6 Cara Jumper Aki Mobil yang Aman dan Benar Selengkapnya
Diterbitkan24 Jan 2025
Mobil tiba-tiba sulit dihidupkan meski sudah berulang kali distarter? Kondisi tersebut bisa terjadi ketika aki mobil yang soak atau kehilangan daya sehingga tidak mampu menyediakan arus yang cukup untuk menghidupkan mesin. Dalam keadaan darurat, jumper aki dapat menjadi solusi sementara untuk menghidupkan mobil kembali.
Namun, proses ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Kesalahan menghubungkan ujung kabel atau terminal aki dapat menimbulkan percikan, korsleting, bahkan berisiko merusak sistem kelistrikan kendaraan. Karena itu, pastikan mengikuti urutan sambungan dengan benar dan selalu periksa buku manual kendaraan sebelum melakukan jumper.
Penyebab aki mobil tekor biasanya dikarenakan aki mobil sudah tua atau mungkin saja adanya ketidak sesuaiaan kapasitas pada aki mobil. Jika aki sudah terlalu lemah atau rusak, jumper hanya menjadi solusi sementara dan bukan pengganti pemeriksaan maupun penggantian aki.
6 Cara Jumper Aki Mobil dengan Aman dan Harus Dilakukan
Jumper aki mobil bertujuan untuk memancing agar aki yang soak bisa bekerja kembali. Untuk melakukan jumper aki mobil, Anda butuh aki lain yang menjadi donor bagi aki yang soak. Aki bisa berasal dari mobil lain atau aki yang memang sedang tidak digunakan namun dalam kondisi baik. Lalu, bagaimanakah cara jumper aki mobil yang benar? Berikut penjelasannya.
1. Mempersiapkan Peralatan Jumper Aki
Cara jumper aki mobil yang pertama adalah menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan. Jumper aki tidak perlu banyak alat, cukup aki dan kabel jumper. Anda bisa menggunakan aki dari mobil lain. Namun, sebelumnya pastikan aki yang digunakan masih optimal.
Artinya, voltase atau daya listrik aki dalam kondisi baik. Ada baiknya Anda juga memilih aki dari mobil yang sejenis. Biasanya, mobil yang sejenis memiliki aki dengan nilai voltase sama.
Setelah menemukan aki yang cocok sebagai donor, persiapkan juga kabel jumper. Kabel yang bisa digunakan sebagai jumper ada banyak pilihannya. Gunakanlah hanya kabel yang sesuai dengan aki mobil Anda.
2. Mengatur Posisi Mobil
Jika semua peralatan sudah lengkap, sekarang waktunya untuk mengatur posisi mobil Anda. Dekatkan mobil dengan lokasi aki donor. Saat melakukan jumper, mobil harus dalam kondisi diam. Untuk mobil bertransmisi manual, posisikanlah dalam transmisi netral.
Sedangkan untuk mobil bertransmisi otomatis, posisikan dalam transmisi P atau parkir. Jangan lupa juga untuk mengaktifkan rem tangan agar mobil tetap pada posisinya.
Seluruh sistem kelistrikan mobil pun harus dalam kondisi mati saat melakukan jumper. Cabut kontak untuk memastikan seluruh sistem kelistrikan mati. Setelah itu, buka kap mobil dan cek posisi aki mobil Anda untuk memulai proses jumper.
Baca juga: Inilah Penyebab Mobil Tidak Bisa Hidup Saat Distarter
3. Menghubungkan Kedua Aki dengan Kabel Jumper
Berikutnya, Anda tinggal menghubungkan kedua aki menggunakan kabel jumper berwarna merah. Kabel ini memang terlihat seperti kabel biasa. Bedanya, kabel jumper memiliki penjepit di kedua ujungnya.
Untuk menghubungkan kedua aki dengan kabel jumper, Anda harus berhati-hati. Pahami betul dan teliti posisi kutub terminal positif dan negatif dari kedua aki yang digunakan. Biasanya, posisi kutub aki ini ditandai dengan simbol + untuk kutub positif dan simbol - untuk kutub negatif aki mobil.
Kutub terminal positif harus dihubungkan dengan kutub terminal positif. Begitu pula sebaliknya, kutub negatif harus dihubungkan dengan kutub negatif. Pastikan penjepit kabel benar-benar telah terhubung pada kutub-kutub tersebut.
4. Menghidupkan Mesin Mobil Kembali
Bila kabel jumper telah terpasang pada masing-masing aki, maka kini Anda bisa masuk ke langkah selanjutnya. Nyalakan mesin mobil. Mesin yang dihidupkan pertama kali adalah mesin mobil donor. Baru setelah mobil donor hidup, mesin mobil yang akinya soak bisa dihidupkan.
Diamkan selama beberapa saat hingga arus listrik dari aki donor mencapai aki soak. Jika aki yang soak terlihat hidup kembali, penerapan cara jumper aki mobil bisa diakhiri.
Mobil dengan komponen alternator yang masih baik biasanya tidak perlu waktu lama untuk jumper. Untuk itu memelihar komponen alternator juga merupakan suatu hal yang diperlu untuk cek secara berkala.
Baca juga: Penyebab Air Radiator Mendidih Pada Kendaraan
5. Melepas Kabel Jumper
Langkah terakhir dalam cara jumper aki mobil adalah melepas kabel jumper. Setelah aki soak mendapatkan cukup tenaga untuk menghidupkan mesin, Anda bisa melepas kabel jumper. Tetaplah berhati-hati dalam melakukannya.
Lepaskan kabel kutub negatif (biasanya berwarna hitam) yang terhubung pada aki rusak terlebih dulu. Barulah kemudian lepas kabel kutub negatif yang terhubung pada aki donor. Setelah kabel negatif terlepas, lanjutkan dengan melepas kabel kutub positif aki (biasanya berwarna merah) pada aki rusak. Terakhir, lepas kabel positif pada aki donor.
6. Periksa Kondisi Aki dan Sistem Pengisian
Berhasil menyalakan mobil bukan berarti masalah aki sudah selesai. Setelah mesin hidup, sebaiknya lakukan pemeriksaan terhadap aki kendaraan, alternator, serta sistem pengisian untuk mengetahui penyebab aki kehilangan daya.
Jika aki memang hanya kehilangan daya, sistem pengisian dapat membantu mengisi kembali energi selama kendaraan digunakan. Namun, mengisi daya aki dengan berkendara bukan solusi jika aki sudah rusak atau tidak lagi mampu menyimpan energi dengan baik.
Jika mobil kembali sulit dihidupkan setelah beberapa waktu, segera lakukan pemeriksaan. Teknisi dapat mengecek kondisi aki, alternator, sistem pengisian, dan komponen kelistrikan lainnya untuk menentukan apakah aki perlu diisi ulang atau diganti.
Baca juga: Penyebab Aki Mobil Tekor
Hal yang Harus Dihindari Saat Jumper Aki Mobil
Selain memahami cara pemasangan kabel, AutoFamily juga perlu mengetahui beberapa hal yang tidak boleh dilakukan. Kesalahan kecil saat jumper dapat menimbulkan percikan api, korsleting, atau bahkan merusak sistem elektronik pada mobil.
- Jangan menghubungkan kabel positif dan negatif secara terbalik.
- Jangan biarkan kedua ujung kabel bersentuhan.
- Jangan melakukan jumper pada aki yang retak, bocor, menggembung, atau rusak secara fisik.
- Jangan menggunakan sumber listrik dengan voltase yang tidak sesuai.
- Jangan membiarkan kabel jumper di mobil terjepit atau berada dekat bagian mesin yang bergerak.
- Jangan melakukan jumper jika Anda tidak yakin dengan prosedurnya atau jika buku manual kendaraan melarangnya.
Aki yang sudah rusak secara internal tidak akan pulih hanya dengan jumper. Dalam kondisi tersebut, sebaiknya minta bantuan teknisi untuk memeriksa dan menentukan penanganan yang tepat.
Baca juga: 8 Ciri-Ciri Aki Mobil Lemah dan Pengaruhnya pada Mobil!
Apakah Jumper Aki Bisa Mengisi Daya Aki yang Habis?
Jumper bertujuan membantu aki yang habis mendapatkan daya sementara agar mesin dapat dihidupkan. Setelah mesin menyala, alternator pada kendaraan dapat membantu mengisi kembali aki selama sistem pengisian bekerja normal.
Namun, jangan menganggap jumper sebagai metode permanen untuk mengisi daya aki. Jika aki sudah tua atau mengalami kerusakan internal, kendaraan dapat kembali sulit dinyalakan meskipun sebelumnya berhasil dijumper.
Karena itu, lakukan pemeriksaan setelah mobil berhasil menyala. Langkah ini penting untuk mengetahui apakah aki masih layak digunakan atau perlu diganti.
TEMUKAN MOBIL AVANZA HITAM DAN PILIHAN WARNA LAINNYA HANYA DI AUTO2000
Key Takeaways:
- Pastikan aki donor memiliki voltase yang sesuai.
- Perhatikan urutan pemasangan kabel agar tetap aman.
- Hubungkan kabel merah ke terminal positif terlebih dahulu.
- Gunakan titik ground logam yang sesuai untuk kabel negatif mobil yang soak.
- Hindari kabel saling bersentuhan untuk mencegah korsleting.
- Jumper hanya solusi sementara, bukan pengganti pemeriksaan aki.
Periksa dan Rawat Aki Mobil di Auto2000 Digiroom
Jika aki mobil yang soak kembali bermasalah setelah dijumper, jangan menunda pemeriksaan. Kondisi aki, alternator, dan sistem kelistrikan perlu diperiksa untuk mengetahui penyebab kendaraan sulit dinyalakan.
AutoFamily dapat melakukan booking service di Auto2000 Digiroom untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan kendaraan Toyota. Teknisi dapat membantu memeriksa kondisi aki sekaligus komponen terkait agar kendaraan kembali siap digunakan.
Jumper aki memang dapat menjadi solusi darurat yang aman dan mudah jika dilakukan dengan prosedur yang tepat. Namun, untuk menjaga performa kendaraan dalam jangka panjang, tetap lakukan pemeriksaan dan merawat aki secara berkala di bengkel resmi Auto2000 Digiroom.
Kunjungi Auto2000 Digiroom untuk mendapatkan layanan perawatan kendaraan Toyota sesuai kebutuhan.
CEK HARGA KIJANG INNOVA HANYA DI AUTO2000
Informasi dalam konten artikel ini dapat mengalami perubahan dan perbedaan, menyesuaikan dengan perkembangan, situasi, strategi bisnis, kemajuan teknologi dan kebijakan tertentu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Promo Terkait
Lihat semuaArtikel Lainnya
Lihat semuaShare With:

AUTO2000 DIGIROOM
Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang terbesar di seluruh Indonesia.







