakan atau tidak berfungsi dengan baik dapat menunjukkan beberapa ciri-ciri yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa tanda umum bahwa thermostat mobil mungkin mengalami masalah:
1. Mesin Overheat
Saat thermostat mobil mengalami kerusakan, katup tidak dapat mengatur aliran cairan dengan benar sehingga cairan pendingin mengalir tidak sesuai siklusnya. Akibatnya, suhu mesin naik cepat dan melebihi batas derajat Celcius yang aman karena panas tidak bisa mengalir ke radiator secara optimal. Kondisi ini mengganggu kerja mesin dan meningkatkan risiko kerusakan pada berbagai komponen.
2. Suhu Kerja Mesin Tidak Stabil
Jika thermostat tidak bekerja sesuai kerja thermostat yang seharusnya, mesin sulit mencapai suhu kerja yang stabil. Kadang mesin terlalu dingin, lalu tiba-tiba menjadi panas, karena katup bypass tidak mengatur sirkulasi cairan pendingin secara konsisten. Ketidakstabilan ini membuat menjaga suhu mesin menjadi sulit dan memengaruhi efisiensi pembakaran.
3. Kinerja Pemanasan Interior yang Buruk
Saat mesin masih dingin, thermostat seharusnya menutup katup agar mesin mencapai suhu lebih cepat. Ketika thermostat rusak, panas dari mesin tidak terkumpul dengan baik sehingga sistem pemanas kabin bekerja kurang optimal. Ini menandakan tanda kerusakan pada thermostat mobil yang mengganggu fungsi utama thermostat.
4. Konsumsi Bahan Bakar yang Tinggi
Mesin yang tidak mencapai suhu kerja ideal membuat proses pembakaran menjadi tidak efisien, sehingga bahan bakar lebih boros. Thermostat yang gagal menjaga suhu menyebabkan mesin bekerja lebih keras dari yang seharusnya. Dalam jangka panjang, performa mesin bisa menurun karena sistem tidak berjalan sesuai kebutuhan.
5. Coolant Selalu Dingin atau Selalu Panas
Jika thermostat terbuka terus atau justru tertutup, cairan pendingin bisa selalu dingin atau terlalu panas. Ini menunjukkan aliran cairan tidak terkendali dan bypass tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini menghambat proses mendinginkan mesin dan merusak keseimbangan suhu ideal.
6. Pendinginan Radiator yang Kurang Efektif
Ketika thermostat akan membuka pada suhu tertentu, seharusnya cairan pendingin mengalir ke radiator dengan lancar. Jika tidak, panas tidak terbuang dan suhu mesin terus meningkat. Masalah ini sering berkaitan dengan kerusakan pada katup, water pump, atau jalur pendingin.
7. Kondisi Oli yang Buruk
Oli membutuhkan suhu kerja tertentu agar bisa melumasi mesin secara optimal. Saat thermostat mobil gagal menjaga suhu mesin, oli bisa terlalu dingin atau terlalu panas sehingga cepat terkontaminasi. Ini mempercepat keausan komponen dan memperbesar risiko kerusakan pada mobil.
Baca juga: 7 Ciri Switch Temperatur Mobil Rusak
Tips Perawatan Thermostat yang Tepat
Merawat thermostat mobil sangat penting untuk memastikan sistem pendingin berfungsi dengan baik dan mencegah masalah overheating atau suhu mesin yang tidak stabil. Berikut adalah beberapa tips perawatan thermostat mobil:
1. Periksa Suhu Mesin secara Berkala
Selalu periksa indikator suhu mesin di dashboard kendaraan Anda. Jika Anda melihat perubahan yang tidak biasa, seperti suhu yang naik secara cepat atau tidak mencapai suhu kerja yang optimal, ini bisa menjadi tanda adanya masalah dengan thermostat.
2. Gantilah Thermostat secara Berkala
Gantilah thermostat sesuai dengan jadwal pemeliharaan yang direkomendasikan oleh produsen kendaraan. Thermostat dapat mengalami keausan seiring waktu, dan penggantian secara teratur dapat mencegah kerusakan lebih lanjut.
3. Perhatikan Tanda-tanda Kebocoran
Periksa apakah ada tanda-tanda kebocoran pada thermostat atau di sekitar area sistem pendingin. Kebocoran dapat mengakibatkan kehilangan cairan pendingin yang penting untuk menjaga suhu mesin.
4. Pemeliharaan Sistem Pendinginan mesin
Pastikan untuk melakukan pemeliharaan rutin pada sistem pendingin, termasuk pemeriksaan tingkat dan kondisi coolant. Cairan pendingin yang bersih dan seimbang dalam komposisi akan membantu thermostat berfungsi dengan baik.
5. Gantilah Coolant secara Berkala
Coolant yang bersih dan seimbang dapat membantu menjaga thermostat dan sistem pendingin beroperasi dengan baik. Gantilah coolant sesuai dengan jadwal pemeliharaan yang direkomendasikan.
6. Hindari Overheating
Overheating dapat menyebabkan kerusakan serius pada thermostat dan komponen lainnya dalam sistem pendingin. Jika Anda melihat tanda-tanda overheating, seperti asap atau indikator suhu yang melonjak, hentikan kendaraan segera dan periksa masalahnya.
Baca juga: Bagaimana Indikator Temperatur Mobil yang Normal?
7. Konsultasikan dengan Mekanik
Jika Anda merasa ada masalah dengan thermostat atau sistem pendingin, segera konsultasikan dengan mekanik profesional. Mereka dapat melakukan pemeriksaan lebih mendalam dan memberikan perbaikan yang diperlukan.
Dengan melakukan perawatan yang teratur dan memperhatikan tanda-tanda masalah, Anda dapat membantu memastikan thermostat mobil berfungsi dengan baik dan mencegah potensi kerusakan pada sistem pendingin.
Servis Mobil Toyota Anda di Auto2000
Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa ciri-ciri di atas, sebaiknya segera periksakan kendaraan Anda ke bengkel atau mekanik yang berpengalaman. Diagnosis yang tepat akan membantu menentukan apakah thermostat yang rusak atau komponen lain yang menyebabkan masalah.
Oleh karena itu, mengingat fungsi thermostat adalah krusial bagi mesin, ada baiknya AutoFamily tidak mengutak-atik atau bahkan mencopotnya.
Jika ada masalah di bagian ini, misalnya sistem pendinginan Toyota Yaris tidak berfungsi maksimal, segera kunjungi dealer Auto2000 di lingkungan tempat tinggal Anda untuk memeriksakan kondisinya. Seluruh dealer Auto2000 menerima layanan servis kendaraan, salah satunya Auto2000 Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Informasi dalam konten artikel ini dapat mengalami perubahan dan perbedaan, menyesuaikan dengan perkembangan, situasi, strategi bisnis, kemajuan teknologi dan kebijakan tertentu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Promo Terkait
Lihat semuaArtikel Lainnya
Lihat semuaShare With:

AUTO2000 DIGIROOM
Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang terbesar di seluruh Indonesia.







