Toyota Siap Bantu Buat Mobil Pedesaan

Jakarta -Pemerintah tengah berupaya membuat mobil pedesaan untuk meningkatkan ekonomi pedesaan. Toyota siap membantu mewujudkannya.

“Kita akan bantu supply chain yang kita punya, yang kita mampu agar project pemerintah berjalan,” ucap Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Warih Andang Tjahjono (TMMIN) kepada wartawan di Jakarta.

“Yang paling penting sebenarnya kan industri otomotif supply chainnya,” tambahnya.

Lanjut Warih mengatakan, untuk hal-hal lainnya yang berkaitan dengan mobil pedesaan, biar ditangani oleh pihak terkait. “Itu inilah Institut Ootomotif Indonesia lah, kita sebagai salah satu praktisi kita akan bantu termasuk supply resources kita,” ucapnya.

Kendaraan pedesaan ini nantinya berfungsi sebagai alat angkut hasil pertanian dan perkebunan. Prototipe kendaraan niaga multiguna yang ditargetkan rampung diproduksi pada tahun 2017 ini diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi di pedesaan, termasuk bagi sektor industri kecil dan menengah.

“Saat ini masih dalam tahap desain, modelnya seperti pikap, roda empat dan belakangnya bisa diubah-ubah sesuai aktivitasnya. Untuk variannya akan mengikuti kontur pedesaan masing-masing. Tahun depan prototipenya sudah bisa rampung,” papar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bulan November lalu.

Menurut Airlangga, selain menciptakan prototipe, Kemenperin juga akan menetapkan standar produk serta mentransfer teknologi kepada para peminat yang ingin membuat mobil desa tersebut.

“Prototipenya boleh dipergunakan siapa saja yang mau memasarkan dan memproduksi mobil kecil ini karena bisa dikerjakan sekelas bengkel di desa,” tuturnya.

Mobil yang dikembangkan oleh anak bangsa ini dipacu untuk mencapai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 90 persen. Namun demikian, untuk permesinan akan menggandeng perusahaan yang sudah andal. “Untuk critical equipment seperti mesin dan axle, ada salah satu produsennya,” ungkap Airlangga.

Kemenperin optimistis, peluang pasar untuk kendaraan pedesaan ini masih cukup besar dengan segmen di bawah 1000 cc. Bahkan, kata Airlangga, para agen pemegang merek (APM) akan menyambut baik kehadiran mobil desa ini. “Respons mereka positif. Malah kalau rupiah stabil kami perkirakan harga jualnya di bawah Rp100 juta,” tegas Airlangga.

Dalam pelaksanaannya, Kemenperin bersama sejumlah pelaku industri otomotif dan akademisi telah berkomitmen untuk mempercepat pengembangan kendaraan pedesaan. Kesepakatan ini dituangkan dalam penandatanganan MoU antara Kemenperin dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI) dan 22 perguruan tinggi dalam upaya penguatan industri kecil dan menengah di sektor otomotif, peningkatan kapasitas SDM industri otomotif serta pengembangan kendaraan pedesaan.

Khairul Imam Ghozali – detikOto



Index Berita
23 Jan 2017

“Awalnya aku bercita-cita menjadi Polwan, tetapi karena mataku minus dua, terpaksa kualihkan cita-citaku menjadi guru yang tidak mempermasalahkan ko... Read more »
Index Berita
17 Jan 2017

Jakarta – Innova Venturer yang baru hadir merupakan jawaban dari Toyota untuk menghadirkan model tertinggi yang tangguh. Venturer menjadi bagia... Read more »
Index Berita
17 Jan 2017

Jakarta – Sedan Corolla Altis dihadirkan Toyota dalam 2 tipe yaitu tipe 1.8 V A/T, dan 1.8 G M/T. Toyota menyebut New Corolla Altis yang mengede... Read more »