Kian Diminati di Luar Negeri, Toyota Indonesia Genjot Ekspor Mobil

Jakarta -Mobil buatannya semakin diminati oleh konsumen luar negeri, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mematok target ekspor dalam wujud utuh (CBU) naik 10 persen pada tahun ini. Target diyakini bakal tercapai mengingat pada kuartal pertama lalu ekspor telah mencapai 44.000 unit atau naik 30,3 persen dibanding tahun 2014.

“Target ekspor CBU tahun ini kami tingkatkan hingga 10 persen dari realisasi ekspor tahun lalu, atau menjadi 175.000 unit,” tutur General Manager External Affairs Division TMMIN, Teguh Trihono saat ditemui di Jakarta, kemarin.

Sepanjang 2014 lalu, ekspor Toyotadan grupnya, dalam bentuk CBU sebanyak 160.000 unit. Dengan capaian ekspor sebanyak itu, porsi ekspor Toyota mencapai 79 persen dari total ekspor kendaraan asal Indonesia yang sebanyak 202.273 unit.

“Sementara selama kuartal pertama lalu, ekspor kami mencapai 44.000 atau setara dengan 85 persen dari total ekspor selama kurun waktu itu yang sebanyak 51.500 unit,” kata Director of Corporate and External Affairs TMMIN, I Made Dana Tangkas di tempat yang sama.

Menurut Made, pihaknya meyakini target ekspor tahun ini bakal tercapai atau bahkan lebih. Setidaknya ada sejumlah alasan. Pertama, sejak 2014 lalu, TMMIN telah memproduksi sedan Toyota Vios dan hatchback Toyota Yaris di pabriknya, sehingga jenis atau model mobil yang diekspor juga lebih banyak yakni 8 model.

Kedua, mobil-mobil yang diekspor sangat disukai oleh konsumen di negara tujuan ekspor, terutama negara-negara di wilayah Timur Tengah. Mobil yang paling banyak disukai adalah Toyota Fortuner, Toyota Vios, serta Kijang Innova. Bahkan, konsumen di Timur Tengah seolah memiliki ikatan emosional dengan produk-produk asal Indonesia.

“Arab Saudi yang merupakan pasar terbesar kami di Timur Tengah. Porsi ekspor ke wilayah Timur Tengah mencapai 75 persen, dan setengahnya diserap oleh Arab Saudi,” ujar Made.

Negara-negara tujuan ekspor Toyota Fortuner antara lain, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Jordania, Libanon, Suriah, Oman, Kuwait, Bahrain, Yaman. Selain itu, SUV itu juga dijajakan di sejumlah negara di kawasan Asean antara lain Filipina, Afrika antara lain Ghana dan Nigeria, serta Karibia.

“Tren ekspor kita naik terus. Dan meski di beberapa negara Arab ada ketegangan politik, namun tidak mengganggu kinerja ekspor,” imbuhnya.

Arif Arianto – detikOto

Toyota Mirai Jadi Safety Car Hidrogen Pertama di Balapan Nascar

Richmond -Mobil listrik dengan sel bahan bakar hidrogen, Toyota Mirai ditugaskan menjadi safety car di ajang balap Toyota Owners 400 NASCAR Sprint Cup Series. Toyota Mirai menjadi kendaraan berbahan bakar hidrogen pertama sebagai safety car di ajang balap Nascar.

“Mengunakan kendaraan sel bahan bakar hidrogen sebagai safety car Toyota Owners 400 adalah momen bersejarah bagi Toyota dan Nascar. Dan kami bangga itu adalah Toyota Mirai,” kata Vice President of Marketing, Performance and Guest Experience Toyota Motor Sales Amerika Serikat Ed Laukes, dalam siaran persnya.

Menurutnya, membawa Mirai ke balapan yang dihelat di Richmond International Raceway, Sabtu (25/4/2015) malam lalu itu merupakan ajang unjuk gigi bagi Toyota. Sebab, pabrikan asal Jepang itu bisa menampilkan inovasi dan bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan.

Mirai adalah sedan empat pintu berukuran menengah denga performa yang bisa diandalkan untuk menjadi safety car di ajang Richmond International Raceway. Mobil ini tidak memerlukan bahan bakar dan tidak mengeluarkan emisi apapun kecuali uap air.

Kendaraan sel bahan bakar ini didukung oleh hidrogen dan bisa diisi ulang selama sekitar lima menit. Mobil ini bisa menjangkau jarak hingga 482 km dalam keadaan tangki penuh.

Ditulis dalam siaran persnya, Toyota bangga menjadi pabrikan yang terdepan dalam kelestarian lingkungan. Penggunaan Mirai sebagai safety car ini menampilkan komitmennya.

Rangga Rahadiansyah – detikOto