Timing Belt dan Kerja Mesin"/>

LOKASIMU

Memilih lokasi Anda membantu kami memberikan harga yang akurat, ketersediaan stok, dan menemukan cabang terdekat untuk Anda.

Timing Belt dan Kerja Mesin


Timing belt mempunyai peran yang sangat penting. Disebut dengan istilah ‘timing’ karena memang komponen ini terkait dengan masalah waktu. Timing belt akan menentukan kapan saatnya katup membuka dan menutup, serta kapan saatnya pengapian terjadi. Letaknya ada di dalam mesin, bagian depan.
Secara teknis, timing belt berfungsi untuk menggerakkan camshaft (nokken as). Di dalam camshaft inilah terdapat katup-katup, yaitu katup hisap dan katup buang. Katup-katup ini akan membuka dan menutup akibat camshaft berputar.
Bisa dibayangkan bila timing belt tidak berfungsi, putus misalnya. Bila putus, mesin mungkin bisa tetap hidup tetapi bisa mengakibatkan kerusakan pada komponen-komponen mesin jika tidak ditangani segera. Klep bisa bengkok atau patah. Atau, cylinder head membengkok. Kerusakan timing belt juga bisa membuat camshaft patah.
Kalau saja kerusakan di atas terjadi, menurut Suwarno, Technical and Training Staf Emergency Roadside Assistance (ERA) AstraWorld, mau tak mau mesin harus di-overhaul. Bila tidak, dapat mengakibatkan mesin mogok. Kalaupun tidak mogok, mesin dapat hidup tapi terdengar bunyi yang tidak normal (agak kasar). Dan, tentu semua pengendara tahu bahwa biaya overhaul lumayan menguras isi kantong.
Memang, ada beberapa kendaraan yang tidak mengakibatkan kerusakan beruntun saat timing belt-nya putus. Ini terjadi karena ada beberapa susunan katup yang tidak akan membentur kepala piston. Jika tidak terjadi benturan, otomatis tidak akan membuat katup bengkok atau patah. Sayang, jumlah kendaraan seperti ini tidak banyak.
Karena itu, kita perlu memberi perhatian lebih serius pada timing belt. Menurut Suwarno, sebaiknya lakukan penggantian secara rutin. Untuk mobil-mobil dengan bahan bakar bensin, penggantian bisa dilakukan setiap 40.000 sampai 60.000 km. Sementara untuk diesel, biasanya bisa dilakukan setiap 100.000 km.
Selain itu, hindari kebocoran oli mesin pada ruang timing belt. Karena jika cairan ini mengenai timing belt, timing belt dapat cepat panas. Kalau panas, otomatis cepat mengeras. Ini artinya timing belt tidak lentur lagi sehingga mudah putus.
(AstraWorld)

Share this article
Tanya Tasia