Toyota Ubah Cara Bayar Upah Pekerja Pabrik, Tak Lagi Ada Senioritas

Tokyo -Toyota akan mengubah cara mereka membayar gaji upahnya, bila selama ini berdasarkan prinsip senioritas alias yang lebih lama bekerja bakal mendapat upah yang lebih besar berdasarkan golongan pekerja. Kini upah akan fokus pada performa karyawan yang bersangkutan.

Ide Toyota untuk pekerja pabrik di Jepang ini, tengah diajukan kepada serikat pekerja di Jepang. Seperti dilansir reuters, Selasa (27/1/2015).

Peraturan baru Toyota ini memang sengaja dirancang untuk menarik bakat muda (pekerja muda) berusia 18-65 tahun. Atau sekitar 60.000 pekerja yang mencapai 60 persen bisa lebih semangat saat bekerja.

Surat harian Jepang Nikkei mengatakan, Toyota berharap peraturan terbaru Toyota ini akan rampung di akhir Januari dan segera bergulir.

Dan peraturan ini membuat karyawan akan dievaluasi dua kali setahun, dengan upah disesuaikan setiap enam bulan.

Selanjutnya Financial Daily mengatakan, selain pembenahan sistem berbasis senioritas, pengaturan baru ini juga akan mengatur tunjangan tanggungan karyawan. Sehingga bisa memberi manfaat lebih bagi pekerja yang membesarkan anak-anak.

M Luthfi Andika – detikOto

Toyota Sudah Pelajari Kemungkinan Rilis New Alphard

Jakarta -PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Toyota di Indonesia belum memutuskan apakah mereka akan langsung merilis Alphard model terbaru.

Tetapi masuknya mobil MPV mewah itu ke Indonesia sudah dalam tahap diskusi dari pihak internal PT TAM.

“Jadi kita pelajari dulu apakah akan diperkenalkan ke Indonesia atau tidak. Untuk hari ini saya belum bisa kasih pernyataan karena butuh waktu untuk studi,” kata Samulo saat dihubungi detikOto, Senin (26/1/2015).

Setelah studi itu menghasilkan keputusan final untuk memasukkan Alphard dan Vellfire terbaru ke Indonesia, PT TAM pun harus melakukan proses perizinan. Soalnya, kedua mobil ini didatangkan langsung dari negara asalnya, Jepang.

“Saya rasa kita juga memastikan, ini kan kendaraan CBU ya kita harus melakukan perizinan-perizinan ke pemerintah. Jadi kita tidak hanya menjalankan bisnis tapi juga ijin dari pemerintah,” ujar Samulo.

Namun, menurut Samulo, proses perizinan itu bisa berjalan beriringan dengan proses diskusi yang diperkirakan memakan waktu satu hingga dua bulan ke depan. Dengan begitu, proses masuknya kedua MPV mewah ini pun tidak memakan waktu lama jika TAM tetap berniat ingin memboyong Alpharda dan Vellfire terbaru ke Indonesia.

“Saya kira perizinan bisa berjalan paralel ya. Sambil proses studi sambil kita lihat perizinannya. Biar enggak lama,” tutup Samulo.

Rangga Rahadiansyah – detikOto