Produk Toyota: Membawa Indonesia ke Kancah Global

Karawang –Toyota Indonesia terus melangkah mewujudkan komitmennya untuk berkontribusi memperkuat industri otomotif nasional. Tidak hanya menargetkan sebagai market leader di pasar dalam negeri, Toyota Indonesia juga bertekad membawa produk otomotif Indonesia ke kancah dalam pertarungan pasar global.

“Komitmen kami membangun industri otomotif nasional dengan memproduksi mobil-mobil berdaya saing tinggi dalam pertarungan pasar dunia. Mobil-mobil Toyota yang diproduksi di sini harus mampu bersaing dan membawa nama Indonesia ke pentas dunia,” kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono,.

Melalui berbagai kinerja yang ditunjukkan selama ini, Toyota Indonesia telah berhasil memperoleh kepercayaan besar dari prinsipal yaitu Toyota Motor Corporation (TMC). Posisinya kini semakin stategis dalam lingkungan Toyota Global sehingga memberi peluang Toyota Indonesia untuk lebih meningkatkan perannya dalam percaturan industri otomotif nasional.

Kepercayaan tersebut ditunjukkan Toyota Group melalui komitmen investasi senilai Rp26 triliun yang disampaikan oleh CEO Toyota Group, Akio Toyoda, kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dalam kunjungannya ke Indonesia pada November 2012 silam.

Dari komitmen tersebut, Toyota Group sudah merealisasikan investasinya senilai Rp13 triliun untuk pembangunan dan pengembangan industri otomotif di Indonesia dalam kurun waktu 5 tahun.

Sebagian komitmen tersebut sudah direalisasikan dalam pembangunan pabrik baru untuk penambahan kapasitas produksi dari 130.000 unit/tahun menjadi 250.000 unit/tahun. Saat ini, Toyota juga tengah menyelesaikan pembangunan pabrik mesin dengan kapasitas 195.000 unit per tahun.

Tidak hanya dikenal sebagai market leader di pasar dalam negeri, Indonesia juga telah menjadi basis ekspor mobil Toyota ke manca negara. Mobik yang  diproduksi melalui oleh pabrik TMMIN di Karawang dan Sunter, kini semakin diminati konsumen manca negara seperti terlihat pada peningkatan ekspor yang siginifikan dari tahun ke tahun.

“Kami bersyukur, kepercayaan Toyota Motor Corporation (TMC) sebagai prinsipal yang makin kuat dan iklim kebijakan industri nasional yang cukup kondusif, memberi peluang besar kepada TMMIN mengoptimalkan peran sebagai pelaku industri dengan melahirkan produk berstandar global dan kian diminati pasar manca negara,” tutur Warih.

Bermula sebagai pabrik perakitan mobil pada 1973, kegiatan industri Toyota di Indonesia terus berkembang. Melalui TMMIN, Toyota Indonesia tidak hanya memproduksi mobil dalam bentuk CBU, CKD, tapi juga memproduksi berbagai komponen, termasuk mesin. Secara keseluruhan, Toyota Indonesia mengoperasikan lima pabriknya di Indonesia, empat diantaranya dikelola langsung oleh TMINN dan satu oleh Sugity atau Toyota Autobody.

Dari empat pabrik yang dikelola TMMIN itu,  dua diantara berlokasi di Jakarta Utara atau Plant 1 Sunter dan Plant 2 Sunter, dua lainnya berlokasi di Jawa Barat yaitu Plant 1 Karawang dan Plant 2 Karawang. Pabrik pertama yang dibangun adalah Plant 1 Sunter yang  sudah beroperasi sejak 1973. Kemudian pada 1977, Toyota mulai mengoperasikan Plant 2 Sunter. Keduanya kini difungsikan untuk memproduksi mesin dan komponen dengan kapasitas produksi 195.000 unit mesin TR dan iron casting sebesar 12.000 ton. “Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, mesin dan komponen yang diproduksi kedua pabrik ini juga telah diekspor,” kata Warih.

Di pabrik ini juga terdapat fasilitas packing dan vanning untuk keperluan ekspor. Pabrik Sunter 2 adalah pabrik pengecoran komponen mesin dan pengepresan bagian bodi kendaraan. Di pabrik ini juga diproduksi alat-alat bantu produksi yaitu die (cetakan untuk proses pengepresan) dan jig (alat bantu proses pengelasan) yang juga diekspor ke mancanegara.

Sementara itu melalui 2 pabriknya yang terintegrasi di Kawasan Industri KIIC (Karawang International Industrial Estate) Jawa Barat yaitu Plant 1 Karawang yang beroperasi sejak 1998 dengan kapasitas 120.000 unit per tahun dan Plant 2 Karawang dengan kapasitas 130.000 unit yang beroperasi sejak 2013, TMMIN memproduksi secara utuh/Complete Build-Up (CBU) 5 line up mobil Toyota  yaitu Toyota Fortuner, Kijang Innova, Etios Valco, Vios dan Yaris.

Keduanya berlokasi dilahan seluas 100 hektar dengan fasilitas produksi berupa stemping shop (pengepresan), welding shop (pengelasan), painting shop (pengecatan) dan assembly shop (perakitan).  “Mobil ini yang diproduksi di 2 pabrik ini dengan standard global, bahkan tiga diantaranya menjadi basis ekspor Toyota yaitu Fortuner, Innova dan Vios,” kata Warih.

Pabrik Karawang ini juga didukung oleh beberapa fasilitas penunjang lainnya yaitu test course (lintasan pacu) sepanjang 1 kilometer untuk pengetesan unit kendaraan yang telah selesai diproduksi sebelum dikirimkan kepada distributor di dalam maupun luar negeri.

Ke depan, lanjut Warih, posisi Toyota Indonesia akan kian strategis dalam kancah percaturan global dengan hadirnya pabrik mesin passenger car yang jadwalkan mulai produksi semester I 2016 di pabrik baru yang juga berlokasi di Kawarang. Pembangunan fasilitas produksi pabrik ini menelan investasi sebesar Rp 2,3 triliun rupiah dengan estimasi penambahan jumlah tenaga kerja baru sebanyak 1.500 orang.

New engine plant ini masih dalam tahap pembangunan dan dijadualkan sudah beroperasi pada semester I 2016 dengan kapasitas 216.000 unit per tahun,” katanya.

Sejalan dengan business plan Toyota, Indonesia berpeluang besar untuk meneguhkan posisinya sebagai  salah satu satu basis produksi dan ekspor terbesar di kawasan Asia-Pasifik. “Untuk itu, selain meningkatkan investasi untuk kapasitas produksi, kami terus berupaya meningkatkan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia agar dengan peluang besar itu Toyota Indonesia bisa terus meningkatkan kontribusinya dalam perekonomian nasional dan pengembangan industri otomotif dalam negeri,” kata Warih.

Toyota Indonesia sudah melakukan ekspor sejak 1987 dengan ekspor perdana Toyota Kijang. Masih dalam jumlah yang sangat terbatas, sekitar 50 unit per bulan, Kijang Super diekspor ke Papua Nugini dan Brunei. Seiring dengan perkembangan kemampuan Toyota Indonesia, negara tujuan ekspor terus meluas dan kini tidak kurang dari 70 negara telah menerima berbagai produk yang diproduksi TMMIN melalui ekspor kendaraan utuh (CBU), kendaraan terurai/Complete Knock Down (CKD), komponen kendaraan, mesin TR serta alat bantu produksi berupa die dan jig.

Secara kumulatif Toyota Indonesia telah mengekspor kendaraan utuh sebanyak lebih dari 620 ribu unit sejak tahun 1987 hingga Agustus 2014 dengan total nilai sebesar lebih dari USD 12 milyar.

Senada dengan Warih, Vice President PT Toyota-Astra Motor (TAM), Suparno Djasmin mengatakan, Toyota Indonesia akan terus meningkatan komitmennya memberikan pilihan yang terbaik bagi konsumen baik di pasar dalam negeri maupun pasar ekspor.  Di pasar dalam negeri, kontribusi Toyota Indonesia tidak bisa hanya dilihat dari posisinya sebagai market leader, tapi juga dari peningkatan kualitas produk serta layanan terhadap konsumen yang terus ditingkatkan.

“Selain sebagai market leader, perlu dicatat bahwa lebih dari 90% mobil Toyota yang dijual di pasar dalam negeri adalah di pabrik dalam negeri dengan komponen lokal antara 60%-90%. Melalui  PT Toyota Astra Motor, Toyota Indonesia berkomitmen memberikan produk dan kualitas layanan terbaik kepada konsumen,” kata Suparno Djasmin.

Berdasarkan data penjualan Januari-Agustus lau, penjualan mobil Toyota di pasar dalam negeri sudah mencapai 282.593 unit atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2013 sebesar 279.151 unit. Konsistensi kinerja penjualan Toyota antara lain didukung oleh oleh segmen compact car, yang terdiri dari Astra Toyota AGYA, Toyota Etios Valco, dan Toyota Yaris yang semuanya merupakan produk dalam negeri.

Suparno juga menambahkan, pada penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014 mendatang masyarakat bisa menyaksikan langsung produk-produk Toyota Indonesia. Dengan kualitas produk yang sudah diakui secara global, Toyota Indonesia siap bersaing dengan produk negara ASEAN lainnya baik di pasar dalam negeri maupun di pasar negara anggota ASEAN lainnya.

“Sesuai dengan tema Toyota Indonesia untuk IIMS 2014 yaitu Creating Tomorrow for Indonesia, kami ingin menyampaikan pesan bahwa Toyota Indonesia bertekad untuk melanjutkan kontribusinya kepada Indonesia melalui pengembangan industri otomotif dengan produk yang sesuai kebutuhan masyarakat, layanan purnajual, serta program CSR. Ini merupakan komitmen Toyota untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk masa depan Indonesia,” tutur Suparno Djasmin.

Pabrik Ramah Lingkungan dan “Ramah Karyawan”

Semua pabrik Toyota baik yang berada di kawasan Sunter maupun Karawang merupakan pabrik ramah lingkungan. Pabrik-pabrik ini menerapkan konsep “Clean, Bright dan Comfort” (CBC).

Konsep CBC ini diimplementasikan dengan penggunaan atap tembus pandang sehingga mengurangi pemakaian lampu di siang hari. Pabrik ini juga menerapkan Toyota Environmental Management System untuk menjaga agar proses produksi tetap ramah terhadap lingkungan. Toyota menerapkan pemakaian panel surya, instalasi pengolahan air limbah/Waste Water Treatment (WWT) di setiap area pabrik, serta memperkenalkan proses pengecatan berbasis air (water-based painting).

Selain eco-friendly, pabrik Toyota juga menerapkan konsep employee-friendly. Setiap pabrik Toyota juga selalu memperhatikan kenyamanan karyawan dalam bekerja akan meningkatkan produktivitas.

Toyota mengimplementasikan penggunaan alat-alat bantu dalam proses produksi yang ergonomi, rendah konsumsi energi dan memudahkan para karyawan dalam melaksanakan proses produksi. Selain itu, setiap pabrik Toyota juga dilengkapi dengan fasilitas olah raga, kesehatan dan kerohanian untuk menambah kenyamanan karyawan.

Toyota Production System

Pabrik-pabrik Toyota menerapkan implementasi Toyota Production System (TPS). Dalam dunia industri manufakur, TPS telah terbukti bekerja efektif untuk meningkatkan efisiensi. Inti dari sistem ini adalah menekan agar mencegah terjadi pemborosan/inefisiensi dan mengurangi aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah. TPS memiliki dua pilar utama yaitu Just in Time (JIT) dan Jidoka.

Dengan Just in Time, Toyota memproduksi kendaraan sesuai dengan jenis yang diperlukan, pada saat yang diperlukan dalam jumlah yang diperlukan. Hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya penumpukan dalam penyimpanan serta menjamin kualitas kendaraan yang diterima pelanggan selalu dalam kondisi prima. Kendaraan yang diterima oleh konsumen adalah kendaraan yang baru selesai diproduksi di pabrik Toyota, bukan kendaraan yang telah disimpan lama.

Pilar kedua TPS adalah Jidoka yaitu berbagai aktivitas yang mencegah terjadinya ketidaknormalan untuk menjaga kualitas produksi selalu prima. Tiga prinsip dasar Jidoka adalah tidak menerima cacat, tidak membuat cacat dan tidak meneruskan cacat. Pengejawantahan prinsip ini adalah dengan memberikan wewenang penuh bagi operator unutk menghentikan lini produksi jika terjadi abnormalitas.

“Hasilnya adalah proses yang cepat dan fleksibel dalam memberikan apa yang diinginkan pelanggan pada waktunya dengan kualitas tertinggi dan harga yang pantas. Kami pun telah menularkan TPS dengan memberikan bantuan berupa laboratorium TPS ke dua Universitas (UI dan ITB)”, tutup Warih.

Sesuai dengan filosofi Toyota Way: Continuous Improvement dan Respect for People, Toyota memberi kesempatan seluas-luasnya bagi semua karyawan untuk menyampaikan ide perbaikan di berbagai aspek pekerjaan yang bersifat bottom-up. Salah satu penerapan ide perbaikan di lini produksi adalah ”karakuri”. Karakuri adalah alat bantu produksi yang memanfaatkan gaya gravitasi sehingga lebih rendah energi dan juga ergonomis.

Toyota sesuai dengan prinsip pendirinya berkomitmen untuk terus-menerus tumbuh dan berkembang bersama masyarakat melalui peningkatkan aktivitas produksi, ekspor, distribusi dan layanan pelanggan di Indonesia. Selain itu Toyota juga selalu mengembangkan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan seiring dengan semangat untuk memberi sumbangsih secara nyata dalam pengembangan industri otomotif Indonesia. ***

Tanggapan Toyota Soal Perang Diskon

Jakarta, KompasOtomotif - Strategi penjualan dengan menawarkan diskon besar, banyak dilakukan oleh garda depan penjulaan para produsen otomotif. Kondisi ini dijelaskan masih dalam kondisi yang logis, karena stok unit menumpuk di jaringan pemasaran.

Jaringan dealer PT Toyota Astra Motor (TAM) termasuk menjadi salah satu yang memberikan penawaran diskon kepada calon konsumen. Namun, Wakil Direktur TAM Suparno Djasmin menjelaskan situasi tersebut masih dalam kategori normal.

“Adanya perang diskon saat ini masih dalam batasan wajar, karena banyak produsen yang melakukan investasi besar di awal tahun, namun permintaan ternyata sedikit menurun. Akhirnya terjadi kelebihan stok di pasar. Ini yang membuat produsen memberikan diskon,” jelas Suparno saat ditemui di booth IIMS Toyota, Hall D, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (18/9/2014).

Abong, sapaan akrab Suparno Djasmin melanjutkan, situasi ini akan kembali normal sesuai dengan kekuatan daya beli dari konsumen. Diskon adalah salah satu cara untuk membuat kondisi kembali normal di jaringan pemasaran.

Tahun depan membaik
Toyota masih optimis industri otomotif Tanah Air akan membaik di tahun depan, seiring dengan semakin positifnya ekonomi secara global. Hanya saja memang dibutuhkan stimulus fiskal dari pemerintah agar bisa merangsang perbaikan secara moneter.

“Kami sedang menghitung semua peluang di 2015 nanti, tapi prediksinya membaik dibanding tahun ini, meski ada gejolak sesaat karena rencana kenaikan harga BBM. Tahun ini market share kami ditargetkan 34 persen, 2015 nanti mudah-mudahan bisa naik atau minimal sama dengan sekarang,” tutup Abong.