Email
Password
lupa password? klik disini
RESET PASSWORD
belum punya akun?

JOMBANG: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada hari ini (10/9) meresmikan beroperasinya secara penuh jalan tol Jombang-Mojokerto yang dikelola oleh PT Marga Harjaya Infrastruktur (ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto).

Dalam peresmian tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M. Basoeki Hadimoeljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Direktur Astra International Paulus Bambang Widjanarko dan Presiden Direktur PT Astatel Nusantara Irawan Santoso.

“Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol adalah hal yang fundamental untuk bersaing dengan negara lain. Kalau tidak segera dibangun, biaya menjadi mahal dan kita kalah bersaing dengan negara lain. PT Marga Harjaya Infrastruktur merupakan bukti swasta turut berperan dalam pembangunan infrastrukur,” tutur Presiden Joko Widodo saat meresmikan Tol Jombang-Mojokerto pada hari ini (10/9).

 

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mendengarkan penjelasan dari Ketua Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Herry Trisaputra Zuna mengenai perkembangan pembangunan tol Trans Jawa yang di dalamnya termasuk tol Jombang-Mojokerto yang dikelola oleh PT Marga Harjaya Infrastruktur (ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto) didampingi oleh Presiden Direktur Marga Harjaya Infrastruktur Wiwiek D. Santoso di gerbang Tol Mojokerto pada hari Minggu (10/9).

 

Momen ini sebagai tanda kesiapan beroperasinya tol Jombang-Mojokerto. Jalan tol sepanjang 40,5 km ini dapat beroperasi penuh setelah pembangunan seksi 2, 3 dan 4 tol ini rampung pada Agustus 2017. Tol Jombang-Mojokerto ini menghubungkan bagian barat Kabupaten Jombang dengan bagian utara Kabupaten Mojokerto (Desa Penompo).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak , Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah serta masyarakat Jombang Mojokerto, yang telah mendukung penyelesaian pembangunan tol Jombang-Mojokerto.” ujar Presiden Direktur PT MHI Wiwiek D. Santoso.

 

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berjabat tangan dengan Presiden Direktur Marga Harjaya Infrastruktur Wiwiek D. Santoso pada seusai meresmikan Tol Jombang-Mojokerto didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M. Basoeki Hadimoeljono (kedua kanan), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kiri) dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kanan) pada hari Minggu (10/9).

 

Wiwiek juga berharap dengan beroperasinya ruas tol Jombang Mojokerto dapat memacu pertumbuhan perekonomian Jombang dan Mojokerto dan segera dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitarnya.

Sebagai salah satu proyek strategis nasional dan bagian dari Tol Trans Jawa, ruas jalan tol ini diharapkan dapat menjadi jalur alternatif mengurai kepadatan lalu lintas di beberapa titik seperti di by pass Mojokerto (simpang empat Mertex hingga simpang lima Kenanten) dan pertigaan Mengkreng yang merupakan tempat pertemuan jalur dari 3 wilayah (Nganjuk, Kediri dan Jombang).

 

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat M. Basoeki Hadimoeljono (kedua kiri), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kanan), Presiden Direktur Marga Harjaya Infrastruktur Wiwiek D. Santoso (kiri) dan Gubernur Jawa Timur Soerkarwo (kedua kanan) menekan sirine sebagai tanda peresmian Tol Jombang-Mojokerto pada hari Minggu (10/9).

 

Presiden Joko Widodo mencanangkan proyek Tol Trans Jawa dapat dirampungkan dalam 5 tahun. Tol Trans Jawa ini merupakan salah satu bagian dari pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 km. Proyek Trans Jawa sepanjang lebih dari 640 km ini direncanakan dapat menyambungkan Merak (Jawa Barat) hingga Banyuwangi (Jawa Timur).

Beberapa ruas dalam rangkaian pembangunan tol ini termasuk dalam Perpres No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional. Ditargetkan hingga akhir tahun 2019, Merak hingga Banyuwangi nantinya dapat tersambung dengan jalan tol.

Presiden Joko Widodo menargetkan pembangunan jalan tol di Indonesia dapat mencapai 1.060 km pada akhir tahun 2019.

Beroperasi Bertahap

Pengoperasian ruas jalan tol Jombang – Mojokerto dilakukan secara bertahap. Seksi 1 sepanjang 14,7 km beroperasi pada Oktober 2014, menyusul seksi 3 sepanjang 5 km yang beroperasi pada November 2016. Seksi 2 sepanjang 19,9 km dan 4 sepanjang 0,9 km akan beroperasi pada bulan September 2017.

Secara keseluruhan, ruas tol Jombang-Mojokerto memiliki 4 gerbang tol, yakni gerbang tol Jombang (di Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur), gerbang tol Bandar (di Desa Kayen, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang), gerbang tol Mojokerto Barat (di Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Jawa Timur) dan gerbang tol Mojokerto (di Desa Penompo, Kecamatan Gedeg, Mojokerto).

 

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mendengarkan penjelasan dari Presiden Direktur Marga Harjaya Infrastruktur Wiwiek D. Santoso beserta karyawan PT Marga Harjaya Infrastruktur mengenai Tol Jombang-Mojokerto di depan gerbang Tol Mojokerto pada hari Minggu (10/9).

 

Metode Ramah Lingkungan

Pembangunan tol ini menggunakan metode pembangunan yang ramah lingkungan. Pada konstruksi Jembatan Brantas menggunakan metode Balanced Cantilever yang berarti konstruksi tersebut dapat mengurangi jumlah pilar jembatan di tengah sungai, sehingga luasan penampang basah Sungai Brantas tidak terganggu.

Jalan tol ini dilengkapi dengan pemasangan wire rope di median jalan tol untuk menambah faktor keselamatan pengguna kendaraan. Berbeda dengan guardrail atau concrete barrier yang lebih concern pada faktor penahan benturan, wire rope tidak hanya menahan, tetapi mengurangi dampak benturan.

Untuk meningkatkan kenyamanan, jalan tol Jombang – Mojokerto juga dilengkapi dengan fasilitas 4 rest area yang berada di km 679 dan km 695 untuk istirahat dan beribadah.

 

Direktur Independen PT Astra International Tbk Bambang Widjanarko Santoso (tengah) didampingi oleh Presiden Direktur PT Astratel Nusantara (ASTRA Infra) (kiri) dan Direktur ASTRA Infra Rahmat Samulo (kanan) beserta karyawan PT Marga Harjaya Infrastruktur di depan gerbang Tol Mojokerto pada hari Minggu (10/9).

 

Bagi pengguna jalan tol yang membutuhkan informasi dan bantuan, atau mengalami hambatan di sepanjang ruas jalan tol Jombang – Mojokerto dapat menghubungi call center di (0321) 888123. Di samping itu, tersedia fasilitas pelayanan yang siap siaga 24 jam, yaitu 3 unit layanan jalan tol, 4 unit derek, 2 unit ambulance dan 1 unit rescue.

Melewati 35 desa di Kabupaten Jombang dan Mojokerto, keberadaan ruas jalan tol ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar tol.

ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto merupakan pemegang konsesi ruas tol Jombang-Mojokerto yang sepenuhnya dimiliki oleh PT Astratel Nusantara (ASTRA Infra). ASTRA Infra, yang merupakan perusahaan infrastruktur milik PT Astra International Tbk menargetkan kepemilikan tol sepanjang 500 km pada 2020. Hingga September 2017, Astra memiliki jalan tol sepanjang 353 km yang terdiri dari tol Tangerang – Merak, Kunciran – Serpong, Jombang – Mojokerto, Semarang-Solo, Serpong – Balaraja, dan Cikopo-Palimanan.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Team Humas ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto

Danik Irawati – danik.irawati@astrainfra.co.id

Auto2000

Newsletter
Dapatkan update terbaru mengenai informasi produk dan promosi langsung di email anda.
Name
Email

BERITA TERKAIT

Booking Workshop / THS
Maaf, tidak ada waktu yang tersedia untuk pemesanan pada hari libur.
Silahkan pilih tanggal lainnya.