Wuss! Fortuner Buatan Indonesia Ngebut di Kaledonia Baru

Noumea -Toyota Fortuner buatan Indonesia memenuhi persyaratan spesifikasi sesuai standar Uni Eropa dan ketentuan pemerintah Kaledonia Baru yang rumit dan protektif. Toyota Fortuner buatan Indonesia mulai pertengahan tahun 2014 menembus pasar otomotif di Kaledonia Baru (wilayah seberang lautan Prancis).

Di negara tersebut, Fortuner akan bersaing dengan kompetitor di kelasnya, Mitsubishi Nativa dan Chevrolet Blazer. Semenjak diluncurkan di ibukota Kaledonia Baru, Noumea pertengahan 2014, Toyota Fortuner sudah berhasil terjual 15 unit.

“Kami sudah mengajukan permohonan untuk dapat mengimpor Toyota Fortuner dari Indonesia kepada Pemerintah Prancis dan New Caledonia sejak tahun 2011 dan pada akhirnya dikabulkan pada Juni 2014,” ungkap Chief Operating Officer Toyota Noumea Daisuke Ichiki dalam siaran pers, Jumat (19/12/2014).

Daisuke lebih lanjut menjelaskan kondisi geografis New Caledonia yang dikelilingi pantai dan gunung membuat konsumen lebih menyukai mobil dengan kapasistas besar dan tangguh di berbagai medan.

Toyota Fortuner buatan Indonesia dinilai sangat sesuai dengan permintaan pasar, mempunyai kapasitas 7 penumpang, high ground clearance, mesin bertenaga diesel. Dilengkapi dengan berbagai aksesoris, mobil ini dijual dengan harga XPF 4.600.000 atau setara dengan Rp 600 juta.

“KJRI akan membantu mempromosikan Toyota Fortuner buatan Indonesia kepada masyarakat setempat,” janji Konjen RI Noumea, Widyarka Ryananta saat mengunjungi kantor pusat Toyota Noumea (16/12/2014) waktu setempat.

Dengan masuknya Toyota Fortuner dari Indonesia, diharapkan di masa mendatang ekspor produk otomotif Indonesia ke pasar Kaledonia Baru dapat semakin meningkat.

Daya beli masyarakat Kaledonia Baru akan produk otomotif cukup tinggi. Minimnya transportasi umum membuat mayoritas setiap keluarga memiliki 2 unit mobil.

Setiap tahun, rata-rata penjualan mobil mencapai 10,000 unit. Wilayah dengan 250.000 penduduk ini mengandung 25% cadangan nikel dunia membuat rata-rata pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai US$ 37.000, lebih tinggi dari negara-negara di Eropa.

Pada tahun 2013, Toyota membukukan penjualan hingga 910 unit, menempatkannya pada peringkat kedua dengan 9,2% market share pada pasar otomotif Kaledonia Baru.

Ford menduduki posisi pertama dengan 1,332 unit mobil terjual atau 13.4% market share. Sementara produk Peugeot yang merupakan produk otomotif Prancis menduduki posisi ketiga dengan mencatat 732 unit mobil terjual dengan 7,4% market share.

M Aji Surya – detikOto

Mobil Autopilot Toyota Meluncur 3 Tahun Lagi

Tokyo -Era mobil yang mampu berjalan tanpa dikemudikan oleh manusia (autopilot) nampaknya akan semakin dekat untuk direalisasikan. Selain produsen mobil asal Eropa dan Amerika, kini giliran Toyota yang mengumumkan kesiapannya untuk meluncurkan mobil autopilot.

Managing Officer Toyota Moritaka Yoshida mengungkapkan, saat ini pihaknya masih terus bekerja mengembangkan mobil autopilot. Toyota pun berencana untuk meluncurkan mobil itu dalam waktu dekat atau sekitar 2 sampai 3 tahun kedepan.

“Kami sedang mengembangkan teknologi mobil autopilot dengan tujuan untuk meningkatkan keselamatan mengemudi. Kita sekarang sudah masuk dalam tingkatan dimana mobil itu ketika keluar dari jalur akan bisa kembali ke jalur yang sebenarnya,” tuturnya.

Untuk cara mengemudi di luar Jepang, pihaknya juga sudah menjalankan serangkaian uji coba di jalanan umum di dekat fasilitas penelitian di Michigan dalam 4 sampai 5 tahun terakhir.

“Kami juga sedang bekerja pada pengembangan situasi mengemudi di Amerika Serikat (AS) termasuk di jalan raya dan bundaran,” katanya lagi.

Setelah nantinya siap diluncurkan pada 2 atau 3 tahun kedepan, langkah selanjutnya yang akan dilakukan Toyota adalah terus mengembangkannya minimal pada tahun 2020 mendatang.

Tetsuya Komatsu – detikOto