Mobil Autopilot Toyota Meluncur 3 Tahun Lagi

Tokyo -Era mobil yang mampu berjalan tanpa dikemudikan oleh manusia (autopilot) nampaknya akan semakin dekat untuk direalisasikan. Selain produsen mobil asal Eropa dan Amerika, kini giliran Toyota yang mengumumkan kesiapannya untuk meluncurkan mobil autopilot.

Managing Officer Toyota Moritaka Yoshida mengungkapkan, saat ini pihaknya masih terus bekerja mengembangkan mobil autopilot. Toyota pun berencana untuk meluncurkan mobil itu dalam waktu dekat atau sekitar 2 sampai 3 tahun kedepan.

“Kami sedang mengembangkan teknologi mobil autopilot dengan tujuan untuk meningkatkan keselamatan mengemudi. Kita sekarang sudah masuk dalam tingkatan dimana mobil itu ketika keluar dari jalur akan bisa kembali ke jalur yang sebenarnya,” tuturnya.

Untuk cara mengemudi di luar Jepang, pihaknya juga sudah menjalankan serangkaian uji coba di jalanan umum di dekat fasilitas penelitian di Michigan dalam 4 sampai 5 tahun terakhir.

“Kami juga sedang bekerja pada pengembangan situasi mengemudi di Amerika Serikat (AS) termasuk di jalan raya dan bundaran,” katanya lagi.

Setelah nantinya siap diluncurkan pada 2 atau 3 tahun kedepan, langkah selanjutnya yang akan dilakukan Toyota adalah terus mengembangkannya minimal pada tahun 2020 mendatang.

Tetsuya Komatsu – detikOto

Ini Dia Paket-paket Keamanan Mobil Toyota

Tokyo -Mobil-mobil Toyota selama ini dicibir berbagai kalangan karena dinilai kurang memiliki fitur keselamatan yang cukup mumpuni. Menjungkirbalikkan anggapan itu, Toyota merilis beberapa fitur terbaru di mobil yang menunjang keamanan berkendara.

Fitur-fitur ini akan diterapkan di berbagai mobil mereka terutama yang dijual di Amerika dan Eropa mulai 2015. Perangkat tersebut akan dipasarkan ke berbagai negara.

“Toyota mulai meluncurkan teknologi itu pada awal 2015,” tutur Senior Manager Toyota yang bertanggung jawab di bidang teknologi keamanan Moritaka Yoshida.

Peranti dengan teknologi keamanan aktif itu wujudnya beragam. Mereka terdiri dari sistem pengereman canggih, pemandu parkir generasi terbaru, lampu utama adaptif hingga sistem deteksi antara kendaraan dengan lingkungan sekitar termasuk pejalan kaki.

Toyota menyebut teknologi mereka sebagai Toyota Safety Sense yang akan dipasang di mobil bermerek Toyota dan Lexus.

Dengan melahirkan teknologi ini, tujuan Toyota adalah untuk mendorong penggunaan teknologi yang sudah ada dengan membuatnya terjangkau dan mudah dikemas.

Akan tersedia dua tingkat peralatan teknologi ini, yaitu Toyota Safety Sense C dan Toyota Safety Sense P and Lexus Safety System +.

Toyota Safety Sense C akan hadir di model compacts entry-level. Teknologi ini memiliki peringatan lane departure, high beam otomatis dan sistem laser-wave radar pre-collision.

Sistem itu menggunakan sinyal audio dan visual untuk menginformasikan pengemudinya jika kendaraan akan menabrak sesuatu. Hal itu juga bisa memperkuat gaya pengeraman yang diterapkan oleh pengemudi maupun secara otomatis untuk menghindari kecelakaan.

Sementara itu, Toyota Safety Sense P and Lexus Safety System + akan diterapkan di mobil mewah dan mid-sized. Paket ini masih mengambil semua sistem yang ditawarkan di Toyota Safety Sense C. Tapi, Toyota Safety Sense P and Lexus Safety System + ditambahkan deteksi pejalan kaki dengan sistem pre-collision.

“Pada Toyota Safety Sense C, bisa diaktifkan pada kecepatan 80 km per jam dengan penggunaan kamera dan sensor laser. Ketika kecepatan mobil mencapai 80 km per jam, mobil bisa direm secara otomatis sampai kecepatan 30 km per jam. Dengan kata lain, jika mobil mengalami tabrakan pada 80 km per jam, kecepatan mobil akan diturunkan secara otomatis untuk mengurangi dampak kecelakaan,” ujarnya.

Radar cruise control pun ditawarkan. Cruise control ini dapat mendeteksi ketika mobil bergerak masuk dan keluar dari jalur. Kecepatan juga bisa disesuaikan dengan radar ini.