CCS1 vs CCS2: Perbedaan Standar Charging Mobil Listrik
Diterbitkan15 Jun 2026
Perkembangan kendaraan listrik tidak hanya menghadirkan inovasi pada baterai dan motor penggerak, tetapi juga pada sistem pengisian daya. Salah satu aspek penting yang perlu dipahami oleh pengguna mobil listrik adalah standar charging, seperti CCS1 dan CCS2, yang berperan dalam proses pengisian baterai secara cepat dan efisien.
AutoFamily yang ingin memahami perbedaan CCS2 dan CCS1, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
CEK PROMO MENARIK UNTUK MOBIL TOYOTA ANDA HANYA DI AUTO2000 DIGIROOM!
Apa itu CCS1?
CCS1 (Combined Charging System Type 1) menggunakan dasar konektor J1772 (Type 1) yang dominan di Amerika Utara dan Korea Selatan. Konektor ini memiliki 5 pin untuk AC dan dua pin DC tambahan.
Mobil-mobil seperti Chevrolet Bolt, BMW i3 generasi awal, dan Hyundai Kona Electric (model AS) menggunakan CCS1.
Baca Juga: Seperti Apa Harga Baterai Mobil Listrik di Indonesia?
Apa itu CCS2?
CCS2 (Combined Charging System Type 2) adalah standar internasional untuk pengisian daya cepat kendaraan listrik, yang mengintegrasikan pengisian AC dan DC dalam satu port. Standar ini dikembangkan mengikuti IEC 62196-3 oleh International Electrotechnical Commission (IEC).
CCS2 membangun basis dari konektor Type 2 (Mennekes) yang lazim dipakai di Eropa, lalu menambahkan dua pin DC di bawahnya untuk pengisian cepat. Hasilnya: satu port, dua mode pengisian.
Perbedaan CCS2 dan CCS1
Meskipun memiliki fungsi yang sama, CCS2 dan CCS1 memiliki beberapa perbedaan penting yang perlu diketahui oleh pengguna kendaraan listrik.
1. Desain Konektor
- CCS1: Menggunakan konektor Type 1 dengan satu fase (single-phase AC).
- CCS2: Menggunakan konektor Type 2 dengan dukungan tiga fase (three-phase AC).
Perbedaan ini membuat CCS2 lebih unggul dalam efisiensi pengisian di wilayah yang mendukung sistem listrik tiga fase.
2. Wilayah Penggunaan
- CCS1: Umumnya digunakan di Amerika Utara.
- CCS2: Lebih banyak digunakan di Eropa, Asia, dan sebagian besar pasar global.
Hal ini membuat CCS2 lebih relevan untuk ekosistem kendaraan listrik di banyak negara di luar Amerika.
3. Kecepatan Pengisian
Keduanya mendukung pengisian DC fast charging, namun:
- CCS2 cenderung memiliki potensi pengisian daya lebih tinggi karena dukungan sistem listrik tiga fase.
- CCS1 tetap mampu memberikan pengisian cepat, tetapi dengan batasan tertentu tergantung infrastruktur.
4. Kompatibilitas Infrastruktur
- CCS2 lebih kompatibel dengan jaringan charging modern di Eropa dan Asia.
- CCS1 lebih terbatas pada jaringan di Amerika Utara.
Baca Juga: SPKLU PLN: Cara Pakai, Tarif, Lokasi Terbaru 2026
Tabel Perbandingan CCS1 vs CCS2
Kekurangan CCS1 Dibanding CCS2
Walaupun masih digunakan luas, CCS1 memiliki beberapa keterbatasan:
- Dukungan single-phase AC membuat pengisian lebih lambat dibanding CCS2 pada kondisi tertentu.
- Infrastruktur lebih terbatas pada wilayah Amerika Utara.
- Kurang fleksibel untuk ekspansi global dibanding CCS2.
CCS2 di Indonesia: standar yang dianjurkan pemerintah
Melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2023, pemerintah Indonesia mengizinkan beberapa standar konektor di SPKLU, namun mewajibkan CCS2 sebagai standar yang dianjurkan untuk pengisian DC cepat.
SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di Indonesia umumnya menyediakan tiga konektor: Type 2 untuk AC, CCS2 untuk DC cepat, dan CHAdeMO untuk EV Jepang. GB/T (standar Tiongkok) kini mulai digantikan oleh CCS2.
Key Takeaways
- CCS2 adalah standar charging kendaraan listrik yang umum digunakan di Eropa dan Asia.
- CCS1 lebih banyak digunakan di Amerika Utara.
- Keduanya mendukung AC dan DC charging dalam satu konektor.
- CCS2 unggul dalam dukungan three-phase charging dan kompatibilitas global.
- Perbedaan utama terletak pada desain konektor, wilayah penggunaan, dan efisiensi pengisian.
Temukan Teknologi Mobil Listrik Toyota di Auto2000
Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang mobil listrik Toyota dan sistem pengisiannya, kunjungi dealer Auto2000 terdekat.
Di Auto2000, AutoFamily dapat mengeksplorasi berbagai pilihan mobil Toyota menyediakan berbagai pilihan mobil listrik seperti bZ4X dan Urban Cruiser yang dapat Anda eksplorasi.
Kunjungi Auto2000 Digiroom untuk mendapatkan informasi lengkap dan konsultasi pembelian mobil Toyota sesuai kebutuhan Anda!
Informasi dalam konten artikel ini dapat mengalami perubahan dan perbedaan, menyesuaikan dengan perkembangan, situasi, strategi bisnis, kemajuan teknologi dan kebijakan tertentu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Promo Terkait
Lihat semuaArtikel Lainnya
Lihat semuaShare With:

AUTO2000 DIGIROOM
Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang terbesar di seluruh Indonesia.







