Kembali Ikut Balapan WRC, Toyota Turunkan Yaris

Toyota City -Tak hanya serius menggarap mobil-mobil baru, Toyota Motor Corporation (TMC) juga ingin berkontribusi di ajang balapan. Toyota bakal kembali FIA World Rally Championship (WRC) pada 2017. Toyota akan menurunkan model hatchbacknya, Yaris pada balap reli itu.

Toyota menilai, WRC ini merupakan panggung utama untuk mempromosikan aktivitas terbaik untuk produknya. Hatchback Yaris pun dianggap cocok untuk mengikuti balap reli ini.

Toyota Yaris yang turun di WRC akan dikembangkan dan diuji oleh Toyota Motorsport GmbH (TMG). Mereka akan menggunakan model Yaris WRC yang memiliki dimensi panjang 3.910 mm dan lebar 1.820 mm.

Penggerak Yaris ini akan menggunakan mesin turbo direct injection 1.6 liter. Mesin itu dipilih berdasarkan ketentuan ajang balap reli secara global.

Terdapat tiga driver yang bakal menguji ketahanan Yaris di ajang balap reli ini. Mereka adalah Ste;phane Sarrazin, Sebastian Lindholm dan Eric Camilli. Namun, Toyota belum merilis pebalap yang akan turun di WRC 2017 dengan menggunakan Yaris itu.

Dalam pengembangannya, bos Toyota Akio Toyoda ikut mencobanya. Mengenakan racing suit, Toyoda terlihat handal dan melakukan slalom dengan Yaris.

Selain WRC, Toyota juga ikut berpartisipasi pada ajang FIA World Endurance Championship (WEC) dengan menurunkan mobil TS040 Hybrid juga ajang Nascar yang menurunkan Camry di kelas Sprint Cup Series dan Xfinity Series serta Toyota Tundra di kelas Camping World Truck Series.

Beberapa ajang balap mobil lain pun diikuti Toyota seperti Dakar Rally, Japanese Championship Super Formula, Super GT GT300 Class dan Super GT GT300 Class.

Toyota memandang, ajang olahraga otomotif ini akan menjadi media yang ideal untuk menyampaikan antisipasi dan kegembiraan mengemudi. Dengan cara itu juga, pabrikan asal Jepang ini bertekad untuk berusaha memperluas jangkauan agar menarik berbagai penggemar mobil melalui ajang balap.

Toyota berharap, dengan turunnya di ajang balap ini mereka akan mengasah kemampuan tim, mobil dan teknologinya. Dengan begitu, produsen asal Negeri Sakura ini akan menggunakan pengalaman dan keahlian yang diperoleh dari ajang balap untuk mengembangkan mobil terbaiknya.

Toyota Ubah Cara Bayar Upah Pekerja Pabrik, Tak Lagi Ada Senioritas

Tokyo -Toyota akan mengubah cara mereka membayar gaji upahnya, bila selama ini berdasarkan prinsip senioritas alias yang lebih lama bekerja bakal mendapat upah yang lebih besar berdasarkan golongan pekerja. Kini upah akan fokus pada performa karyawan yang bersangkutan.

Ide Toyota untuk pekerja pabrik di Jepang ini, tengah diajukan kepada serikat pekerja di Jepang. Seperti dilansir reuters, Selasa (27/1/2015).

Peraturan baru Toyota ini memang sengaja dirancang untuk menarik bakat muda (pekerja muda) berusia 18-65 tahun. Atau sekitar 60.000 pekerja yang mencapai 60 persen bisa lebih semangat saat bekerja.

Surat harian Jepang Nikkei mengatakan, Toyota berharap peraturan terbaru Toyota ini akan rampung di akhir Januari dan segera bergulir.

Dan peraturan ini membuat karyawan akan dievaluasi dua kali setahun, dengan upah disesuaikan setiap enam bulan.

Selanjutnya Financial Daily mengatakan, selain pembenahan sistem berbasis senioritas, pengaturan baru ini juga akan mengatur tunjangan tanggungan karyawan. Sehingga bisa memberi manfaat lebih bagi pekerja yang membesarkan anak-anak.

M Luthfi Andika – detikOto