Kawasan Timteng, Tujuan Favorit Ekspor Toyota Indonesia

Jakarta -Toyota mencatat ekspor mobil buatan Indonesia ke berbagai negara mengalami kenaikan 30 persen. Kawasan Timur Tengah masih menjadi tujuan favorit ekspor mobil Toyota.

Mobil yang dikirim PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) ke kawasan Timur Tengah mencapai 29.200 unit atau 49% dari total ekspor Januari-April 2015 yang mencapai 60.000 unit.

Permintaan dari kawasan ini meningkat tajam, naik 83% dibandingkan periode yang sama pada 2014 sebesar 16.000. Peningkatan itu terutama berasal dari Arab Saudi yang merupakan pasar terbesar dengan volume mencapai 20.800 unit atau sekitar 35% total ekspor kendaraan bermerek Toyota.

Untuk mobil produksi TMMIN ke pasar Asia mencapai kisaran 7.000 unit dengan pangsa terbesar berasal dari Fortuner yang mencapai 6.000 unit. Ekspor ke negara Amerika Latin mencapai 1.300 unit, sedangkan untuk kawasan Afrika dan negara lainnya mencapai 600 unit.

“Kinerja ekspor ini membantu menyeimbangkan produksi TMMIN untuk tetap tumbuh dengan komposisi 54% untuk pasar ekspor dan 46% untuk pasar domestik”, ungkap Wakil Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono dalam siaran pers, Rabu (27/5/2015).

Selain dalam bentuk kendaraan utuh, TMMIN juga mengekspor produk lainnya dalam bentuk kendaraan terurai (Completely Knock Down/CKD) dengan volume sebesar 13.200 unit.

Ekspor mesin tercatat mencapai 16.000 unit, sebagian besar berupa mesin berbahan bakan bensin (gasoline engine) sebesar 12.600 unit dan sisanya mesin berbahan bakar ethanol (ethanol engine) yang mencapai 3.400 unit, sedangkan komponen kendaraan yang berhasil diekspor dalam empat bulan pertama tahun 2015 mencapai lebih dari 20 juta buah.

Pabrik-pabrik TMMIN di Indonesia

Jenis Mobil yang diekspor Toyota:

Dadan Kuswaraharja – detikOto

“Nih”, Keuntungan Pasang Peredam di Agya

Jakarta, KompasOtomotif – Salah satu masalah yang kerap dikeluhkan konsumen soal Toyota Agya yaitu gangguan suara (noise) di kabin, terutama saat berkendara berkecepatan tinggi. Nah dari hasil kumpul bareng alias kopdar komunitas pecinta mobil LCGC ini, Toyota Agya Club (TAC), ketemu salah satu solusinya yakni memasang peredam di bodi.

Terlalu bising di ruang penumpang bisa mengganggu kenyamanan sebab percakapan atau menikmati hiburan tidak bisa maksimal. Menurut Wakil Ketua TAC Lukman Hakim, menggunakan peredam sudah dikerjakan sebagian anggota TAC.

Secara garis besar peredam yang digunakan seperti trik modifikasi sistem hiburan untuk meningkatkan kualitas audio. Ada dua pilihan bahan pada umumnya, yakni aspal atau foam.

“Sudah banyak anggota kami yang pakai. Sampai ada yang di atap pula, lalu lantai dan pintu. rekomendasi saya awalnya pasang di pintu dulu,” kata Lukman di Bekasi, Sabtu (23/5/2015).

Meski begitu pemilik mobil mesti paham, menggunakan peredam aspal berarti harus siap menanggung resiko mobil jadi tambah berat. Satu lembar peredam aspal tebal 2mm beratnya 2 kg. Bila satu pintu ditambahkan dua lembar maka bobot mobil bertambah 4 kg, bila dua pintu menjadi 8 kg.

Tapi jelas Lukman pemilik tak perlu khawatir, bila Agya tambah berat justru menguntungkan. Pasalnya kemampuan berkendara jadi terasa lebih baik. “Resikonya bobot makin berat tapi justru makin stabil, karena bodi Agya cenderung enteng jadi begitu tambah beban makin mantap,” ungkap Lukman.