317 Sekolah Berpartisipasi di Toyota Eco Youth

Jakarta -Tak terasa sudah 9 tahun Toyota mengajak para kawula muda untuk lebih kreatif, dan lebih peduli terhadap lingkungan mereka dalam program Toyota Eco Youth (TEY).

Program yang awalnya hanya mengubah mindset kawula muda untuk menjadi generasi ‘Green Mindset’ yang peduli terhadap lingkungan, kini pun berkembang menjadi generasi ‘Green Geoneration’ yang peduli terhadap lingkungan dan melakukan memecahkan permasalahan lingkungan di sekitar sekolah.

Kali ini, lomba tidak hanya berupa project lingkungan. Namun juga ada penambahan berupa 6 kategori aktivitas My Eco Competition. Seperti My Eco Shirt, My Eco Doodle, My Eco Anthem, My Eco Meter, dan My Eco Pic. Dengan adanya program tambahan ini, diharapkan dapat memperluas keterlibatan elemen sekolah dalam program TEY ke-9.

Toyota terus menggerakkan CSR (Corporate Social Responsibility), kami sangat senang Toyota Eco Youth sangat berjalan dengan baik, saya ucapkan juga terima kasih kepada rekan-rekan sekolah yang mengikutinya dan pemerintah Indonesia. Terima kasih adik-adikku sudah peduli terhadap lingkungan, kami berharap Toyota Eco Youth bisa menginspirasi semuanya,” kata Presdir TMMIN, Masahiro Nonami, di Mal Gandaria City Jakarta, Sabtu (1/8/2015).

Peningkatan wilayah juga dilakukan Toyota, yang awalnya hanya terdiri dari 5 kota yaitu, Jakarta, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan Medan. Kini 5 kota lainnya seperti Bandung, Semarang, Denpasar, Balikpapan, dan Manado juga ikut dilibatkan.

“Toyota terus peduli dengan lingkungan sekitar. Selamat kepada para pemenang, semoga semua karya-karya ini bisa berlaku untuk lingkungan sekitar,” kata Finance and Administration Director PT Toyota Astra Motor, Darmawan Widjaja.

Dan di tahun ini TEY memiliki 2 kategori, yakni Proyek Science dan Proyek Social. Proyek Science berupa obyek fisik atau produk yang dapat memberi dampak positif terhadap kualitas lingkungan dan komunitas sekitar. Sedangkan Proyek social merupakan proyek proposal berbentuk aktivitas atau program yang memberi dampak positif terhadap kualitas lingkungan dan komunitas sekitar Benar saja, di tahun ini sebanyak 1.709 proposal dari 317 sekolah berlomba untuk melahirkan inovasi baru untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Berbagai hadiah menarik bisa didapatkan sekolah-sekolah yang menjadi juara di masing-masing kategori. Juara 1 mendapatkan hadiah Rp 70 juta, Juara 2 Rp 50 juta, dan Juara 3 Rp 30 juta. Dan selain mendapatkan bantuan dana, sekolah-sekolah terbaik juga bisa berkesempatan mengikuti pelatihan singkat tentang lingkungan di Jepang.

Di kesempatan kali ini, detikOto bisa melihat 20 finalis dari berbagai daerah di sluruh Indonesia. Inovasi-inovasi terbaik pun diperlihatkan.

Seperti salah satunya dari SMA Negeri 6 Denpasar. Para siswa ini mampu mengolah berbagai sampah limbah daun enau, daun pandan, daun pisang, buah-buahan, untuk upacara di Bali menjadi sebuah genting di atap rumah.

“Limbah upacara Yad dikeringkan untuk menghilangkan kadar air, melalui perbandingan komposisi bahan yang tepat dan efektif melalui berbagai tahapan menjadi sebuah biokomposit. Menjadi sebuah Genting yang mampu menahan beban hingga 56 kg,” ujar Dana, siswa SMA Negeri 6 Denpasar.

Selanjutnya, tidak kalah menarik siswa-siswi SMAN 1 Yogyakarta, berhasil mengubah sampah plastik menjadi pengganti minyak tanah, briket untuk memasak dan menjadi gas.

“Tema kita RecycleBike, mengubah proses sampah plastik menjadi pengganti bahan bakar minyak tanah, Briket, dan gas. Prosesnya masukan sampah plastik ke tabung pyrolysis, melalui proses kelistrikan selama 20 menit, plastik akan menghasilkan 3,5 liter pengganti minyak tanah. Hasil limbah bisa menjadi briket untuk memasak, dan proses ini juga bisa menghasilkan gas untuk masak. Namun proses gas ini belum sempurna, api yang dihasilkan masih merah,” kata Ari Ekocahyono, siswa SMAN 1 Yogyakarta.

Tidak kalah hebat, SMAN 1 Blora, yang menggabungkan tenaga matahari dan angin menjadi sebuah listrik.

“1 solar cell akan menghasilkan setengah amper, tenaga angin 1 jam bisa 3 amper. Jika lebih banyak solar sel dan kincir angin yang semakin besar, bisa menghasilkan tenaga listrik yang besar. Namun pada pengujian kami kali ini hanya untuk mengalirkan listrik pada lampu dan bisa menangkap serangga,” ujar Dinar Limarwati, siswi SMAN 1 Blora.

Namun pastinya dari sekian banyak proyek ramah lingkungan ini, pasti ada pemenangnya. Setelah melalui penilaian berikut daftar pemenang Toyota Eco Youth ke-9

  • Pemenang Social Project, juara 3 SMAN 1 Ubud, Juara 2 SMAN 5 Surabaya, dan juara 1 SMAN 19 Bandung
  • Pemenang Scient Project, juara 3 SMAN 6 Banjarmasin, Juara 2 SMAN 1 Blora, dan Juara 1 SMAN 1 Denpasar.
  • Best of the Best trip ke Jepang SMAN 19 Bandung

M Luthfi Andika – detikOto

 

Toyota Rayakan Tahun Emas di Inggris, Sudah Jual 3 Juta Mobil

Jakarta -Toyota memulai kiprah di negeri Ratu Elizabeth II sejak tahun 1965. Itu berarti Toyota sudah 50 tahun berada di jalanan Inggris. Toyota merayakan kiprah ulang tahun emas mereka per 23 Juli kemarin di Inggris.

Toyota pertama kali menyentuh daratan Inggris lewat mobil Corona yang dipamerkan di British International Motor Show. Selain Corona ada 3 mobil lain yang ikut dipamerkan.

Tahun berikutnya, Toyota mulai memasarkan sedan Corolla. Pada tahun 1980 penjualan mobil Toyota mencapai 200.000 unit. Angka itu cukup untuk menempatkan Toyota sebagai raja penjualan mobil di sana.

Tahun 1992, Toyota mulai memproduksi mobil dan mesin di Inggris. Toyota memproduksi Auris hybrid di 2010. Mobil ini adalah mobil hybrid pertama yang diproduksi di Inggris.

“Semua pekerjaan yang sudah kami lakukan menciptakan fondasi yang kuat untuk masa depan,” ujar bos Toyota Inggris, Tony Walker.

Minoru Moriwaki – detikOto