Mana Yang Lebih Gampang Mogok Saat Banjir Mobil Manual atau Matic"/>

LOKASIMU

Memilih lokasi Anda membantu kami memberikan harga yang akurat, ketersediaan stok, dan menemukan cabang terdekat untuk Anda.

Mana Yang Lebih Gampang Mogok Saat Banjir Mobil Manual atau Matic

Ada anggapan bahwa mobil dengan transmisi matic lebih rentan ketika harus terobos genangan air ketika banjir melanda.

Benarkah pandangan tersebut?

Persepsi tersebut tidak tepat karena dalam kondisi terjebak banjir, mobil manual dan matik tetap memiliki risiko yang sama.

Mau matic atau manual, kalau sudah dalam kondisi melewati genangan banjir tetap berisiko, tidak jaminan manual yang kuat dibandingkan matic.

Meski begitu, faktor yang membedakan mobil matic atau manual saat menerjang genangan air adalah cara mengendarainya.

Dalam kondisi ini, mobil manual memang lebih unggul karena mudah untuk mempertahankan level gas guna menjaga rpm dengan bantuan pedal kopling.

Di lain pihak, perpindahan transmisi matic dipengaruhi oleh putaran mesin yang membuat perpindahan gigi terjadi di putaran relatif rendah, dan ini kurang menguntungkan saat melewati banjir.

Solusinya untuk transmisi matic, anda bisa pindahkan gigi ke L atau 1, tergantung pilihan di tuas transmisi mobil matic anda.

Ini cukup untuk menahan posisi gigi transmisi di gigi terendah 1 dan anda tetap dapat memanfaatkan momentum torsi mesin untuk melewati banjir.

Kalau terpaksa menghadapi genangan air, hal terpenting yang harus diwaspadai pengguna mobil adalah tingkat ketinggian air.

Batas aman mobil standar pabrikan melibas air, baik untuk model sedan, MPV, atau SUV tidak boleh lebih dari setengah roda.

Bila nekat melewati genangan sampai melebihi batas yang dianjurkan, efeknya bisa menyebabkan kerusakan.

Untuk mobil matic, karena sistem kerjanya berkaitan dengan sistem elektrikal maka hal ini harus dipikirkan.

Sementara mobil manual bisa membuat kampas kopling cepat aus akibat harus menjaga rpm tinggi dalam waktu yang relatif lama.

Kalau air sudah lebih dari setengah roda, baiknya jangan nekat, karena cukup berisiko bila dipaksa jalan.

Belum lagi kalau air itu bergerak, kemungkinan ketinggian air melebihi roda sehingga bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Imbasnya ke dalam ruang mesin, ada saringan udara dan sekering yang posisinya hanya sedikit di atas ban mobil.

Efek gelombang yang diciptakan oleh laju mobil ketika melewati genangan air tinggi bisa sampai ke area tersebut.

Dan ini yang bahaya, terlepas anda sedang pakai mobil manual atau matik.

Semoga bermanfaat.

(Mitha Purnama Dewi)

Auto2000

Share this article
Tanya Tasia