komponen-propeller-shaft.jpg

Berbagai Komponen Propeller Shaft Pada Kendaraan Anda

Diterbitkan31 Agu 2021

Agar mobil dapat berjalan dengan benar, ada banyak komponen yang bekerja di dalamnya. Tidak hanya mesin, banyak bagian lain yang juga memiliki peran agar mobil bisa bergerak. Salah satunya adalah propeller shaft. Setiap komponen dari bagian ini akan bekerja untuk mentransmisi berbagai macam hal agar kendaraan bisa bergerak. Mari mengenal berbagai komponen propeller shaft yang ada di kendaraan AutoFamily.


Fungsi dan Komponen-komponen Propeller Shaft

Propeller shaft adalah bagian berupa poros yang akan meneruskan putaran dari transmisi, tenaga mekanik, dan torsi ke diferensial belakang dalam sistem penggerak kendaraan. Poros ini juga dikenal sebagai drive shaft, poros penggerak, poros ekor, atau poros Cardan.


Transfer torsi antara komponen yang tidak dapat dihubungkan secara langsung karena jarak akan bisa dilakukan menggunakan propeller shaft ini. Karena torsi dibawa oleh poros ini, propeller shaft akan mengalami torsi atau tegangan geser. Bagian ini harus cukup kuat untuk menanggung stres sambil menghindari terlalu banyak beban ekstra karena akan meningkatkan inersianya.


Kendaraan yang berbeda, dengan konfigurasi berbeda untuk penggerak roda depan, penggerak empat roda, dan penggerak roda belakang bermesin depan di mobil tentu akan memiliki propeller shaft yang berbeda juga. Motor, kapal, atau kerta juga memiliki bagian yang akan mentransmisikan torsi ini.


Baca Juga:3 Tips Untuk Ganti Jok Mobil Agar Terlihat Lebih Trendy & Fashionable!


Sebuah propeller shaft akan memiliki komponen-komponen sebagai berikut ini:

  • U-joint
  • Tube
  • Bantalan tengah
  • Poros midship
  • End yoke
  • Slip yoke dan Tube yoke
  • Flensa

Agar dapat mengenal lebih lanjut, AutoFamily bisa simak penjelasan selengkapnya tentang komponen propeller shaft di bawah ini:


1. U-Joint

Universal joint (U-joint) adalah sambungan mekanis yang berfungsi untuk menghubungkan poros yang berputar. Bagian ini akan terlihat pada penggerak roda belakang dan kendaraan roda empat.


U-joint dirancang untuk menangani perubahan sudut yang terjadi ketika suspensi kendaraan bergerak naik-turun atau ketika kendaraan berbelok. Universal joint biasanya terdiri dari dua garpu yang dihubungkan oleh sebuah silinder silang dengan bantalan di setiap ujungnya.


Bantalan ini memungkinkan U-joint untuk berputar bebas dan menyerap gerakan yang tidak sejajar, sehingga menghindari keausan berlebihan pada propeller shaft dan komponen lainnya. Dalam kendaraan dengan propeller shaft yang panjang, biasanya terdapat lebih dari satu universal joint untuk menangani pergerakan yang lebih kompleks.


2. Tube

Tube alias tabung adalah salah satu komponen dari propeller shaft yang digunakan di mesin depan dan penggerak belakang. Komponen ini akan menjaga bagian belakang tetap di tempatnya selama akselerasi dan pengereman.


Tube ini biasanya terbuat dari baja berkualitas tinggi yang dirancang untuk menahan beban torsi yang tinggi serta tegangan yang terjadi saat kendaraan bergerak. Kekuatan dan ketahanan tube sangat penting karena bagian ini harus mampu menahan gaya putar yang signifikan tanpa mengalami deformasi atau kerusakan.


Desain dan dimensi tube juga memengaruhi keseimbangan dan stabilitas propeller shaft secara keseluruhan. Propeller shaft yang tidak seimbang dapat menyebabkan getaran berlebihan yang mengganggu kenyamanan berkendara serta merusak komponen lain dalam sistem penggerak.


3. Bantalan Tengah

Bantalan tengah atau center bearing digunakan untuk menghubungkan dua bagian poros penggerak. Bantalan ini menjaga kedua bagian poros penggerak tetap kokoh untuk mengurangi getaran ketika kendaraan melakukan akselerasi.


Bantalan ini biasanya dilengkapi dengan karet atau material peredam getaran lainnya untuk menyerap kejutan dan getaran yang terjadi selama kendaraan bergerak. Kondisi bantalan tengah yang baik sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keseimbangan propeller shaft.


DAPATKAN HARGA SPESIAL TOYOTA AVANZA DARI AUTO2000


4. Poros Midship

Poros midship merupakan komponen dasar dari coupling shaft dan merupakan bagian yang terpasang pada rangka di bantalan tengah di antara 2 universal joint dan berfungsi untuk memindahkan tenaga dari satu bagian tube ke bagian lainnya.


Poros midship biasanya digunakan pada kendaraan dengan propeller shaft yang panjang, di mana satu tube saja tidak cukup untuk mentransmisikan tenaga secara efisien. Poros ini juga membantu membagi beban torsi antara dua bagian tube, sehingga mengurangi tekanan pada satu titik dan memperpanjang umur propeller shaft secara keseluruhan.


5. End Yoke

End yoke adalah komponen yang terletak di ujung propeller shaft dan berfungsi untuk menghubungkan dengan komponen lain, seperti diferensial atau transmisi. Fungsi dari komponen end yoke adalah membantu mengurangi kebisingan dan getaran menjaga kendaraan Anda tetap berjalan dengan mudah.


End yoke biasanya berbentuk seperti garpu dan memiliki dua lengan yang dihubungkan ke universal joint (U-joint). Koneksi ini memungkinkan propeller shaft untuk berputar dan bergerak sesuai dengan pergerakan suspensi atau ketika kendaraan berbelok.


6.Slip Yoke dan Tube Yoke

Slip yoke dan tube yoke adalah dua komponen yang bekerja bersama untuk memungkinkan propeller shaft bergerak masuk dan keluar saat suspensi kendaraan berubah.


Slip yoke dipasang pada propeller shaft dengan sambungan universal. Slip yoke berguna untuk mentransfer daya dengan menggeser masuk dan keluar dari kotak transfer. Tube yoke juga diperlukan agar sambungan universal dapat berputar dengan baik.


Kedua komponen ini sangat penting untuk menjaga fleksibilitas propeller shaft dan memastikan bahwa tenaga dapat ditransmisikan dengan mulus meskipun terjadi perubahan jarak antara transmisi dan diferensial.


7.Flensa

Flensa digunakan untuk menghubungkan propeller shaft ke transmisi, transfer case, dan diferensial. Flensa juga digunakan untuk menghubungkan poros penggerak ke power take-off, pompa hidrolik, dan bagian-bagian lainya. Flensa biasanya berbentuk seperti cakram datar dengan lubang-lubang baut yang memungkinkan pemasangan propeller shaft dengan aman.


Flensa juga harus mampu menahan gaya torsi yang besar dan berfungsi sebagai penyangga untuk mencegah getaran berlebihan. Koneksi flensa yang baik sangat penting untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas propeller shaft, serta memastikan bahwa tenaga ditransmisikan secara efisien dari transmisi ke roda belakang.

Jenis Propeller Shaft

Secara umum, terdapat 2 jenis propeller shaft pada kendaraan. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini adalah jenis-jenis poros baling-baling:


1. Jenis Poros Tunggal

Poros ini digunakan pada kendaraan dengan jarak yang kecil antara mesin dan poros pada kendaraan berpenggerak roda empat. Pengelasan akan meningkatkan kekuatan, kualitas, dan daya tahan poros.


2. Tipe Dua atau Tiga Bagian

Poros dua atau tiga bagian digunakan sebagai bagian dari kendaraan dengan jarak yang jauh antara mesin dan poros. Memisahkan propeller shaft menjadi dua atau tiga bagian mengurangi jumlah putaran.


Baca Juga:5 Sumber Masalah Power Window Macet


Itulah dia berbagai komponen propeller shaft pada kendaran Anda yang bisa membantunya bisa bergerak dengan sempurna. Perlu diketahui bahwa untuk menjaga komponen transmisi mobil, AutoFamily perlu melakukan servis rutin secara berkala.


Tak perlu khawatir, kini Anda dapat menjadwalkan servis di bengkel Auto2000 dengan mudah melalui Auto2000 Digiroom. Selain itu, kunjungi Dealer Toyota sekarang juga dan dapatkan berbagai Promo Dealer Mobil Toyota terbaru untuk berbagai jenis layanan purna jual Auto2000. Anda bisa jadwalkan kunjungan di sini.

Share With:

digiroom logo

AUTO2000 DIGIROOM

Dealer Toyota terbesar di Indonesia yang melayani jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan suku cadang Toyota yang terbesar di seluruh Indonesia.