Toyota: Industri Otomotif Moncer di Jatim

Surabaya -Jawa Timur merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki angka pertumbuhan ekonomi yang signifikan, sebesar 6,9% pada 2013 lalu, atau berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Salah satu pendorong ekonomi di kawasan ini adalah sektor otomotif. Toyota menilai sektor ini membawa angin segar bagi pertumbuhan perekonomian di Jatim.

“Jawa Timur memiliki pangsa pasar yang potensial bagi pelaku industri otomotif. Karena itu, kami selalu berupaya agar Toyota tetap menjadi pilihan utama di Jawa Timur dan dan perolehan market share yang saat ini sekitar 31% akan terus meningkat,” kata Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo dalam pernyataannya, Rabu (29/10/2014).

Karenanya sebagai kegiatan berkelanjutan dari Indonesia International Motor Show (IIMS ) 2014 yang telah berlangsung pada September 2014 lalu, Toyota kembali hadir untuk memeriahkan Pameran Otomotif Surabaya (POS) 2014 yang berlangsung selama 5 hari (29 Oktober – 2 November 2014) di Grand City Surabaya, Jawa Timur.

“Selain sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan masyarakat Jatim selama ini terhadap produk-produk Toyota, melalui POS 2014 kami juga ingin sampaikan komitmen Toyota untuk selalu ikut berkontribusi wujudkan pembangunan Indonesia dalam bidang industri otomotif,” kata Rahmat Samulo.

Pada POS 2014 yang juga merupakan salah satu barometer percepatan tumbuhnya industri otomotif di Jatim, Toyota hadir dengan booth seluas total 540 m2 di Main Hall G dan F menampilkan 10 kendaraan display. Selain Vios TRD yang baru saja diluncurkan saat ajang IIMS 2014 lalu, pengunjung juga bisa melihat tampilan Astra Toyota AGYA dengan hasil ubahan TAM Design yang diberi nama AGYA Furious bertema Street Racing.

Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat Surabaya dan sekitarnya, pada POS 2014 ini Toyota juga menghadirkan RAV4, sebuah SUV modern yang memiliki desain revolusioner dengan berbagai fitur modern. Tak hanya itu, sebuah Avanza dengan desain unik pun dihadirkan dengan nama Avanza Recreational Vehicle. Avanza ini dapat digunakan untuk lakukan kegiatan piknik bersama keluarga dengan kelengkapan yang memadai seperti atap terpal pada pintu bagasi, serta berbagai peralatan menarik di bagasi.

Saat ini di wilayah Jawa Timur, Toyota dengan Auto2000-nya memiliki 22 outlet untuk melayani masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Layanan purnajual yang dihadirkan Auto2000 terbilang lengkap. “Kami dari Auto2000 berusaha berikan yang terbaik untuk melayani konsumen di wilayah Jawa Timur. Kami hadirkan berbagai layanan untuk memberikan kemudahan bagi para pemilik Toyota, seperti Emergency Road Assistance serta Toyota Mobile Service untuk menjangkau konsumen lebih luas,” kata Hendra Purnawan, Operation Manager Auto2000 Surabaya.

Dadan Kuswaraharja – detikOto

Toyota Hemat Energi di Pabriknya Sampai 43%

Jakarta -Toyota terus memproduksi mobil-mobil di Indonesia. Namun di tengah-tengah meningkatnya volume produksi TMMIN dari level 60.000 mobil per tahun ke level sekitar 160.000 mobil per tahun, Toyota justru sanggup mengurangi penggunaan energi yang diperlukan dalam proses produksinya.

Untuk mengurangi penggunaan energi, Toyota, dalam siaran pers, berupaya meningkatkan kesadaran dan peran serta karyawan, menyeimbangkan pasokan (supply) dan permintaan (demand) energi untuk mencapai efisiensi maksimum, dan aplikasi konservasi energi seperti pemanfaatan panas buang menjadi sumber energi, penggunaan sumber energi alternatif seperti gas alam, dan pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti panel surya.

Melalui strategi dan kebijakan ini hingga tahun 2013 TMMIN berhasil menurunkan penggunaan energi dalam kegiatan produksi per unit sebesar 43% terhitung sejak 2009.

Karena itulah, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) pada 23 September
2014 yang lalu menerima ASEAN Energy Awards sebagai pemenang untuk kategori Manajemen Energi di Industri Besar dari ASEAN Centre for Energy (ACE).

Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Energi dan Pertambangan Laos Soulivong Dalavong, mewakili ACE, kepada TMMIN Executive General Manager Nandy Julianto di Vientiane – Laos.

“Kami memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga keharmonisan antara kegiatan bisnis dengan pelestarian lingkungan. Penghargaan ASEAN Energy Awards ini menjadi pendorong bagi kami untuk lebih giat melakukan aktivitas di bidang manufaktur yang berkelanjutan (sustainable manufacturing) selaras dengan kebijakan pembangunan industri nasional yang ramah lingkungan,” ujar Wakil Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono.

TMMIN menjadi salah satu perwakilan Indonesia di ASEAN Energy Awards setelah berhasil menjadi pemenang pertama dalam ajang Penghargaan Efisiensi Energi Nasional tahun 2013 yang diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Dadan Kuswaraharja – detikOto